Versi Teks One Piece Chapter 775 "Aku menaruh semua cintaku untuk Lucien"
By admin ?#?Captain?
Tunggu bukankah itu putri yang berhati lembut
"Leo, aku melukai kakiku jadi... Aku akan membiarkan kau menggendongku." Ucap putri Mancherie pada Leo dengan nada bicara manja "Dengan saya yang tuan putri juga tidak apa-apa..."
"Ah, itu dia! Permintaan putri yang egois!" Ujar Leo nampak kesal "Tidak bisakah kau menyembuhkan sendiri lukamu dengan kekuatanmu? Kau dulu selalu lebih cepat dengan kakimu, jadi ayo kita pergi sekarang!"
"Ya sudah aku tidak kemana-mana" ucap putri Mancherie ngambek
"Hah, sekarang dia ngambek!" Seru Leo
"Lagi pula aku tidak minta di selamatkan..." Ucap putri Mancherie
"Apa!? Apa maksudmu!!" Leo tampak kesal dengan tingkah putri Mancherie
"Ayolah lekas gendong dia dan pergi, kita sedang terburu-buru!" Seru Kabu sembari menjitak kepala Leo
"Itu sakit!!"
"Kau ini sangat egois, plin-plan, dan tak sabaran. Benar-benar putri yang merepotkan!" Ucap Leo kesal sembari menggendong putri Mancherie
"Ini punggung Leo" Ucap putri Mancherie dalam hati senang
"Ya ampun, sebodoh apa sih dia ini... Putri itu sangat baik pada orang lain." Ucap Kabu dalam hati melihat tingkah mereka berdua
"Tangkap para kurcaci itu!!" Seru para penjaga mencoba mengejar Leo dan yang lainnya
"Sangat... Disayangkan zamasu!! Tapi ini... Adalah berita besar....!! Aku... Harus.. Memberitahu tuan muda... Secepatnya zamasu... Kenyataan... Di balik Heal Heal Fruit yang rencananya akan di gunakan... Bahwa kekuatan penyembuhnya juga termasuk pemulihan sebagai ganti umur dari pemilik yang memendek!!" Ucap Jora yang masih tergeletak tak berdaya "Jadi meskipun sesuatu terjadi di pabrik Smile... Kami akan mengembalikannya."
"Pabrikya berada dalam bahaya zamasu!"
----- Komik One Piece Bahasa Indonesia -----
Pabrik Smile. Franky vs Senor Pink.
"Fraaanky..."
"Senor!! Tolong lindungi pabrik itu dengan nyawamu zamasu!!"
"Senor, hati-hati!!" Teriak para wanita pemuja Senor Pink
"Stroooooonggg!!!" Franky bersiap menyerang Senor Pink dengan tinjunya "HAMMEERRR!!!"
Senor Pink menyelam, berenang ke dalam lantai dengan kekuatannya.
"Franland!! Dia akan melakukanya lagi!!! Awas!!" Teriak para Tontatta
Senor berenang kearah Franky, Mencengkeramnya.
"SUPLEX!!!"
Senor Pink yang membanting Franky kebelakang membentur lantai membuat lantai itu hancur
"Uagh!!"
"Guh!!"
Franky memuntahkan darah dari dalam mulutnya
"Huff... Huff... Huff.. Huff... "
Franky dan Senor Pink menghela napas, berbaring kelelahan di atas lantai.
"Mereka berdua sudah mencapai batasnya!!" Ucap salah satu wanita pemuja Senor Pink
"Kau... Kau sebenarnya bisa menghindari serangan itu, Franland!! Dia sudah melakukan hal yang sama seperti itu padamu 30 kali berturut-turut!!! Kenapa..." Tanya para Tontatta pad Franky yang masih kelelahan
"Diam Tontatta!!!" Jawab Franky
"Huff... Huff..."
"Kenapa ini terjadi!? Senor Pink juga menerima 30 kali pukulan..." Ujar salah satu wanita penggila Senor dengan cemas
"Jika seseorang hendak menuangkan minuman untukmu di bar... Apa kau akan menyingkirkan gelasmu?!!" Ujar Franky mencoba bangkit
"Hah!? Jangan-jangan..." Sentak salah satu Tontatta "Dia mencoba menunjukkan kejantanannya..."
"Itulah mengapa aku takkan pernah menghindari semua seranganya!!! Aku pasti akan mengalahkannya!!" Ucap Franky "Dan aku akan menang!!! Seperti itulah gaya kuat ku!!!" Teriak franky kencang
"Tak peduli sesakit apapun, ini tetaplah pertempuran seorang pria!!! Aku pasti menang, tunggu dan lihat saja kalian!!"
Para Tontatta pun terdiam mendengarkan penuturan dari Franky
"Tak mungkin aku akan mebiarkan mereka menjadikan kalian budak lagi!!!"
"Owwww!! Fraland!!" Seru para Tontatta sembari meneteskan air mata
"Heh... Jangan pelit begitu cobalah buat aku mabuk nak! Kalau begitu jangan lupakan kata-kata itu!!!" Ucap Senor Pink "Aku sudah tidak muda lagi, jadi pastikan seranganmu berikutnya akan berguna!!"
"Tapi sebelum itu aku hanya ingin bilang... Senor!! Kau terlalu jauh!!" Seru para wanita pengidola Senor Pink
Franky hanya terdiam mendengarkan perkataan dari Senor Pink
"Kau mengerti apa yang ingin ku lakukan bukan?! Kau dengan percaya dirinya bilang akan menahan setiap seranganku... Pria sejati takkan menarik kata-katanya!!" Seru Senor Pink meendekati Franky dengan berenang melesat begitu cepat
"Jadi cobalah selamat dari yang satu ini!!!" Ucap Senor Pink "Dan jika kau masih bisa berdiri dari serangan ini... Itulah kekalahanku."
Senor Pink menerjang membawa tubuh Franky
"Aku akan menahan setiap seranganmu, apapun yang terjadi!!" Seru Franky menerima serangan yang akan dilancarkan Senor Pink "Jadi, ayo kemari!!"
Senor Pink menarik tubuh Franky dengan berenang, membawanya ke sebuah bangunan super tinggi.
"Wah, mereka berenang menaiki menara!!" Seru salah satu Tontatta
"Apa yang mereka lakukan?!"
Senor Pink membawa Franky melesat ke atas ujung menara
"Langit tidak terlihat indah hari ini, tapi... Kalau aku pergi lebih tinggi aku dapat menemui Lucien." Ucap Senor Pink membawa tubuh Franky
"Lucien?" Gumam Franky bertanya-tanya
"Aku punya putra yang bernama Gimlet, tapi... Ini memalukan karena ada grafitasi di sini..." Ujar Senor Pink
"Apa yang akan kau...!!" Ucap Franky yang di bawa di atas ketinggian, bersiap jatuh menghujam tanah.
"Cyborg! Aku percaya punggungmu terbuat dari daging!?" Ucap Senor Pink
"Jadi kau tahu...!!"
"Tutup lidahmu atau kau akan mengigit lidahmu sendiriii!!!"
"Woooaaaaah!!" Teriak Franky terjun bebas dengan posisi kepala di bawah
"Nyan Nyan Suplex!!!"
Senor Pink menjatuhkan dirinya bersama Franky
"BABY BUSTER!!!!!"
Mereka berdua menghantam lantai batu dengan sangat keras sampai-sampai lantai batu itu hancur
"Fraland!!" Teriak para Tontatta khawatir
Asap sampai mengepul dari tempat mereka berdua terjatuh. Franky diam tak bergerak, sementara Senor Pink dengan santai menghisap dot-nya menunggu reaksi Franky. Tapi Franky tak kunjung bergerak. Senor Pink pun berbalik merasa sudah menang.
Tetapi tiba-tiba Franky perlahan bangkit walau sudah babak-belur. Senor Pink menoleh dan terkejut melihat Franky kembali bangkit. Lantas Senor Pink memegang dahinya. "Yaaah... Kau berhasil..."
Lalu ia berdiri dengan kedua kakinya, tak lagi berenang. Berdiri layaknya seorang pria "Maafkan aku, tuan muda." Ucapnya dalam hati.
"FRANKY IRON BOXING!!!!"
Senor Pink menerima bertubi-tubi tinju dari Franky
"Setelah kupikir-pikir... Lucien..." Ucap Senor Pink dalam hati sambil masih terus menerima tinju dari Franky
Tontatta dan Fans Senor Pink sama-sama menangis melihat pertarungan tersebut
"Hari dimana aku bertemu denganmu... Dan hari dimana kau berhenti tertawa... Hujan turun dengan sangat deras di kedua hari itu..."
"Aku mengingatnya..."
----- Komik One Piece Bahasa Indonesia -----
Flashback tentang Senor Pink pun dimulai
Senor Pink masih belum berpenampilan seperti sekarang (dengan pakaian bayi), dengan setelan terbaiknya seperti biasa. Senor Pink sedang berteduh dilebatnya hujan yang turun, tiba-tiba seorang wanita ikut berteduh bersamanya.
"Kyaah! Lebat sekali hujannya yah...? Ahahaha" Kata si wanita itu sembari tertawa "Tapi aku suka hujan..."
"Apa yang paling kubenci? Bajak Laut! Aku benci mereka lebih dari apapun di dunia ini!" Ujarnya
"Apa pekerjaanmu?" Tanya si wanita kepada Senor Pink
"Uhhh... Bekerja di Bank..." Jawab Senor Pink gugup
"Banker yah...."
Mereka berdua akhirnya saling jatuh cinta dan melangsungkan pernikahan. Tidak berapa lama kemudian mereka dikaruniai seorang anak laki-laki.
"Nama apa yang cocok untuknya?" Tanya Lucien kepada suaminya
"Aku tahu... Gimlet!" Jawab Senor Pink
"Nama yang indah..." Ujar Lucien
Tanpa sepengetahuan Lucien, Senor Pink masih terus bekerja sebagai Bajak Laut bersama Donquixote Family. Ia meninggalkan mereka berdua sementara untuk urusan pekerjaan.
Hingga pada suatu hari...
Hujan turun lebat pada hari itu....
"Dari mana saja kau..!" Tanya Lucien kepada suaminya "Gimlet... Meninggal?"
Senor Pink pun terpaku, karangan bunga yang akan ia berikan kepada istrinya sampai terjatuh.
"Tepat seminggu yang lalu... Hari dimana kau tiba-tiba menghilang... Dia terserang demam tinggi... Aku membawanya ke Rumah Sakit... Tapi tidak ada gunanya..." Ucap Lucien sambil terus memandangi foto Gimlet
"Gimlet..." Gumam Senor Pink
Lalu seketika itu kemarahan Lucien memuncak... "Pembohong!" Teriak Lucien sembari berlinang air mata "Aku menelepon Bank!! Dan mereka bilang mereka tidak pernah punya karyawan seperti dirimu!!"
"Jadi apa yang sebenarnya kau lakukan? Dari mana kau mendapatkan semua uang ini? Bagaimana bisa kau menyebut dirimu seorang ayah!!?"
"Berhenti membodohiku!!!!"
Saking kesalnya Lucien menampar wajah Suaminya. Lucien langsung berlari keluar rumah dengan air mata menggenangi pipinya.
"Tunggu Lucien! Badainya belum reda!!" Senor Pink berusaha mengejar istrinya
"Jangan kau berani ikuti aku!!!" Teriak Lucien
Senor Pink hanya bisa terpaku memandangi istrinya pergi
"Tunggu, Lucien! Alasan kenapa aku tak memberitahumu segalanya..."
Senor Pink pun kemudian mencari-cari istrinya
"Lucien! Dimana kau?"
Lucien berada di dalam ruangan di sebuah Rumah Sakit. Karena sebuah kecelakaan yang menimpanya, nampak ia hanya diam tak mampu berkata-kata, tanpa ekspresi di wajahnya.
"Terjadi tanah longsor tepat diatas isterimu dan dia terperangkap dibawahnya... Tak ada lagi yang bisa kami lakukan..." Dokter menjelaskan yang terjadi pada Lucien
"Dia dalam kondisi vegetatif?" Tanya Senor Pink pada sang Dokter
"Ya. Dia sudah tidak bisa merespon lagi apa yang terjadi disekitarnya. Besar kemungkinan dia takkan pernah menunjukkan ekspresi lagi. Kami bahkan tidak tahu sampai kapan ia akan bertahan." Jawab si Dokter
Lucien hanya duduk di tempat tidur tanpa ekspresi. Pandangannya kosong, ekspresi yang ia tunjukkan hanya ekspresi kesedihan.
"Seandainya saja kau tidak bertemu orang sepertiku... Kau pasti masih..."
Batin Senor Pink tak kuasa menahan air matanya "Oooooh!!!!"
"Aku tak ingin kehilangan dirimu! Itulah kenapa aku tak pernah memberitahumu yang sebenarnya!!"
Hari demi hari, Senor Pink selalu mengunjungi istri tercintanya di Rumah Sakit dan mencoba mengajaknya berbicara.
"Aku ingin mendengarmu merespon..."
"Aku ingin mendengar suaramu..."
"Kumohon.... Sekali lagi saja... Aku ingin melihat senyummu..."
Suatu hari, Senor Pink berusaha membuat Lucien tertawa dengan mengenakan topi bayi.
"Lucien! Lihat! Aku menemukan topi milik Gimlet! Apa aku terlihat seperti dia? Dulu dia sangat mirip denganku! Ingat?"
"Maaf... Ini lelucon yang buruk... Jika ada yang melihatku seperti ini..." Gumam Senor Pink hendak melepas topi bayi tersebut
Akan tetapi Lucien tiba-tiba tersenyum.
Dan semenjak itu, Senor Pink mulai berpakaian seperti bayi. Dia terus mengunjungi Lucien dengan pakaian seperti itu. Bahkan ia mulai mengenakan popok. Seisi Rumah Sakit kaget melihat cara berpakaian Senor Pink yang aneh.
"Kyaaa!!"
"Hah? Pink-san?"
Senor Pink terus membawakan bunga untuk Lucien. Dokter dan perawat keheranan dibuatnya. Kemanapun Senor Pink pergi, ia selalu berpakaian seperti bayi. Cerutu yang biasa ia hisap, kini telah digantikan oleh dot bayi.
"Kau tak boleh menertawainya!!" Ujar seseorang yang berusaha memperingatkan yang lain ketika tertawa melihat Senor Pink
"Dia kehilangan putranya... Dan istrinya mengalami kecelakaan setelahnya... Itu cukup membuat hati pria manapun hancur!!" Tutur orang-orang yang melihat Senor Pink berpakaian aneh
Bahkan ketika ia kembali ke Donquixote Family, ia tetap berpakaian seperti itu. Sampai ia ditertawai habis-habisan oleh rekan-rekannya.
"Uhahahaha!! Pink! Selera fashionmu benar-benar payah!! Apa yang terjadi padamu?" Tanya Diamante kepada Senor Pink
Dan ketika ia berjalan-jalan keluar. Orang-orang disekitarnya selalu menertawainya.
"Lihat!! Itu si Hentai!! Awas minggir!! Hentai datang!! Ewww! Menjijikan!!!"
"Bagiku, Lucien... Ini lebih bernilai dari semua pakaian mahal yang kupunya..." Ujarnya pada Lucien yang masih saja tersenyum simpul tanpa ekspresi dengan pandangan kosong
"Karena saat aku mengenakan pakaian ini... Kau jadi bisa tersenyum untukku..."
----- Komik One Piece Bahasa Indonesia -----
Senor Pink terpental terkena tinju Franky, membuatnya banyak mengeluarkan darah.
"KYAAA!!" Teriak salah seorang wanita fans Senor Pink tak kuasa melihatnya
"Senoooor!!"
"Fralaaand!!"
Franky akhirnya mengakhiri pertarungannya dengan Senor Pink
"Haaa... Haaa... Sayang sekali... Sebenarnya apa yang telah kau kenang? Yang membuatmu menangis seperti itu, Brother!" Ucap Franky sembari menyentuh dadanya
Terlihat air mata Franky membasahi mata Senor Pink yang terpejam. Franky mengusap air matanya yang membasahi wajah Senor Pink dengan tangannya. Franky berjalan meninggalkan Senor Pink yang sudah kalah.
"Jika suatu saat kita bertemu lagi... Ceritakan padaku... Bersama segelas atau dua gelas minuman... Kisah tentang Lucien mu itu." Ucap Franky sembari berlalu
"Senooor!!" Mereka para bawahan Senor Pink mulai mengerumuni Senor Pink
Sementara para Tontatta mengikuti Franky dari belakang dengan gembira "Fraland!!!"
Pabrik SMILE. Pemenang pertarungan: FRANKY!!
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar