Semua berlalu begitu saja, dan
tanpa ia sadari Robin kini telah
pingsan.
"Ada apa didalam
tasnya??"
: mahluk-mahluk
aneh mengerumuni tubuh
Robin.
"Sebuah buku, notebook, pakaian, dan
sebuah denden mushi!!"
: Ucap yang lainnya.
"Hmm, pakaiannya
kelihatannya mencurigakan,
ayo kita seilidiki!!"
: kini
mereka menyelidiki tubuh
Robin di saat dirinya masih
belum juga sadarkan diri.
"Cari semua senjata yang ia
sembunyikan!!"
: perintah salah
seorang dari mereka.
"Di titik C tak ada apa-apa!!"
:
lapor salah seorang dari
mereka
"Di titik A juga tak ada apa-
apa!!"
: lapor yang lain.
"Kelihatannya juga dia tak
menyembunyikan apapun di
titik B.."
: ucap mahluk yang
baru saja keluar dari balik bra
Robin.
"!!"
: saat itulah tiba-tiba
saja Robin membuka matanya.
Robin akhirnya
tersadar dari pingsannya.
Robin benar-benar kaget
semenjak pertama ia
membuka matanya.
Tak
hanya mendapati dirinya
terikat oleh semacam perekat
seperti itu di tanah, di sekekelilingnya juga telah
bersiaga mahluk-mahluk
super kecil yang bisa dibilang
semacam manusia serangga.
Mungkin ukuran mereka
cuma sebesar buah mangga.
"Gyaaa!! Dia bangun!!
Bersiaplah teman-teman!!!"
:
ucap salah seorang manusia
kerdil.
"Manusia besar itu
bangun!!"
: teriak yang lain.
"Ukhh.."
: Robin berusaha
untuk mengangkat kepalanya
namun bahkan
rambutnyapun ikut terjerat
dan tertempel di tanah.
"Apa-
apaan ini.."
: Robin benar-benar tak mengerti.
"Jangan mencoba untuk
melarikan diri!!"
: bentak salah
seorang manusia kerdil yang
kini berdiri di sela-sela dada
Robin, sambil membawa
pistol besar ukuran manusia normal.
"Kau harus tetap diam
seperti itu, kau itu orang
jahat, kan!??"
: bentaknya lagi.
Ternyata, mereka adalah
orang-orang kerdil yang
merupakan bagian dari suku
Tontatta, dan lelaki Tontatta
yang berada di depan Robin
itu bernama Leo, seorang ksatria.
"Orang-orang kerdil... apakah
ini negeri mereka??"
: dalam
hati Robin bertanya-tanya.
"Berhati-hatilah, semuanya.."
:
ucap orang Tontatta yang
lehernya diperban. Tampaknya dia baru saja
mengalami luka.
"Waktu itu, dia memunculkan
tangan-tangan bagaikan
bunga tepat di bawah kakiku.
Lalu, aku tak bisa melakukan
apapun!!"
: ternyata orang
yang terluka itu adalah mahluk yang di chapt er
sebelumnya ditangkap oleh
Robin.
Waktu itu, Robin memang
berhasil menangkapnya dan
kemudian bertanya,
"Apa
kalian yang telah merampas
pakaian para angkata laut
itu!??"
: Kab-san, yaitu mahluk yang tertangkap itu malah
berteriak,
"Kita berhasil
dilihat!!"
"Hei Robin!!"
: Usopp waktu itu
berlari mendekat.
"Apa yang
kau maksud dengan orang
ker..."
: belum sempat
menyelesaikan kata-katanya
tiba-tiba rekan-rekan Kab-san melancarkan serangan,
"Tranquiliser Flowers!!"
: Gas tidur pun menyebar
hingga kemudian Robin
pingsan. Dan kemudian, di
sinilah dia, terbaring di tengah
kepungan orang-orang
Tontatta.
"Mereka menggunakan gas
tidur atau semacamnya,
kuharap Usopp baik-baik
saja.."
: ucap Robin dalam hati.
"Kurasa aku masih bisa
menggunakan kekuatanku, tapi kelihatannya itu tak akan
berguna saat ini.."
: pikirnya.
Dalam keadaan masih
terbaring begitu, Robin
bertanya,
"Apakah ini...
ada di
bawah Green Bit??"
"Ya. Tempat ini berada di
bawah hutan agung yang
orang-orang kami ciptakan.
Tak ada tanaman yang tak
bisa kami tanam!!
Ini adalah
negeri kami, kerajaan Tontatta!!"
: jelas Leo.
"Percuma saja kalau kau mau
meloloskan diri.
Aku telah
menjahitmu di tanah dengan
sihir Nui Nui milikku.
Mereka
yang telah melihat kami
orang-orang Tontatta tak akan kami biarkan kembali
hidup-hidup!!"
: ucap Leo lagi.
"A-apa... maaf, aku hanya
tertarik dengan kalian, itu
saja.."
: ucap Robin.
"Aku tak
bermaksud untuk menyakiti
kalian, aku juga tak akan
mengatakan pada siapapun kalau aku melihat kalian.."
:
jelasnya.
"Pembohong!!
Memangnya
kau pikir kami akan percaya
dengan kata-kata seperti
itu!??"
: bentak leo.
"Sungguh, aku berkata jujur.."
:
ucap Robin lagi. Dan,
"Yah,
kalau kau berkata jujur
berarti tak masalah.."
: tiba-tiba
saja Leo percaya dengan
perkataan Robin.
"Haha, syukurlah, padahal
kukira dia orang jahat.."
: ucap
orang Tontatta lainnya.
Mereka percaya begitu saja
pada Robin dan bahkan
jahitan yang menahan tubuh Robin pun telah mereka lepas.
"Ini, kaca matamu.."
: bahkan
kacamata Robin pun
dikembalikan.
"Terimakasih.." ucap Robin.
"Kenapa mereka
mudah sekali mempercayai
seseorang??"
: Robin bertanya-
tanya dalam hati.
Kemudian, raja mereka
datang.
"Raja Tonta-sama!!
ternyata dia ini orang baik.."
: lapor
salah seorang warganya.
"Apa!??
Mana mungkin!!??"
: Raja Tonta tak percaya begitu saja.
"Tapi, dia bilang sendiri
kalau dia itu baik.."
: ucap
warga itu lagi.
"Apa!??
Baiklah kalau begitu.."
: ucap si
raja.
"Ada apa dengan orang-orang
ini!??"
: Robin masih terus
bertanya-tanya.
"Perkenalkan, namaku
Gancho,
aku adalah Raja Tonta
dari Kerajaan Tontatta ini.."
:
sang raja memperkenalkan
diri.
"Yah, jarang-jarang kami
bisa melihat manusia besar sedekat ini.."
: ucap raja.
"!!!"
: Robin kaget saat melihat
ke arah jam yang dibawanya.
"Oh tidak!!
Hampir jam tiga!!"
: tinggal beberapa menit lagi
sebelum jarum panjang
menunjuk di angka dua belas.
"Ada apa??"
: tanya Raja.
"Aku
harus menghubungi Law.."
:
jelas Robin.
"Gancho-san,
dimana denden mushi
kecilku??"
: tanya Robin.
"Ah, kami sudah melepasnya
ke alam liar.."
: jelas salah
seorang warga.
"Ah, tak
masalah..
Kalau begitu,
beritahu aku jalan
keluarnya.."
: ucap Robin.
"Tunggu!!"
: cegat Leo.
"Sebelum itu, sebagai orang
baik kau harus menyerahkan
senjata pada kami!!
Itulah
peraturannya!! Kalau tidak,
kami akan mengambil paksa semua pakaianmu!!"
: lanjutnya.
"Tapi.. aku tak membawa
senjata apapun.."
: ucap Robin.
"Kalau begitu, kami tak punya
pilihan lain selain merampas
pakaianmu!!"
: Leo pun melesat
untuk segera melepas baju Robin.
Sampai tiba-tiba,
seorang warga datang dan
berteriak,
"Jangan lakukan
itu!!"
: Mendengar teriakannya, Leo
pun berhenti.
"Ada apa,
Flapper!??"
: tanya leo.
"Manusia besar ini adalah
temannya si pahlawan!!"
: jelas
warga bernama Flapper itu.
"Apa!?? Pahlawan!??
Maksudmu.."
"Ya!! lelaki yang juga kita
tangkap tadi, ternyata dia itu
pahlawan legendaris yang
muncul untuk menolong
kita!!"
: jelas Flapper.
"Apa!??
hebat!!!!"
: ucap heboh Leo.
"Luar biasa!!"
: teriak yang lain.
"Usopp.. kebohongan apa
yang sudah kau katakan pada
mereka??"
: ucap Robin dalam
hati. Tapi setidaknya, berkat
itu pakaiannya tak jadi
dilucuti.
Di sisi Zoro, kota pelabuhan
Akacia, Dressrosa, tampak ia
telah berhasil mendapatkan
pedangnya dan kini berlari.
"Kanan!! Kubilang kanan!!"
:
teriak suara misterius.
"Diam!! Aku sedang terburu-buru!!"
: teriak Zoro.
"Kenapa kau malah belok ke
kiri!??"
: bentak si suara
misterius lagi.
"Mama.. orang itu bicara
sendiri.."
: ucap anak kecil yang
kebetulan melihat Zoro
berlari.
"Jangan pedulikan
dia.."
: ucap si ibu.
Tak ada yang tahu kalau
sebenarnya Zoro bersama
dengan seseorang.
Ya, mahluk
yang telah mencuri
pedangnya, yang ternyata
juga berasal dari suku orang kerdil Tontatta.
Pantas saja.
"Ini semua salahmu!!! Kita
harus cepat menuju taman
bunga!!"
: teriak si mahluk
kerdil yang bersembunyi di
balik leher baju Zoro.
"Aku
tahu itu, jangan banyak bicara!!"
: teriak Zoro sambil
terus berlari.
Zoro menangkap mahluk
kerdil itu belum lama ini, dan
saat tercengkram oleh tangan
Zoro, mahluk itu terlihat
begitu pasrah.
"Aku benar-
benar menyedihkan!! Bodoh, idiot!!
Aku tahu kalau suatu
hari nanti ini pasti akan
terjadi!!"
: ucapnya sambil
menangis.
"Jadi ini... peri yang
dibicarakan itu??"
: ucap Zoro.
"Apa kau mainan??"
: Zoro
bertanya.
"Aku bukan
mainan!! Namaku Wicca, dari
suku Tontatta!! Kumohon jangan katakan pada siapapun
kalau kau melihatku..."
: mahluk itu memohon-mohon
sambil menangis-nangis.
Keadaan mahluk itu semakin
memperihatinkan saat dia
menyadari kalau dia tak bisa
berjalan.
"kenapa ini??
Kaki ku
keseleo..
uhk.. aku benar-
benar menyedihkan, menyedihkan!!"
: ucapnya
sambil memukul-mukul lantai
sampai hancur.
"Kekuatan macam apa itu...
lantainya hancur.."
: ucap Zoro.
"Aku mengandalkanmu!!"
:
ucap Wicca ke Zoro.
"Kumohon bawa aku ke
tempat komandan berada!!
Harus kukatakan,
bagaimanapaun, semua ini salahmu!!"
: Ucap Wicca.
"Itu karena kau mencuri
pedangku.."
: ucap Zoro kesal.
"Kami adalah manajer hijau
dari tanah ini!!"
: ucap Wicca.
"Manusia besar di negeri ini
menyebut kami dengan
sebutan peri, dan memberikan
kami berbagai macam hal!!
Aku sedang terburu-buru!!
Aku berasal dari tim
pengintai!!
Aku harus
melaporkan informasi tentang
keluarga Donquixote pada
komandan!!
Ini adalah kesempatan kami!!
Aku
melihat keluarga Donquixote
telah menyerang kapal Bajak
Laut Topi Jerami!!"
: Zoro kaget saat mendengar
penjelasan tersebut.
"Kyaa!!! Aku benar-benar
menyedihkan,
aku sudah
membocorkan semua
informasiku..."
: Wicca kembali
menggeprak-geprak lantai.
"hei, apa yang kau katakan itu benar??
Aku juga anggota
Topi Jerami!!"
: jelas Zoro.
"Kyaa!! aku benar-benar
menyedihkan,
menyedihkan!!"
: Wicca terus
saja memukul-mukul lantai.
"Berhenti menghancurkan
benda-benda!!"
: teriak Zoro.
"Oh!! Dan yang terpenting,
mereka diserang, aku harus
kembali ke Sunny!!!"
: Zoro
berlari.
"Tunggu!!"
: teriak Wicca.
"Bawa aku ke taman bunga,
maka aku akan mengantarmu
menuju pantai!!"
: tawarnya.
"Mustahil, aku akan pergi
sekarang juga!!"
: ucap Zoro.
"Tapi arahmu itu salah!! Kau
tak tahu jalan, kan, bodoh!??"
: Atas berbagai pertimbangan
akhirnya Zoro pun menerima
tawaran dari mahluk itu.
Dan
disinilah ia sekarang, berlari
bersama si mahluk yang telah
memberitahunya jalan yang benar, tapi Zoro selalu saja tak
bisa memanfaatkannya.
"Dengan kata lain, rekan-
rekan Doflamingo telah
mengawasi kami sepanjang
waktu??"
: tanya Zoro.
"Benar!! Aku melihatnya
sendiri!!"
: ucap si orang kerdil.
"Apa kalian juga punya
hubungan dengan
Doflamingo??"
: Tanya Zoro lagi.
"Y-ya... ah!! Itu rahasia!!"
: ucap
si Wicca.
"Sial.. jadi bukan cuma yang di
kapal yang dalam bahaya, tapi
kami semua juga.."
: Zoro terus
berlari.
"Aku tak punya
dendenmushi, jadi aku tak
bisa memberitahu mereka.."
: ucap Zoro.
"hei, apa kita belum
sampai juga??"
: Tanya Zoro.
"Di sana naik ke tangga itu!!"
: Wicca menunjuk ke arah
tangga.
Tapi, Zoro tetap lurus.
"Kubilang naik ke tangga
woi!! apa kau bodoh, hah!??"
: Sewot Wicca.
"Diam!!"
: bentak Zoro.
Sementara itu di kolesium
Corrida, pertandingan di blok
C akan segera dimulai.
Pertandingan yang terdiri dari
banyak veteran akan segera
dimulai, para peserta bahkan telah mulai memasuki arena.
"Tentunya, ini dia tiga peserta
favorit dari Kano..."
sementara panitia mulai
mengumumkan, tampak
Rebecca si gladiator wanita
sedang berdiri murung di
depan sebuah jendela.
"Tunggu, tuan kera!!"
:
terdengar suara anak kecil
mengejar-ngejar mainan
berbentuk kera di luar sana.
Dari yang murung sambil
menatap sesuati, Rebecca jadi tersenyum setelah melihat
anak itu.
"Taman bunga apa? Hei!!"
:
selanjutnya tampak juga
Franky yang menggendong si
boneka tentara melewati
tempat itu.
"Diam dan terus
saja berjalan!! Kita akan membicarakannya di sana!!"
: ucap si boneka tentara.
"Kita
tak boleh terlihat oleh polisi!!"
:
ucapnya lagi.
"kau itu tentara,
kan??"
: ucap Zoro.
Dari tempatnya, rebecca
tampak kaget saat melihat si
tentara.
"Tuan tentara!!"
:
teriaknya.
"Rebecca..."
: si boneka tentara
memasang wajah yang seolah-olah tak mau
menemuinya.
"Aku melihat daftarnya di
dalam... jadi kau juga ikut
berpartisipasi ya...
hiks... aku...
aku juga akan melakukannya
kau tahu!!?
Aku akan
memenangkan turnamen ini!!
Tuan tentara!!"
: teriak Rebecca
sambil menangis, dengan
memasang wajah yang mirip
seseorang yang ingin
membuktikan pada
mantannya kalau dia bisa.
"Dan kemudian..."
: Rebecca
masih menangis, sementara si
tentara masih tampak tak
terlalu mempedulikannya,
seolah-olah ingin berkata pada
Franky,
"Sudah sudah, jangan hiraukan, jalan terus.."
"Dan kemudian setelahnya,,,
ayo kita hidup bersama!!!!"
: teriak Rebecca, masih dengan
sambil bergelimang air mata.
Akhirnya, si tentara
menjawabnya,
"Ksatria yang cengeng tak akan bisa
memenangkan turnamen!!
Franky, cepat.."
"Hei, apa benar ini tak apa-
apa??
Dia menangis.."
: ucap
Franky.
"Itulah kenapa
kubilang kau harus cepat.."
:
ucap si boneka.
"Bahkan..
mainanpun memiliki sesuatu yang ingin dilindungi...
meski... air mata tak akan
keluar dari mata mainan ini.."
: Lanjutnya.
Di pantai Selatan Green Bit,
tampak Law dan Caesar telah
siap, menunggu kedatangan
Doflamingo seperti yang telah
dijanjikan.
Waktu sebelum
tepat jam tiga adalah tinggal dua menit lagi.
"Hei Law!! Ini Sanji!!"
: tiba-tiba
saja Sanji menghubungi Law
dengan dendenmushi.
"kaki
hitam.. apa kau sudah
menemukan pabriknya??"
: tanya law.
"Ini bukan waktunya untuk
membicarakan itu!!"
: ucap
Sanji.
"Dengarkan aku, kalian
harus segera pergi dari tempat
itu!!"
: Sanji ingin mereka pergi.
"Apa yang kau bicarakan??
Kita telah memiliki Caesar
sekarang.."
: ucap Law.
"Doflamingo sama sekali tidak
keluar dari Shichibukai!!!"
: jelas
Sanji.
"Eeh!??"
: Law tentu saja
kaget.
"Meskipun sekarang kau
telah memiliki Caesar, namun
tak akan ada kesepakatan apapun!!
Kita benar-benar
telah ditipu!!"
"Hei, aku tak mengerti, apa
sebenarnya yang terjadi!??"
"Aku akan menjelaskannya
nanti, sekarang cepat pergi
dari pulau itu!!"
: teriak Sanji.
"Cepat!!"
: teriaknya lagi.
"Bodoh... sudah terlambat.."
:
ucap Law.
Pasukan angkatan laut di
bawah pimpinan sang
Admiral tampak telah
mendekat, bersamaan dengan
Doflamingo yang
kelihatannya masih berhubungan dengan
angkatan laut.
Law terjebak.
Versi Teks Oleh : www.beelzeta.com
tanpa ia sadari Robin kini telah
pingsan.
"Ada apa didalam
tasnya??"
: mahluk-mahluk
aneh mengerumuni tubuh
Robin.
"Sebuah buku, notebook, pakaian, dan
sebuah denden mushi!!"
: Ucap yang lainnya.
"Hmm, pakaiannya
kelihatannya mencurigakan,
ayo kita seilidiki!!"
: kini
mereka menyelidiki tubuh
Robin di saat dirinya masih
belum juga sadarkan diri.
"Cari semua senjata yang ia
sembunyikan!!"
: perintah salah
seorang dari mereka.
"Di titik C tak ada apa-apa!!"
:
lapor salah seorang dari
mereka
"Di titik A juga tak ada apa-
apa!!"
: lapor yang lain.
"Kelihatannya juga dia tak
menyembunyikan apapun di
titik B.."
: ucap mahluk yang
baru saja keluar dari balik bra
Robin.
"!!"
: saat itulah tiba-tiba
saja Robin membuka matanya.
Robin akhirnya
tersadar dari pingsannya.
Robin benar-benar kaget
semenjak pertama ia
membuka matanya.
Tak
hanya mendapati dirinya
terikat oleh semacam perekat
seperti itu di tanah, di sekekelilingnya juga telah
bersiaga mahluk-mahluk
super kecil yang bisa dibilang
semacam manusia serangga.
Mungkin ukuran mereka
cuma sebesar buah mangga.
"Gyaaa!! Dia bangun!!
Bersiaplah teman-teman!!!"
:
ucap salah seorang manusia
kerdil.
"Manusia besar itu
bangun!!"
: teriak yang lain.
"Ukhh.."
: Robin berusaha
untuk mengangkat kepalanya
namun bahkan
rambutnyapun ikut terjerat
dan tertempel di tanah.
"Apa-
apaan ini.."
: Robin benar-benar tak mengerti.
"Jangan mencoba untuk
melarikan diri!!"
: bentak salah
seorang manusia kerdil yang
kini berdiri di sela-sela dada
Robin, sambil membawa
pistol besar ukuran manusia normal.
"Kau harus tetap diam
seperti itu, kau itu orang
jahat, kan!??"
: bentaknya lagi.
Ternyata, mereka adalah
orang-orang kerdil yang
merupakan bagian dari suku
Tontatta, dan lelaki Tontatta
yang berada di depan Robin
itu bernama Leo, seorang ksatria.
"Orang-orang kerdil... apakah
ini negeri mereka??"
: dalam
hati Robin bertanya-tanya.
"Berhati-hatilah, semuanya.."
:
ucap orang Tontatta yang
lehernya diperban. Tampaknya dia baru saja
mengalami luka.
"Waktu itu, dia memunculkan
tangan-tangan bagaikan
bunga tepat di bawah kakiku.
Lalu, aku tak bisa melakukan
apapun!!"
: ternyata orang
yang terluka itu adalah mahluk yang di chapt er
sebelumnya ditangkap oleh
Robin.
Waktu itu, Robin memang
berhasil menangkapnya dan
kemudian bertanya,
"Apa
kalian yang telah merampas
pakaian para angkata laut
itu!??"
: Kab-san, yaitu mahluk yang tertangkap itu malah
berteriak,
"Kita berhasil
dilihat!!"
"Hei Robin!!"
: Usopp waktu itu
berlari mendekat.
"Apa yang
kau maksud dengan orang
ker..."
: belum sempat
menyelesaikan kata-katanya
tiba-tiba rekan-rekan Kab-san melancarkan serangan,
"Tranquiliser Flowers!!"
: Gas tidur pun menyebar
hingga kemudian Robin
pingsan. Dan kemudian, di
sinilah dia, terbaring di tengah
kepungan orang-orang
Tontatta.
"Mereka menggunakan gas
tidur atau semacamnya,
kuharap Usopp baik-baik
saja.."
: ucap Robin dalam hati.
"Kurasa aku masih bisa
menggunakan kekuatanku, tapi kelihatannya itu tak akan
berguna saat ini.."
: pikirnya.
Dalam keadaan masih
terbaring begitu, Robin
bertanya,
"Apakah ini...
ada di
bawah Green Bit??"
"Ya. Tempat ini berada di
bawah hutan agung yang
orang-orang kami ciptakan.
Tak ada tanaman yang tak
bisa kami tanam!!
Ini adalah
negeri kami, kerajaan Tontatta!!"
: jelas Leo.
"Percuma saja kalau kau mau
meloloskan diri.
Aku telah
menjahitmu di tanah dengan
sihir Nui Nui milikku.
Mereka
yang telah melihat kami
orang-orang Tontatta tak akan kami biarkan kembali
hidup-hidup!!"
: ucap Leo lagi.
"A-apa... maaf, aku hanya
tertarik dengan kalian, itu
saja.."
: ucap Robin.
"Aku tak
bermaksud untuk menyakiti
kalian, aku juga tak akan
mengatakan pada siapapun kalau aku melihat kalian.."
:
jelasnya.
"Pembohong!!
Memangnya
kau pikir kami akan percaya
dengan kata-kata seperti
itu!??"
: bentak leo.
"Sungguh, aku berkata jujur.."
:
ucap Robin lagi. Dan,
"Yah,
kalau kau berkata jujur
berarti tak masalah.."
: tiba-tiba
saja Leo percaya dengan
perkataan Robin.
"Haha, syukurlah, padahal
kukira dia orang jahat.."
: ucap
orang Tontatta lainnya.
Mereka percaya begitu saja
pada Robin dan bahkan
jahitan yang menahan tubuh Robin pun telah mereka lepas.
"Ini, kaca matamu.."
: bahkan
kacamata Robin pun
dikembalikan.
"Terimakasih.." ucap Robin.
"Kenapa mereka
mudah sekali mempercayai
seseorang??"
: Robin bertanya-
tanya dalam hati.
Kemudian, raja mereka
datang.
"Raja Tonta-sama!!
ternyata dia ini orang baik.."
: lapor
salah seorang warganya.
"Apa!??
Mana mungkin!!??"
: Raja Tonta tak percaya begitu saja.
"Tapi, dia bilang sendiri
kalau dia itu baik.."
: ucap
warga itu lagi.
"Apa!??
Baiklah kalau begitu.."
: ucap si
raja.
"Ada apa dengan orang-orang
ini!??"
: Robin masih terus
bertanya-tanya.
"Perkenalkan, namaku
Gancho,
aku adalah Raja Tonta
dari Kerajaan Tontatta ini.."
:
sang raja memperkenalkan
diri.
"Yah, jarang-jarang kami
bisa melihat manusia besar sedekat ini.."
: ucap raja.
"!!!"
: Robin kaget saat melihat
ke arah jam yang dibawanya.
"Oh tidak!!
Hampir jam tiga!!"
: tinggal beberapa menit lagi
sebelum jarum panjang
menunjuk di angka dua belas.
"Ada apa??"
: tanya Raja.
"Aku
harus menghubungi Law.."
:
jelas Robin.
"Gancho-san,
dimana denden mushi
kecilku??"
: tanya Robin.
"Ah, kami sudah melepasnya
ke alam liar.."
: jelas salah
seorang warga.
"Ah, tak
masalah..
Kalau begitu,
beritahu aku jalan
keluarnya.."
: ucap Robin.
"Tunggu!!"
: cegat Leo.
"Sebelum itu, sebagai orang
baik kau harus menyerahkan
senjata pada kami!!
Itulah
peraturannya!! Kalau tidak,
kami akan mengambil paksa semua pakaianmu!!"
: lanjutnya.
"Tapi.. aku tak membawa
senjata apapun.."
: ucap Robin.
"Kalau begitu, kami tak punya
pilihan lain selain merampas
pakaianmu!!"
: Leo pun melesat
untuk segera melepas baju Robin.
Sampai tiba-tiba,
seorang warga datang dan
berteriak,
"Jangan lakukan
itu!!"
: Mendengar teriakannya, Leo
pun berhenti.
"Ada apa,
Flapper!??"
: tanya leo.
"Manusia besar ini adalah
temannya si pahlawan!!"
: jelas
warga bernama Flapper itu.
"Apa!?? Pahlawan!??
Maksudmu.."
"Ya!! lelaki yang juga kita
tangkap tadi, ternyata dia itu
pahlawan legendaris yang
muncul untuk menolong
kita!!"
: jelas Flapper.
"Apa!??
hebat!!!!"
: ucap heboh Leo.
"Luar biasa!!"
: teriak yang lain.
"Usopp.. kebohongan apa
yang sudah kau katakan pada
mereka??"
: ucap Robin dalam
hati. Tapi setidaknya, berkat
itu pakaiannya tak jadi
dilucuti.
Di sisi Zoro, kota pelabuhan
Akacia, Dressrosa, tampak ia
telah berhasil mendapatkan
pedangnya dan kini berlari.
"Kanan!! Kubilang kanan!!"
:
teriak suara misterius.
"Diam!! Aku sedang terburu-buru!!"
: teriak Zoro.
"Kenapa kau malah belok ke
kiri!??"
: bentak si suara
misterius lagi.
"Mama.. orang itu bicara
sendiri.."
: ucap anak kecil yang
kebetulan melihat Zoro
berlari.
"Jangan pedulikan
dia.."
: ucap si ibu.
Tak ada yang tahu kalau
sebenarnya Zoro bersama
dengan seseorang.
Ya, mahluk
yang telah mencuri
pedangnya, yang ternyata
juga berasal dari suku orang kerdil Tontatta.
Pantas saja.
"Ini semua salahmu!!! Kita
harus cepat menuju taman
bunga!!"
: teriak si mahluk
kerdil yang bersembunyi di
balik leher baju Zoro.
"Aku
tahu itu, jangan banyak bicara!!"
: teriak Zoro sambil
terus berlari.
Zoro menangkap mahluk
kerdil itu belum lama ini, dan
saat tercengkram oleh tangan
Zoro, mahluk itu terlihat
begitu pasrah.
"Aku benar-
benar menyedihkan!! Bodoh, idiot!!
Aku tahu kalau suatu
hari nanti ini pasti akan
terjadi!!"
: ucapnya sambil
menangis.
"Jadi ini... peri yang
dibicarakan itu??"
: ucap Zoro.
"Apa kau mainan??"
: Zoro
bertanya.
"Aku bukan
mainan!! Namaku Wicca, dari
suku Tontatta!! Kumohon jangan katakan pada siapapun
kalau kau melihatku..."
: mahluk itu memohon-mohon
sambil menangis-nangis.
Keadaan mahluk itu semakin
memperihatinkan saat dia
menyadari kalau dia tak bisa
berjalan.
"kenapa ini??
Kaki ku
keseleo..
uhk.. aku benar-
benar menyedihkan, menyedihkan!!"
: ucapnya
sambil memukul-mukul lantai
sampai hancur.
"Kekuatan macam apa itu...
lantainya hancur.."
: ucap Zoro.
"Aku mengandalkanmu!!"
:
ucap Wicca ke Zoro.
"Kumohon bawa aku ke
tempat komandan berada!!
Harus kukatakan,
bagaimanapaun, semua ini salahmu!!"
: Ucap Wicca.
"Itu karena kau mencuri
pedangku.."
: ucap Zoro kesal.
"Kami adalah manajer hijau
dari tanah ini!!"
: ucap Wicca.
"Manusia besar di negeri ini
menyebut kami dengan
sebutan peri, dan memberikan
kami berbagai macam hal!!
Aku sedang terburu-buru!!
Aku berasal dari tim
pengintai!!
Aku harus
melaporkan informasi tentang
keluarga Donquixote pada
komandan!!
Ini adalah kesempatan kami!!
Aku
melihat keluarga Donquixote
telah menyerang kapal Bajak
Laut Topi Jerami!!"
: Zoro kaget saat mendengar
penjelasan tersebut.
"Kyaa!!! Aku benar-benar
menyedihkan,
aku sudah
membocorkan semua
informasiku..."
: Wicca kembali
menggeprak-geprak lantai.
"hei, apa yang kau katakan itu benar??
Aku juga anggota
Topi Jerami!!"
: jelas Zoro.
"Kyaa!! aku benar-benar
menyedihkan,
menyedihkan!!"
: Wicca terus
saja memukul-mukul lantai.
"Berhenti menghancurkan
benda-benda!!"
: teriak Zoro.
"Oh!! Dan yang terpenting,
mereka diserang, aku harus
kembali ke Sunny!!!"
: Zoro
berlari.
"Tunggu!!"
: teriak Wicca.
"Bawa aku ke taman bunga,
maka aku akan mengantarmu
menuju pantai!!"
: tawarnya.
"Mustahil, aku akan pergi
sekarang juga!!"
: ucap Zoro.
"Tapi arahmu itu salah!! Kau
tak tahu jalan, kan, bodoh!??"
: Atas berbagai pertimbangan
akhirnya Zoro pun menerima
tawaran dari mahluk itu.
Dan
disinilah ia sekarang, berlari
bersama si mahluk yang telah
memberitahunya jalan yang benar, tapi Zoro selalu saja tak
bisa memanfaatkannya.
"Dengan kata lain, rekan-
rekan Doflamingo telah
mengawasi kami sepanjang
waktu??"
: tanya Zoro.
"Benar!! Aku melihatnya
sendiri!!"
: ucap si orang kerdil.
"Apa kalian juga punya
hubungan dengan
Doflamingo??"
: Tanya Zoro lagi.
"Y-ya... ah!! Itu rahasia!!"
: ucap
si Wicca.
"Sial.. jadi bukan cuma yang di
kapal yang dalam bahaya, tapi
kami semua juga.."
: Zoro terus
berlari.
"Aku tak punya
dendenmushi, jadi aku tak
bisa memberitahu mereka.."
: ucap Zoro.
"hei, apa kita belum
sampai juga??"
: Tanya Zoro.
"Di sana naik ke tangga itu!!"
: Wicca menunjuk ke arah
tangga.
Tapi, Zoro tetap lurus.
"Kubilang naik ke tangga
woi!! apa kau bodoh, hah!??"
: Sewot Wicca.
"Diam!!"
: bentak Zoro.
Sementara itu di kolesium
Corrida, pertandingan di blok
C akan segera dimulai.
Pertandingan yang terdiri dari
banyak veteran akan segera
dimulai, para peserta bahkan telah mulai memasuki arena.
"Tentunya, ini dia tiga peserta
favorit dari Kano..."
sementara panitia mulai
mengumumkan, tampak
Rebecca si gladiator wanita
sedang berdiri murung di
depan sebuah jendela.
"Tunggu, tuan kera!!"
:
terdengar suara anak kecil
mengejar-ngejar mainan
berbentuk kera di luar sana.
Dari yang murung sambil
menatap sesuati, Rebecca jadi tersenyum setelah melihat
anak itu.
"Taman bunga apa? Hei!!"
:
selanjutnya tampak juga
Franky yang menggendong si
boneka tentara melewati
tempat itu.
"Diam dan terus
saja berjalan!! Kita akan membicarakannya di sana!!"
: ucap si boneka tentara.
"Kita
tak boleh terlihat oleh polisi!!"
:
ucapnya lagi.
"kau itu tentara,
kan??"
: ucap Zoro.
Dari tempatnya, rebecca
tampak kaget saat melihat si
tentara.
"Tuan tentara!!"
:
teriaknya.
"Rebecca..."
: si boneka tentara
memasang wajah yang seolah-olah tak mau
menemuinya.
"Aku melihat daftarnya di
dalam... jadi kau juga ikut
berpartisipasi ya...
hiks... aku...
aku juga akan melakukannya
kau tahu!!?
Aku akan
memenangkan turnamen ini!!
Tuan tentara!!"
: teriak Rebecca
sambil menangis, dengan
memasang wajah yang mirip
seseorang yang ingin
membuktikan pada
mantannya kalau dia bisa.
"Dan kemudian..."
: Rebecca
masih menangis, sementara si
tentara masih tampak tak
terlalu mempedulikannya,
seolah-olah ingin berkata pada
Franky,
"Sudah sudah, jangan hiraukan, jalan terus.."
"Dan kemudian setelahnya,,,
ayo kita hidup bersama!!!!"
: teriak Rebecca, masih dengan
sambil bergelimang air mata.
Akhirnya, si tentara
menjawabnya,
"Ksatria yang cengeng tak akan bisa
memenangkan turnamen!!
Franky, cepat.."
"Hei, apa benar ini tak apa-
apa??
Dia menangis.."
: ucap
Franky.
"Itulah kenapa
kubilang kau harus cepat.."
:
ucap si boneka.
"Bahkan..
mainanpun memiliki sesuatu yang ingin dilindungi...
meski... air mata tak akan
keluar dari mata mainan ini.."
: Lanjutnya.
Di pantai Selatan Green Bit,
tampak Law dan Caesar telah
siap, menunggu kedatangan
Doflamingo seperti yang telah
dijanjikan.
Waktu sebelum
tepat jam tiga adalah tinggal dua menit lagi.
"Hei Law!! Ini Sanji!!"
: tiba-tiba
saja Sanji menghubungi Law
dengan dendenmushi.
"kaki
hitam.. apa kau sudah
menemukan pabriknya??"
: tanya law.
"Ini bukan waktunya untuk
membicarakan itu!!"
: ucap
Sanji.
"Dengarkan aku, kalian
harus segera pergi dari tempat
itu!!"
: Sanji ingin mereka pergi.
"Apa yang kau bicarakan??
Kita telah memiliki Caesar
sekarang.."
: ucap Law.
"Doflamingo sama sekali tidak
keluar dari Shichibukai!!!"
: jelas
Sanji.
"Eeh!??"
: Law tentu saja
kaget.
"Meskipun sekarang kau
telah memiliki Caesar, namun
tak akan ada kesepakatan apapun!!
Kita benar-benar
telah ditipu!!"
"Hei, aku tak mengerti, apa
sebenarnya yang terjadi!??"
"Aku akan menjelaskannya
nanti, sekarang cepat pergi
dari pulau itu!!"
: teriak Sanji.
"Cepat!!"
: teriaknya lagi.
"Bodoh... sudah terlambat.."
:
ucap Law.
Pasukan angkatan laut di
bawah pimpinan sang
Admiral tampak telah
mendekat, bersamaan dengan
Doflamingo yang
kelihatannya masih berhubungan dengan
angkatan laut.
Law terjebak.
Versi Teks Oleh : www.beelzeta.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar