ERSI TEKS ONE PIECE CHAPTER 757 : "Kartu Truf"
=======================
Scene diawali di tempat yang paling krusial saat ini, Bukit Bunga!
Sebelumnya Luffy cs telah bertemu dgn Robin n Barto di lantai 3.
Namun pertemuan mereka terganggu oleh musuh yang dipimpin salah satu Opsir Doflamingo, Gladius! Barto n Robin berusaha menghadang Gladius agar Luffy cs bisa sampai pada tempat tujuan.
Dan pertarungan antar mereka pun dimulai Gladius menyerang dengan Bola bola anorganik hitam yang dapat meletus dgn kemampuan DF nya.
Dengan sigap Barto pun mengeluarkan kemampuan miliknya untuk menghalau serangan tersebut
bukankah itu Peluru peluru pecah yang sama seperti sebelumnya?
: ucapnya, kemudian Barto pun menggunakan teknik andalannya, dengan pose jari khas nya dia pun mengaktikan Barrier
Boom!!
Ledakan besar tercipta dari Bola Gelembung gladius, tapi Luffy cs yang juga masih berada disana selamat berkat Barrier Barto yang dibuat Cukup Besar
Woah! Sugge!
: Ucap Luffy kagum .
Gladius sedikit terkejut dgn aksi barto tersebut
Bartolomeo!
: serunya.
Tak cukup sampai disitu, Barto pun menunjukan lagi kehebatannya dgn DF Bari Bari nya
Barrier Ability!
: membuat sebuah Barrier biasa dan kemudian sambil berkonsentrasi tinggi Barto menciptakan
Stairs
: sebuah tangga yang menjulang ke atas dan rapi muncul dari Barrier yg tadi dibuatnya
Woaah!!
: Teriak Luffy kagum lagi .
Dengan ekspresi malu malunya, Barto pun menjawab
Luffy senpai! Silahkan pakai ini!
: Ucapnya sambil membelakangi Luffy karna tak kuasa menatap sang Idola xD
Hey, kau salah mengarahkan wajahmu! Luffy berada disana!
: Sela Caven .
Robin dan Law sepertinya juga kagum karna tangga yg dibuat memang sudah sangat detail seperti aslinya
Dengan ini akan jadi lebih mudah!
: teriak Luffy
Terima kasih, Kepala Ayam
: xD
Tak kuasa mendengar pujian dari Luffy, Barto pun menangis terharu
Tolong hentikan! Ini adalah kesenangan terindah yang pernah kurasakan, aku beruntung bisa hidup!
: Batin Barto
Yosh, Kita akan pergi ke tingkat 4, ayo! Tra-guy
: Teriak Luffy
Cepat!
: sahut Law .
Sambil menggendong Law, Luffy pun mulai menaiki tangga, namun baru beberapa langkah saja si Headcrucker langsung menyerang mereka dgn mulutnya
Woah!
: gumam Luffy Namun dgn cepatnya Kyros melesat dan menebas si Headcrucker.
Mengetahui jika anaknya berada di atas, Kyros pun langsung pergi duluan
Aku akan kesana duluan!
: Ucapnya
ah! Tunggu Prajurit!
: ucap Luffy .
Sementara Caven tetap disana untuk menghadang para Headcrucker
Aku akan menghentikan mereka! Jadi cepatlah pergi, Mugiwara!
: Ucapnya
Cabbage!
: gumam Luffy sambil menoleh kebelakang
Kuda tercintaku terbaring dilantai ini ! Aku tak akan pergi sampai makhluk brengsek ini membayar atas perbuatannya!
: Ucap Caven marah
Sekarang Pergilah!
: Selesai masalah Headcrucker, muncul lagi masalah baru.
Yah Gladius tentu saja tak akan membiarkan Luffy sebagai pemimpin mereka lolos begitu saja, Gladius kembali menembakan bola bola gelembung yang ternyata berasal dari senjata yg menempel di tangannya yang sudah dimodifikasi lebih tepatnya bagian Baju miliknya lah yg telah dirancang sedemikin rupa
Serangan datang mengancam Luffy, Robin tak sempat bertindak dan hanya bisa bisa memperingati
Luffy, menghindar!
: Teriaknya .
Namun lagi lagi Barto datang untuk melindungi Luffy senpai
Serahkan ini padaku!
: Teriak Barto sambil melompat namun dia tak menggunakan Barrier melainkan menahan gelembung" itu dgn tubuhnya langsung
'BOOM'
Apa yang terjadi dengan Barrier mu
: Teriak Caven
Barto pun tergeletak dan terluka parah
oi, Bartolomeo!
: Ucap Caven
Ada batasan bagiku untuk membuat Barrier dalam suatu waktu.. Dan saat ini aku telah menggunakan semuanya untuk menciptakan tangga itu, tapi Ini tak apa! ... Tak masalah meskipun aku mati disini, asalkan aku bisa berguna bagi Luffy senpai
Pria ini sungguh tak bisa dipercaya! Aku akan ada disini sampai kau bisa menggunakan Barrier mu kembali jadi bertahanlah!
: Ucap Caven .
Lagi lagi si Headcrucker muncul dgn mulut yg sudah menganga untuk menggigit kepala Barto .
Caven terlihat sgt dendam terhadap Makhluk tersebut dan berkata
Dasar Boneka Picik
: Namun sebelum Caven bertindak, Robin terlebih dahulu beraksi
"Cinco Mano : Spank!!" m
: enghajar si Headcrucker tersebut dgn Kaki dan tangan yg ditumbuhkan di tubuh si Headcrucker dan Barto pun selamat
Aku tahu bagaimana perasaanmu, Chicken-kun
: Ucap Robin
Nico Robin
: gumam Caven
Tidak salah mempercayai kapten kami sampai mempertaruhkan nyawa , karna bagaimana pun juga Luffy selalu menjadi kartu truf kemenangan!!
: Ucap Robin sambil ditampilkan scene scene orang orang yang bertarung dgn mempertaruhkan nyawa dan mempercayakan tugas terakhir pada Luffy
- Ada Orlumbus yang tengah menghajar para keroco
- Chinjao yang bertarung dgn Lao G (chinjao menyerang G dgn kepala bor nya yg telah dilapisi buso koka namun G bisa menghindarinya dgn Reflek super cepatnya dan tak lupa G mengenakan kacamata karna dia sudah rabun xD
- Sai bertarung dgn Baby 5 (saling tangkis senjata)
- terakhir adalah para penduduk Dressrosa yang sdg memanjat menuju Platou untuk menangkap Riku cs, hingga diakhiri oleh Ussop yg terlihat agak gelisah (apakah ini artinya Usopp juga merupakan kartu penting untuk mendapatkan kemenangan ini?)
Sejenak Scene beralih ke pabrik smile, dimana Franky dan Senor sdg bertarung yg disebut Leo sebagai 'Pertarungan antar Pria' dan tak jelas entah mereka sdg bertarung adu pukul atau malah beradu gaya, yg pasti keduanya sdg dalam posisi sekaligus pose yg sama, Kepala dibawah kaki diatas..
Para Tontatta dan Para wanita sekaligus Kyuiin bersorak terkagum kagum melihat pertarungan mereka xD
Kembali ke Level 3, Robin kembali beraksi!
Mille Fleure! Gigantesco Mano!!
: menumbuhkan tangan tangan besar untuk menghajar para Headcrucker..
Dan sebuah pemandangan langka pun terlihat, Robin yg biasanya kalem dan manis namun kali ini dia menampilkan Ekspresi mengancam seperti yg biasa dilakukan Zoro, dgn senyum iblisnya wanita ini pun berkata
Aku tak akan membiarkan kau menyentuhkan tanganmu pada Luffy!! .
Barto terguncang dan berteriak
Itu benar sekali!
Scene beralih ke tempat pertarungan Sabo vs Fujitora disuatu kota di Dressrosa yg bernama 'Acacia' rumah rumah hancur dan Api besar terlihat berkobar disana, para marinir pun lari menghindar dari area tersebut
Woaahh!
Tidak ada cara untuk mengejar Topi Jerami dengan semua keributan yang terjadi ini
Sungguh orang yang aneh, bukankah tujuanmu untuk menghentikan para angkatan laut?
: Ucap Fuji yang mengejek Sabo karna dulu dia bilang tak akan membiarkan siapapun lewat tapi kali ini semuanya berhasil lewat dan hanya menyisakan Fujitora seorang diri
Hah.. hah.. Berapa lama lagi kau berencana untuk bermain-main?
: Tanya Sabo yg tampak kewalahan
oh.. Ketahuan ya! Hehe..
Kau tahu Aku itu buta.
Jika kau tak ingin sedikit bersimpati kepadaku, maka ya..
: sahut Fuji
aku ini tak suka membeda bedakan
: Ucap Sabo
Sungguh menakutkan, 'The Revolutioner Army's Second- in-Comma nd' ternyata memang bukan hanyalah sebatas omongan.. Sayangnya, akupun juga punya Gelar dan ada urusan kecil yang harus ditegakkan. Kuyakin, kau dan semua orang bisa mengerti
: Fuji menyerang
"Gravity Sword! Fierce Tigger"
: teknik mengagumkan dimana Fuji bisa membuat Gravitasi ke arah samping, seperti terkena tekanan angin dahsyat Sabo pun bertahan sekuat tenaga
Gravitasi yang mengarah ke samping?
: Batin Sabo.
Bangunan bangunan rumah dibelakang Sabo pun ikut Hancur hingga kemudian Sabo merubah seluruh tubuhnya menjadi api dan melesat ke arah fujitora
Inilah yg kutunggu! Aku harus membuatmu untuk setidaknya Serius bertarung
: Ucap Sabo
Apa yg sebenarnya dia rencanakan?
: Batin Sabo.
Bentrokan terjadi, tendangan api Sabo ditahan pedang gravitasi fujitora
Tak peduli sesulit apapun masalah yang akan terjadi.. Kau harus bersiap menanggung resikonya"
: Ucap fuji
jika kau kalah dalam melempar Dadu maka Game akan berakhir bahkan sebelum dimulai
: Jelasnya berucap sesuatu yg cukup dibuat rumit namun mungkin Sabo bisa mengerti maksudnya
Scene beralih ke Level 4 tepatnya di Ladang bunga matahari, sebelumnya Rebecca bertemu dgn Diamante! Namun bukannya bertarung Rebecca malah bersembunyi
hah hah.. Aku tak ingin bertarung dgn orang ini! Hah hah..
: Ucap becca terengah engah sambil bersembunyi di semak semak bunga
Dengan senyum merendahkan, Diamante pun berkata
Oi, Oi Rebecca! Mengapa kau lari? Kenapa kau tak ingin bertarung melawanku? Kau Gladiator kan!! Bukankah kau datang kesini itu untuk membunuhku?
Kembali ke Koloseum.. Kau memang menghasilkan banyak uang bagi kita tapi kau telah dibiarkan hidup terlalu lama!!
: Sambungnya sambil menebas ke semak semak tempat Rebecca berada hingga dia pun kesakitan dan berteriak
Kyaaa
: punggung Rebecca terkena tebasan hinggu tersungkur .
Sebuah kata kata menyakitkan dari Diamante terlintas dalam pikiran Rebecca
Aku akan bilang ini sampai telingamu berdarah.. Orang yang telah membunuh ibumu, Scarlet.. Adalah aku
: Rebecca tersungkur tak berdaya ditanah, dan Diamante berdiri dgn tubuh besarnya menatap Rebecca layaknya semut..
Sambil memegang sebuah pistol ditangan kirinya Diamante pun menodongkannya ke arah Rebecca
Pistol memang lebih mudah digunakan... Biar kuberitahu, Scarlet juga.. dibunuh oleh Pistol
: Rebecca tak bisa berbuat apa apa
Seseorang, Selamatkan aku!
: Batinnya, kemudian Satu orang yg pertama kali terlintas dipikirannya tentu saja
Heitai- sannnn
: Teriak Rebecca memanggil sang Prajurit mainan yg merupakan orang no 1 baginya Dan seperti adegan adegan yg sudah mainstream, Kyros aka Heitai-san pun muncul dihadapan Rebecca dan langsung menebaskan pedangnya pada tangan Diamante hingga Pistolnya terlepas..
Tangan Diamante berdarah dan sambil meringis kesakitan diamante berteriak
Kyros!!
Jangan kau pikir aku akan membiarkanmu mengambil 2 anggota keluargaku
: Teriak Kyros penuh amarah
Rebecca masih tersamar samar akan sosok Kyros dan belum tau jika dia itu ayahnya, yg dia ingat orang itu adalah orang yg ada di Patung Koloseum
Dia adalah sang Legenda! Gladiator terkuat Koloseum..
hingga akhirnya dia tersadarkan saat melihat kakinya yg hanya ada 1, dan mengingatkannya pada Heitai-san dan ingatannya dulu saat bersamanya
Aku tak bisa melindunginya
Momen saat Scarlet meninggal, dan di bawa kehadapan Rebecca oleh Heitai-san
Aku butuh uang
momen dimana Heitai-san ingin merayakan ulang tahun Rebecca hingga akhirnya dia mampu membeli/ membuat sebuah kue ulang tahun untuk Rebecca
Jadilah kuat, Rebecca!
Momen saat Heitai-san melatih Rebecca untuk bisa bertarung agar bisa melindungi diri sendiri .
Saat ini Rebecca sendiri sudah tau Jika Heitai-san ternyata adalah Ayah kandungnya, dan setelah mengetahui Jika orang yg berada dihadapannya itu adalah Heitai-san dalam wujud manusianya, Rebecca pun menangis terharu dan berkata
Ayah!! Batinnya
Aku minta ma'af Rebecca..
Tidak ada yang bisa kulakukan untukmu saat aku menjadi mainan selain mengajarkanmu cara bertarung...!!
Mengesampingkan fakta bahwa kau memiliki Jiwa yang lembut seperti ibumu
: Rebecca terus menangis
Tapi hari ini, tidak lagi. Kau tidak perlu bertarung lagi!
: Ucap Kyros
dgn bayang bayang Heitai-san
Ya..
: Sahut Rebecca yg masih menangis terharu
Dan apa maksud perkataanmu itu Kyros?
: Tanya Diamante
Dengan lantang Kyros pun menjawab
maksudku hidupmu akan selesai disini dan sekarang juga! .
Luffy, Law akhirnya sampai! Namun dibelakang mereka seorang Headcrucker mengejar
Rebecca! Kuncinya!
: Pinta Luffy mengulurkan tangannya
eh?
: sedikit kaget Rebecca
Cepat, berikan kuncinya padaku! Lucy?!
: gumam Rebecca .
Dan setelah sekian lama akhirnya teknik keren favorite kalian muncul 'Room' dgn kilat Law memotong motong si Headcrucker menjadi beberapa bagian dan tak terlihat menyatu kembali
Bocah Bocah sialan!
: Ucap Diamante
Law! Mugiwara!
Akhirnya bebas juga!
: Ucap Law
Hah.. Kita berhasil!
Level 4. Mingo berada disini! hah
: Ucap Luffy
Aku minta ma'af, kalian berdua.. Sepertinya aku akan mengurus orang ini dgn tanganku sendiri.. Bisakah aku menyerahkan.. Doflamingo pada kalian berdua?
: Ucap Kyros serius
YEAH!
: Sahut Luffy Law bersamaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar