Versi text one piece chapter 721 Rebecca Dan Tuan Prajurit Mainan

Versi text one piece chapter 721 Rebecca Dan Tuan Prajurit Mainan
Sel tahanan para
Gladiator, Coridda
Coleseum
“Tuan Tentara… Akan
mati” Tangis Rebecca
“Tentara?” Ucap Luffy
bertanya-tanya
“Mainan tentara itu…
Tanpa kaki…” Ucap
Rebecca
“Mainan?” Ucap Luffy
bertanya-tanya “Ogh
iya… Aku pernah
bertemu dengannya di
pintu masuk Coleseum.
Itu pasti dia”
“Kita tidak bisa keluar
dari Coleseum ini,
bahkan jika kita
menginginkannya”
Celetuk salah satu
tahanan “Tidak ada
yang bisa kita lakukan”
“Apa kau khawatir
karena mainan itu
mungkin akan mati?
Aku pikir akan lebih aneh
jika dia masih hidup”
Ujar Luffy
“Orang yang berasal dari
luar negeri ini… Takkan
mengerti. Mereka sama
saja dengan para
manusia. Para mainan
berteman dengan orang
yang tidak punya
teman. Mereka menjadi
saudara bagi mereka
yang tidak punya
saudara. Mereka
menjadi kekasih bagi
mereka yang tidak
punya kekasih… Aku
benar-benar tidak
mengerti kenapa kita
tidak diizinkan hidup
bersama mereka. Sejak
aku kehilangan ibuku…
Yang menjadi keluarga
satu-satunya… Adalah
tuan tentara… Dia
membesarkanku…
Bagiku… Dia adalah
seorang ayah…!” Tutur
Rebecca
“Heeh… Itu…?” Ucap
Luffy sembari asyik
makan
“Maaf telah menunggu
kami mengganti
ringnya” Seru sang
komentator
pertandingan
“Rebecca,
pertandingannya akan
segera dimulai!” Tutur
salah satu tahanan
“Ya” Ucap Rebecca
sembari mengusap air
matanya
“Eh… Tunggu, apa yang
kau lakukan, Lucy!?”
Ucap Rebecca melihat
Luffy yang makan dari
makanan yang telah
jatuh dilantai
“Karena kekacauan yang
terjadi tadi, aku
menjatuhkan 2 kotak
makan siang Colo! Maaf
kau menghabiskan
uangnya untuk
membelinya… Nyam
Nyam” Ucap Luffy asyik
makan
“Block D juga banyak
dengan petarung
berpengalaman!!” Seru
si komentator
"Tapi ini masih terasa
enak kok!!” Ucap Luffy
“Kau tidak terlihat
seperti tawanan”
Rebecca sesaat
memandang Luffy dan
akhirnya bersiap menuju
ke Arena
“Mari bertemu di
pertandingan Final” Ucap
Rebecca sembari
memakai helmnya
Para peserta Block D
menuju ke Arena
“Pertandingan dimulai
kembali! Petarung Block
D menuju ke ring!!”
“Ibu!!” Batin Rebecca
mengingat ibunya
----- Komik One Piece
Bahasa Indonesia -----
Flash Back masa lalu
Rebecca...
“Begitu banyak bunga!!”
Ucap Rebecca kecil
berlari membawa bunga
menuju ke arah ibunya
“Oh Rebecca” Ucap ibu
Rebecca sembari
menarik sebuah gerobak
“Terima kasih telah
membantu… Ayo
menjualnya di kota”
Rebecca dan ibunya
terlihat sedang makan
bersama
“Apa yang terjadi pada
sang raja!!?”
“Tolong hentikan!!”
“Pasukan kerajaan Riku
membakar desa!!!”
“Istana Raja…
Terbakar…!! Apa yang
terjadi dengan negeri
ini…!?” Ucap ibu Rebecca
bersama Rebecca kecil
memperhatikan dari
kejauhan istana
kerajaan yang terbakar
sembari meneteskan air
matanya
Ibu Rebecca dan
Rebecca kecil dikejar-
kejar oleh orang-orang
yang berniat
membunuhnya
“Kumohon larilah,
nyonya Scarlet!!!” Teriak
seseorang
Nampak wajah
seseorang yang cukup
familiar “Diamante”
yang ternyata mengejar
Scarlet ibu Rebecca dan
Rebecca kecil
“WAH!” Teriak
seseorang yang
mengejar ibu Rebecca
dan Rebecca di serang
seseorang dengan
senapan
“Siapa kau anak kecil?
Menyingkirlah!!”
“Lari!! Yang jauh!!!”
Teriak si penolong
berusaha menghadang
laju orang-orang yang
mengejar Scarlet dan
Rebecca
Sampailah Scarlet dan
Rebecca di ladang bunga
“Ibu, aku lapar…” Ucap
Rebecca
“Aku tahu, kita sudah 2
hari belum makan…”
Ucap Scarlet “Rebecca,
bisakah kau tunggu dulu
disini sebentar sendiri?
Berjanjilah kau tidak
akan kemana-mana…”
“Ya” Ucap Rebecca
“Aku akan membeli
sesuatu untuk
dimakan” Ujar Scarlet
Di suatu tempat
“Kemana bajingan itu
pergi!?”
Di sebuah ladang bunga
Rebecca masih setia
menunggu ibunya
“Ibu!?” Ucap Rebecca
melihat kedatangan
seseorang di dalam
semak-semak
“HAH…!! HAH…!! HAH…!!”
Desah tentara mainan
sembari membawa ibu
Rebecca yang penuh
luka dan tak bergerak
“Aku tidak bi… Aku tidak
bisa
menyelamatkannya!!!”
Rebecca kaget setengah
mati
“HAH Aku minta maaf
tidak bisa melindungi
ibumu…” Ucap si tentara
mainan “Dia memintaku
untuk memberikan ini
padamu. Dia bilang, kau
menunggu disini,
lapar…!!”
Si tentara mainan
memberikan roti dan
daging pada Rebecca.
Rebecca terlihat
meneteskan air
matanya sembari
melihat kondisi ibunya.
“Uuh… Ah… Ah…” Tangis
Rebecca
Tiba-tiba si tentara
mainan membekap
mulut Rebecca
“Ada bercak darah di
tangga… Mereka pasti
bersembunyi disini. Cari
mereka!!!” Teriak
seseorang mencari
Scarlet
“Maaf… Maaf…!!
Maaf…!!!” Bisik si tentara
mainan membekap
mulut Rebecca
Beberapa saat
kemudian setelah
kondisi aman
“Ibumu… Dulunya…
Orang yang penting…
Apa kau tahu Raja yang
baru telah datang ke
negeri ini?” Ujar si
tentara mainan “Raja
yang baru berusaha…
Untuk menangkap
semua orang yang
penting. Dalam darahmu
mengalir darah ibumu…
Jadi dia akan
menangkapmu juga…
Aku tidak bisa
melindungi ibumu, tapi…
Aku akan melindungimu,
bahkan jika nyawaku
taruhanya!! Aku akan
tetap disisimu!! Sampai
kau akhirnya bisa
bahagia!!!”
“Aku mau ibuku…!!!”
Ucap Rebecca sembari
menangis “Aku
membencimu, kau tidak
bisa melindungi ibuku!!!”
Si tentara mainan
membuat lelucon agar
Rebecca tidak bersedih
lagi
“BAA-Bagaimana
dengan ini!?” Ucap si
tentara mainan
membuat lelucon
“Huakkk” Tangis
Rebecca
“Kau mau kemana,
Rebecca!?” Sahut si
tentara mainan
“Aku mau pulang” Ucap
Rebecca
“Kau tidak bisa! Ke kota
dan rumahmu… Mereka
semua sedang sibuk
karena teman-teman
Raja baru"
Di istana kerajaan
“Doflamingo-sama!!”
“Doflamingo!!”
“Doflamingo!!”
Sorak-sorai orang-orang
mengelu-elukan
Doflamingo. Sementara
si tentara mainan
mengintip dari balik
tembok.
“Keluarga kerajaan Riku
yang telah memerintah
kerajaan miskin ini
selama ribuan tahun…
Saat ini telah tercela
bahkan mereka
mencoba mencuri uang
dan bendamu untukmu
sendiri” Seru Doflamingo
di dampingi anak
buahnya di depan
masyarakat “Aku akan
memberikan kekayaan
pada negeri ini!!!”
Si tentara mainan
berkerja keras untuk
mendapatkan uang
“Ternyata mainan juga
bekerja keras yah…”
Ucap seseorang melihat
si tentara mainan
memikul besi
“Aku butuh uang…” Ucap
si tentara mainan
Saat Rebecca hendak
diserang sekawanan
serigala, si tentara
mainan
menyelamatkannya.
“GRRRRR” Gerang para
sekawanan serigala
berusaha menyerang
Rebecca
“KYAAH!!” Teriak
Rebecca
Si tentara mainan
membuat para serigala
berlarian, namun si
tentara mainan tergolek
tak berdaya dan dibawa
oleh Rebecca.
“HAAH!!” Teriak si
tentara mainan
mengejutkan Rebecca
Si Rebecca pun
membanting si tentara
mainan
“Lihat!! Aku begitu
kuat!!” Ucap si tentara
mainan
“Huuakkk” Tangis
Rebecca
Rebecca selalu bermain
dengan si tentara
mainan
“Tuan tentara sangat…
Pemberani…” Ucap
Rebecca tiduran di kaki
si tentara mainan
“Dia selalu disisimu…”
Ucap si tentara mainan
“Pasti karena dingin…
Aku tidak merasakan
apapun dengan tubuh
timah ini” Batin si
tentara mainan
Mereka selalu berdua
“Hehehe Apa ini terasa
hangat?” Ucap Rebecca
memegangi tangan si
tentara mainan
“Ya, ini benar-benar
terasa hangat” Jawab si
tentara mainan berjalan
bersama-sama Rebecca
Sampailah Rebecca dan
si tentara mainan di
sebuah rumah
“Berapa biaya
sewanya?” Tanya si
tentara mainan
“Kau bisa menggunakan
rumah yang kosong.
Jumlah penduduk telah
berkurang setelah desa
dibakar oleh tentara
kerajaan Riku” Jawab si
kakek
Rebecca masuk kedalam
rumah, sementara si
tentara mainan
menunggu diluar rumah.
“Hangatnya!” Ucap
Rebecca
“Tutup jendelanya”
Perintah si tentara
mainan
“Tidak” Jawab Rebecca
“Disana ada mainan
yang lain” Ucap Rebecca
melihat anak-anak
bermain dengan mainan
hidup di salju
“Mereka anak-anak
juga… Bermainlah
dengan mereka. Di desa
ini orang-orang
memperhatikan kita,
kita harus mematuhi
aturan para mainan”
Ujar si tentara mainan
“Saat kau tidur aku
menuju ke rumah
mainan… Tapi aku akan
kembali saat kau
bangun nanti. Sebagai
bukti aku selalu
disisimu… Setiap pagi
aku akan menjatuhkan
satu kelopak bunga...
Dari jendela”
Rebecca tertidur dan
akhirnya terbangun, dia
melihat ada satu
kelopak bunga di bawah
jendela.
“WAAH”
“Selamat pagi tuan
tentara” Sapa Rebecca
melihat si tentara
mainan sedang
membersihkan
tumpukan salju di atas
rumah dengan
menggunakan sekop
“Oh, selamat pagi”
Jawab si tentara
mainan menjawab
salam dari Rebecca
Hari-hari mereka selalu
bersama. Suatu hari ada
yang berniat menculik
Rebecca.
“Yatim piatu” Ucap
salah satu orang yang
berniat menculik
Rebecca
“Tidak ada keluarga
yang
mengkhawatirkannya”
Ucap rekannya
“Ayo tangkap dan jual
dia”
Si tentara mainan kaget
melihat Rebecca tidak
ada di dalam rumah
“AH!!!” Sentak si
tentara mainan
“REBECCAA!!!” Seru si
tentara mainan
menolong Rebecca dari
tangan para penculik
“UOOOHHH!!!” Jerit para
penculik ditembaki oleh
si tentara mainan
“GYAAAAHH!!”
“Hancurkan mainan
itu!!”
“Tuan prajurit!!” Teriak
Rebecca sembari
menangis
Setelah itu…
“Maaf, aku jadi
buronan,,,” Ucap si
tentara mainan
“Hehehe! Kita sama.
Ayo cari rumah yang
lain!” Ajak Rebecca
Mereka berdua duduk di
pinggir pantai
“Suatu hari aku ingin
hidup… Dalam rumah
yang sama denganmu”
Ucap Rebecca
“Aku akan mengajarimu
cara bertarung!” Ucap si
tentara mainan
“Tenang saja, ada kau
disini yang menjagaku!”
Ucap Rebecca
“Bagaimana jika terjadi
sesuatu padamu saat
aku tidak bersamamu!?”
Ujar si tentara mainan
“Ibu mengatakan
bahwa melukai orang itu
buruk” Ujar Rebecca
“Aku akan mengajarkan
cara agar kau tidak
terluka!!” Ucap si
tentara mainan
Si tentara mainan pun
mengajari Rebecca
untuk menjaga diri
“Ayo!!” Seru si tentara
mainan memberi latihan
kepada Rebecca
“Yaah!!” Seru Rebecca
----- Komik One Piece
Bahasa Indonesia -----
Ke inti cerita…
“Kau selalu ada disisiku…
Dan selalu
melindungiku…” Batin
Rebecca memasuki
lorong menuju ke dalam
Arena pertarungan
Rebecca menjatuhkan
tamengnya dan
mengambil satu kelopak
bunga
“Inilah dia!!” Seru si
komentator
pertandingan “Kalian
semua sudah siap!?
Jago pedang cantik dari
Coleseum kami!!! Puteri
yang misterius!!! Di
mana para peserta…
Yang akan memeriahkan
tempat ini!!?”
“Tolong jangan mati,
tuan prajurit…!!” Batin
Rebecca menginjakkan
kaki di Arena Coleseum
“OOH…!!” Sentak para
penonton melihat
kedatangan Rebecca
“Aku tak akan kalah!!!”
Ucap Rebecca dalam hati
“Matilah kau, Rebecca!!
Hari ini aku akan
membunuhmu!!” Sorak-
sorai penonton sembari
mengacungkan jempol
ke bawah
“BOOOOO!!!”
Di dalam Arena
pertarungan sudah
disesaki para petarung,
Rebecca dengan
gagahnya memasuki
Arena pertarungan.
“Mati saja kau!!” Sorak-
sorai para penonton
“Pewaris tahta Raja
Riku!!”
“Keturunan bangsa
barbar!”
Rebecca nampak
meneteskan air
matanya. Sementara itu
Luffy yang masih di
ruangan sel tahanan.
“Eh!? Kenapa mereka
sangat membencinya!?”
Seru Luffy bertanya
pada tawanan yang
berada di sel tahanan
“Kenapa bisa! Padahal
dia orang baik!! Dia
membelikanku makan
siang!!"
“Aku tahu” Ucap salah
satu tawanan “Tapi
kakek Rebecca Raja
sebelumnya, dibenci oleh
penduduk negeri ini!!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar