Versi text one piece chapter 767 Kora-san

Versi text one piece chapter 767 Kora-san


Versi Teks One Piece Chapter 767

Klik like dan bagikan

..
source : versiteks. com

Doflamingo kecil dan keluarganya sempat ditawan
dan disiksa oleh massa. Namun karena suatu
kejadian yang mengejutkan, Doflamingo dan
keluarganya berhasil bebas. Salah seorang anak
yang melihat kejadian itu kemudian membawa Law
pada seseorang.
"Doffy, dia itu boss kita.." ucap anak itu, yang tak
lain adalah Vergo kecil. Ya, Vergo membawa Law
beserta adik dan ayahnya ke seseorang yang
wajahnya mirip Trevor. Ata itu memang dia?
Sepertinya begitu. Jadi dulu yang jadi boss itu si
Trevor..
Trevor.. anggap saja dia itu memang Trevor, kaget
saat Vergo menjelaskan apa yang terjadi saat itu.
"Semua orang pingsan katamu!?"
"Itu pasti karena Haki miliknya!!"
Doflamingo mampu lolos dari amukan masa karena
saat itu Haoshoku Haki miliknya bangkit.
"Hentikan kak!!" Rocinante berteriak sambil
menangis. Karena saat itu, Doflamingo
menodongkan pistol ke kepala ayahnya sendiri.
"Kenapa kau mengambil kekuatanku dariku!?"
teriak Doflamingo.
"Haruskah aku memberikanmu kekuatan.. untuk
balas dendam?" tanya Trevor.
"Apa yang telah kau ambil tak bisa dikembalikan!!"
bentak Law, masih sambil menodong kepala
ayahnya dengan pistol. "Aku akan kembali ke tanah
suci dengan membawa kepalamu!!"
"Doflamingo.. Rocinante.." ayah Doflamingo tetap
tersenyum, kemudian ia berkata, "Maaf karena
telah.. menjadi ayah yang buruk.."
Dang bang, Doflamingo benar-benar menghabisi
ayahnya itu.
Kembali ke pulau yang seisi kotanya telah dikurung
oleh sangkar Doflamingo, para Angkatan Laut yang
masi berada di luar benar-benar tak mengerti.
"Aku tak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi!?
Sangkar raksasa ini tiba-tiba saja muncul dan
mengurung seisi kota!!"
"Mustahil untuk masuk ke dalam sana!!"
"Dan yang lebih aneh.."
"Para bajak laut menjadi gila!? Mereka saling
membunuh!!"
Selain mengurung tempat itu dengan sangkar
raksasa miliknya, Doflamingo juga menggunakan
kemampuannya untuk mengendalikan para bajak
laut yang ada di sana supaya saling membunuh.
Di sisi lain kurungan itu, terdapat seorang anak
dari bajak laut Barrel yang kebetulan sebelum
kurungan diciptakan ia berada di sisi luar.
Sementara, rekannya berada di dalam. Rekan yang
ada di dalam itupun berteriak-teriak minta
bantuan padanya, "Dory!! Kemana kau akan pergi!?
Bantu aku!! Tak bisakah kau melakukan sesuatu
pada kurungan ini!?"
Anak bernama Dory itu tak peduli dan malah kabur.
"Hei!! Jangan pergi!! Aaargghhh!!!" orang itu
kemudian matid ditebas temannya sendiri.
Di dalam markas bajak laut Barrel, bajak laut yang
berjaga di sana tampak kesal. "Dory sialan,
kemana bocah itu pergi!? Dia selalu saja
menghilang ketika dibutuhkan!! Tak punya nyali
tapi malah punya kekuatan.. haah.."
Bajak laut Barrel sedang terdesak. Saat ini tampak
Doflamingo berdiri di depannya.
"Kita sedang diserang oleh keluarga Donquixote!!
Haah.. apa kau yang telah mencuri buah Ope Ope!?"
"Kalau aku yang mencurinya, aku tak akan perlu
terlibat dalam kekacauan ini.. " ucap Doflamingo.
"Dari semua barang yang dia biarkan dicuri.. cih,
dia membiarkan buah itu dicuri, dasar pemabuk
sialan.."
Doflamingo kemudian menghabisi orang yang ada di
depannya itu.
"Gyaahh!!"
Sementara itu, anak buah-anak buah Doflamingo
yang lain tampak sedang berada di ruang harta,
merampok sebanyak mungkin harta Barrel yang ada
di sana. "Ini tempat penyimpanan harta-inn!!!"
teriak Machvise, yang telah membawa satu peti
harta karun.
"Hati-hati saat memindahkan harta-harta ini!!"
ucap Trevor.
"Oh, lumayan juga.." ucap Diamante saat melihat
isi peti-peti itu.
"Luar biasa-inn!!!" teriak Machvise.
"Jangan buang-buang waktu di sini, cepat temukan
Corazon!!" ucap Lao-G.
"Coba lihat dari udara!!"
Di atas, tampak Buffalo yang sudah mempunyai
kekuatan baling-baling terbang sambil melihat-
lihat sekitar.
"Tak mungkin ada yang selamat dari tempat ini.."
ucap Baby 5, yang berada di atas punggung
Buffalo. "Iya, mustahil-dasuyan!!!" ucap Buffalo.
Tampak para bajak laut di pulau itu telah mati dan
mayatnya tergeletak begitu saja di reruntuhan
kota.
"Ada transmisi yang masuk!!" ucap Baby 5 yang
membawa denden mmusuh.
"Kelihatannya Angkatan Laut mendapatkan
sesuatu.." ucap Buffalo.
Lalu secara tiba-tiba, Corazon menampakan diri di
hadpan Gladius.
"Eh!?"
"Doffy, kami telah menemukan Corazon!!" Peeka
langsung melapor ke Doflamingo.
Sementara Law, saat ini ia sedang berada di
sebuah tempat kecil yang gelap, bersembunyi di
balik kotak harta yang ada di belakang Doflamingo.
"Law, Angkatan Laut tak akan bisa kemari, jadi
tetaplah diam dan jangan bergerak.."
"Corazon pergi ke arah sana!!" Law bisa
mendengar bunyi ribut-ribut di luar. Ia mencoba
untuk membuka kotak itu dan keluar, namun ada
sesuatu yang menahannya. "Tak mau terbuka?
sepertinya ada sesuatu di atas kotak ini.."
Akhirnya Law hanya bisa menguping dan mendengar
apa yang terjadi di luar sana.
"Corazon, kenapa kau pura-pura tak bisa bicara!?"
"Tak ada yang perlu kubicarakan dengan orang-
orang seperti kalian!!"
"Berani-beraninya kau membodohi tuan muda!!"
"Cukup, Gladius, dia akan mati sebelum tuana muda
tiba.."
"Behehe!! Tak masalah, orang ini sudah menuntun
kita semua kemari sehingga kita bisa bertempur
habis-habisan dengan Angkatan Laut.."
"Uhk.." Rocinante masih terluka.
"Dasar penghianat!!"
Di dalam sana, Law tak tega mendengar kondisi
Corazon. Lalu..
"Hei, tuan muda datang!!"
"Tuan muda!!"
Ya, Doflamingo muncul.
"Sudah setengah tahun ya, Corazon.." ucap
Doflamingo.
"Uhk.." Corazon masih menahan rasa sakit,
tubuhnya saat itu berada dalam kondisi yang
parah.
Corazon teringat dengan masa lalunya. Dulu saat
masih kecil dan pergi meninggalkan Doflamingo, ia
bertemu dengan Sengoku. "Kau tak punya keluarga
ya? Mau ikut denganku?"
Sejak saat itulah ia dibesarkan sebagai Angkatan
Laut. Dan saat ini, ia berada dalam kondisi
sekarat, sambil menodongkan pistol ke arah
Doflamingo.
"MC-01746.." ucapnya. "Komandan Rocinante..
Doflamingo, kapten bajak laut Donquixote, aku
menyusup untuk menghentikan rencana yang ingin
kau lakukan. Aku adalah Angkatan Laut!!"
Selain mengatakannya ke Doflamingo, Corazon
juga ingin menyampaikan pesan itu ke Law, yang
hanya terpisah dinding peti tipis di belakangnya.
"Maaf aku telah berbohong.. aku tak mau kau
membenciku.."
"Apa yang kau katakan!? Aku sudah tahu itu sejak
lama!!" ucap Law. Namun karena kemampuan
Corazon, Doflamingo tak bisa mendengarnya.
"Cukup basa-basinya.. jawab dua pertanyaanku!!"
ucap Doflamingo.
"Dimana buah Ope-Ope itu!? Dan dimana Law!?"
"Aku telah memberikan buah itu kepada Law..
sekarang ia adalah pengguna buah iblis dan telah
keluar dari sangkar ini!!" ucap Corazon. "Mungkin
saat ini ia telah berada di bawah perlindungan
kapal Angkatan Laut, jadi tak ada yang bisa kau
lakukan.."
"Tuan muda!! Yang dikatakannya itu benar!! Kami
mendengar kalau baru saja mereka menemukan
seorang anak kecil!!" ucap Buffalo.
"Kenapa tak bilang dari tadi!?"
"Kami tak berpikir kalau itu Law!!"
Dalam hati sebenarnya Corazon kaget. "Anak kecil?
Kebetulan sekali.. padahal Law masih di sini.."
"Cepat periksa!! Aku akan melepaskan sangkar ini!!
Siapkan kapal untuk berlayar!!" ucap Doflamingo.
"Kalau itu memang benar, kita akan masuk ke
kapal Angkatan Laut!! Kita akan mendapatkan Law
kembali!!"
"Berhenti!!" ucap Corazon. "Apa yang akan kau
lakukan pada Law setelah berhasil mendapatkannya
kembali!?"
Dalam hati, Corazon sebenarnya senang. "Aku
tahu, Law.. kau akan tetap hidup.. Dewa pada
akhirnya tersenyum pada kita.."
"Apa yang akan aku lakukan katamu?" Doflamingo
menatap Corazon, "Sekarang dia telah memakan
buah Ope Ope, kupikir aku harus mengajarinya
betapa pentingnya mati untukku!!"
"Lihat semua yang telah kau lakukan padaku ini..
kenapa kau menghalangi jalanku, Corazon!?
Kenapa kau memaksaku untuk membunuh
keluargaku sendiri lagi!?"
Doflamingo kini ikut menodong Corazon dengan
pistol.
Di dalam sana, Law khawatir. "Cora-san, apa kau
akan baik-baik saja!?"
"Kau.. tak akan menembakku, kau.. sangat mirip
ayah.." ucap Doflamingo. Ia tahu kalau Corazon
menodongnya hanya sekedar untuk menggertak,
namun Doflamingo berbeda. Dia adalah iblis kejam
yang tak akan ragu untuk membunuh keluarganya
sendiri.
Di dalam sana, Law makin khawatir. "Kau bilang
kau akan baik-baik saja, kan!?"
Law teringat dengan perjanjian mereka beberapa
menit yang lalu. Saat itu, Corazon meminta supaya
Law masuk ke dalam peti harta itu. "Dengar, Law,
bajak laut punya suatu kebiasaan.. yaitu membawa
langsung peti harta ke kapal saat mereka
menemukannya.."
"Jadi, artinya kalau kau tetap di sini, kau punya
kesempatan yang besar untuk keluar dari sini saat
waktunya nanti, jadi jangan menyianyiakannya!!"
"Lalu bagaimana denganmu!?"
"Tenang saja.. target Doffy adalah buah Ope Ope
dan kau.. aku ini masih tetap adik kandungnya,
jadi meskipun dia marah, dia tak akan sampai
membunuhku.."
Corazon kemudian memegang kepala Law, lalu
menggunakan kemampuan penenang miliknya. "Ini
adalah kemampuan untuk menghilangkan semua
suara yang kau ciptakan.." jelasnya. "Baiklah, ayo
kita bertemu lagi di kota berikutnya.."
Law pun bisa tenang..
"Hei Law.." Corazon, untuk terakhir kalinya
kembali memasang senyum anehnya, lalu berkata,
"Aku mencintaimu!!"
Law kaget, tapi ia senang.
"Kau sudah berjanji, Cora-san!! Kau bilang dia tak
akan membunuhmu!!" ucap Law.
Kembali ke Corazon dan Doflamingo, mereka berdua
masih saling menodongkan senjata.
"Law tak akan mendengarkanmu, Doffy.. " ucap
Corazon. "Dia telah mengalahkan takdir
kematiannya sendiri selama tiga tahun ini. Anak
hilang yang berakhir di tangan seorang bajak laut
gila, ia tak akan menjadi seperti itu."
"Dia tak akan mendapat pengaruh apapun dari anak
yang telah jatuh dari langit dan memilih jalan yang
salah sepertimu!!"
"Biarkan dia pergi!! Dia adalah anak yang bebas!!"
Dan pada akhirnya Doflamingo menembak adiknya
itu. Law yang ada di luar sana berteriak sekencang
yang ia bisa, namun tak seorang pun mendengar
jeritannya.
Masih teringat jelas di benak Law bagaimana hari-
harinya bersama Corazon selama setengah tahun
ini. Namun pada akhirnya, orang itu harus pergi..
Setelah menembak Doflamingo kemudian
meninggalkan tubuh Corazon tergeletak begitu
saja di sana. "Masih belum.. aku harus bertahan
sedikit lagi.. aku tak boleh mati sekarang, atau
kekuatan yang kugunakan pada Law akan
menghilang, dan semuanya akan bisa
mendengarmu.."
Peti-peti harta di belakang Corazon termasuk peti
tempat Law berada telah diangkut di kapal. Dan
saat ada kesempatan, Law keluar dari peti itu dan
kabur sejauh yang ia bisa, sambil terus menangis.
Doflamingo kaget, saat berada di kapal dan melihat
ke kejauhan, kapal Angkatan Laut yang mengawasi
tempat itu ternyata tak sendirian. Tampak kapal
Otsuru telah berada di sana. "Itu adalah kapal
Otsuru!! Sial.." ucap Doflamingo, dan perang tak
bisa dielakan..
Waktu Corazon kini telah berakhir..
"Sekarang aku sudah.. bebas.."
Corazon menghembuskan nafas terakhirnya dan
bersamaan dengan itu kemampuan yang melindungi
Law pun menghilang. Law menangis, berteriak
sekencang-kencangnya, namun suaranya
teralihkan oleh kerasnya bunyi tembakan-tembakan
meriam yang kapal Otsuru lesatkan ke kapal
Doflamingo.
Klik like dan bagikan
Bersambung ke One Piece Chapter 768

Tidak ada komentar:

Posting Komentar