Dari balik kegelapan, Bellamy
mengawasi Luffy. "Jika aku
membunuhnya, aku bisa menjadi
anggota dalam keluarga.." pikir
Bellamy dengan niat yang licik. "Tak
ada maksud pribadi, topi jerami.."
lanjutnya dalam hati.
"Aha! ketemu juga kau Bellamy!!"
seorang perempuan dengan topi
tanduk tiba-tiba saja muncul di
belakang Bellamy, ia adalah
Dellinger, salah seorang keluarga
Doflamingo. Meski tampangnya
kurang meyakinkan, Dellinger
adalah tipe petarung.
"Apa kau sudah selesai
membunuhnya? hmm?? ah, belum
ya.." Dellinger masih bisa melihat
Luffy berdiri di kejauhan sana. "De-
Delinger!? apa yang kau.." Bellamy
kaget.
"Mmm, yah, sudah kuduga kau pasti
akan mengacaukan pembunuhan
ini.." ucap Dellinger. "Sekarang kau
cuma menghalangi pemandangan
saja, jadi aku harus membunuhmu..
itu yang tuan muda katakan.. uups,
sepertinya aku terlalu banyak
bicara, kau tahu, tadi itu salahku
kok.."
Mendengarnya Doflamingo
ketakutan, "Apa.."
One Piece Chapter 729 - Shichibukai
Doflamingo vs Shichibukai Law
Teks Version by www.Beelzeta.com
Di jembatan beti, Dressrosa,
pertarngan sengit antara Law
melawan Doflamingo sedang
berlangsung. Pedang Law sedang
beradu dengan benang-benang
awan Doflamingo. Meski telah
berada di dalam room-nya,
kelincahan Doflamingo membuat
Law kewalahan.
"Metz!!" Law menyerang namun
dengan mudah Doflamingo
menghindar, dan bahkan balik
menendang. Doflamingo kemudian
lanjut menyerang dengan tembakan
benang, "Damaito!!"
Law terkapar, sementara
Doflamingo masih kokoh berdiri.
"Gerakanmu, Law.." ucapnya.
Doflamingo begitu kuat, dalam
pertarungan ia bahkan
menyempatkan diri untuk
berkomunikasi dengan Diamante
menggunakan dendenmushi. "Ah,
maaf, lanjutkan pembicaraanmu
yang tadi.." ucapnya.
"Violet telah pergi mengkhianati
kita.." jelas Diamante lewat
dendenmushi.
"Yah, si kaki hitam memang tiba-tiba
saja muncul di langit, jadi aku sudah
mengira ini pasti ada apa-apanya.."
ucap Doflamingo.
"Gara-gara itu kita jadi tak tahu apa
yang Topi Jerami rencanakan.." ucap
Diamante.
"Tak apa, jangan masalahkan itu
lagi, kirim Lao G ke pintu masuk
pabrik Smile.." pinta Doflamingo.
"Jangan main-main denganku, kau
tahu kan mereka harus mengurusi
kerumunan orang-orang yang
masuk ke final itu.." ucap Diamante.
"Kalau itu kau sendiri sudah cukup.."
ucap Doflamingo.
"Hei hei, itu seperti kau mau bilang
kalau.."
"Kau itu jenius.." lanjut Doflamingo.
"Yaah!! karena kau sudah
memberikan pendapatmu yang
begitu tanpa prasangka, aku tak
punya pilihan lain selain mengurusi
semuanya.." Diamante pun setuju
dan mematikan dendenmushinya.
Kembali ke Law, secara perlahan ia
mencoba untuk bangkit kembali.
"Jadi, Law.. intinya ka menjadi
umpan, dan selama pergumulan
kecil ini berlangsung, para kru ropi
jerami akan punya kesempatan
untuk menghancurkan pabrik..
dengan begitu meskipun kau mati,
aku tetap akan diburu oleh Kaidou..
apa itu kurang lebih apa yang kau
pikirkan??"
"Sayang sekali, kau salah
memperhitungkan selama apa
waktu yang bisa kau ulur.." ucap
Doflamingo lagi. "Dan ditamabh
sekarang mereka tertunda. Kau bisa
saja terus bilang kalau kau
memperalat mereka, tapi
kenyataannya strategi ini
membutuhkan jumlah kepercayaan
yang sangat besar darimu.. kenapa..
kenapa kau begitu mempercayai
Topi Jerami?"
"Hah.. hah.." sambil terengah-engah
dan dengan senyum percaya diri
Law menjawab, "Karena D pasti akan
membawa badai yang lain.."
----- One Piece Chapter 729 -----
Di sisi Luffy, tampak ia telah bertemu
dengan Kinemon dan Zoro. "Ada
apa, Zoro??" tanya Luffy. "Kalau kau
tahu akan ada turnamen seperti ini,
kenapa kau tidak mengajakku!??"
bentak Zoro.
"Ah, maafkan aku.."
"Aku jadi malah hanya berlari
mengelilingi kota ini.."
"Kita kemari bukan untuk
mendiskusikan ini!!" ucap Kinemon.
"Zoro.." dari kejauhan tanpa mereka
sadari Angkatan Laut mengawasi.
Mendengar Luffy menyebut-nyebut
nama Zoro, kecurigaan mereka pun
memuncak. Salah seorang Angkatan
Laut kemudian melapor pada wakil
admiral Bastille yang sejak awal
memang telah bersiaga di dekat
kolesium, "Wakil admiral Bastille!!
seperti yang kita curigai, pria itu
adalah si pemburu bajak laut, dan
kemungkinan besar yang satunya
adalah Topi Jerami!!"
"Jadi karena itu Lucy sangat kuat ya,
hmm.. jadi dia memang ada di
negara ini.." ucap wakil admirak
Bastille. "Tapi untuk saat ini kita
akan membiarkannya dulu. Jika kita
mencoba untuk melakukan sesuatu
sekarang, kriminal-kriminal lainnya
akan bergegas pergi dari stadion itu.
Dan saat keributan itu berlangsung,
kemungkinan besar dia akan lolos
dari genggaman kita.."
"Orang yang telah berhasil
tereliminasi adalah Don Qinjao dari
blok C.. dan juga.. eh? aku belum
pernah mendengar kebanyakan dari
mereka.. dan um.." asisten Bastille
mengecek laporannya.
"Hmm, siapa lagi yang akan kami
tangkap ya.." pikir Bastille.
Kembali ke sisi Luffy, tampak
Kinemon sedang mencoba untuk
menggunakan dendenmushi. "Begini
kan cara menggunakannya.."
"Apa yang kau lakukan?" tanya
Zoro.
"Sanji-dono memintaku untuk
menghubunginya jika kita sudah
bertemu Luffy-dono.." ucap
Kinemon.
"Jadi begitu. Oh ya, ngomong-
ngomong Luffy, stadion besar ini
dipenuhi oleh Angkatan Laut.." ucap
Zoro. Ternyata ia sudah tahu, namun
antai saja.
"Jangan menganggapnya seperti hal
ini tidak penting!! itu adalah alasan
utama kita datang ke sini tahu.."
ucap Kinemon.
Di lautan dekat Dressrosa, di atas
Thousand Sunny, dendenmushi
berdering. "Apakah itu dari
Kineomon? sambungkan juga ke
Usopp, Chopper.."
"Sanji, ini aku!!" ucap Luffy lewat
dendenmushi.
"Ini Usopp!!" kini mereka semua
telah terhubung.
"Selain Law, kami semua ada di sini,
laporkan status kalian." ucap Sanji.
"Ow, ini Franky! aku bersama
dengan Robin dan Usopp!!" jelas
Franky. "Sekarang kami sedang
bersama dengan fraksi anti
Donquixote dari negara ini, tentara
Riku.."
"Tentara??"
"Dari para mahluk kerdil??"
"Mahluk kerdil!??" Luffy kaget.
Di sisi Usopp, "Ini adalah pertemuan
antar pahlawan, jangan ada yang
menguping!!" ucap Usopp ke orang-
orang Tontatta. "Kami mengerti,
Usolland!!" ucap mereka.
"Luffy, apa kau ingat dengan prajurit
aneh di depan kolesium waktu itu??"
"Apa dia yang dimaksud dengan si
kurcaci??"
"Dia itu sebenarnya kapten dari
pasukan ini.." ucap Franky. "Jadi, hari
ini mereka berencana untuk
menjatuhkan Doflamingo!!"
"Ah!! orang itu!! si prajurit mainan,
dia ingin Rebecca berhenti
bertarung!! Oi Franky, kau harus
menghentikan prajurit itu!!" ucap
Luffy.
"Jangan bodoh!! aku malah akan
mengatakan sebaliknya.." ucap
Franky. "Apa kau sudah biicara
dengan Rebecca?"
"Ya, dia terlihat seperti orang baik,
aku tidak punya uang, jadi ia
mentraktirku dengan tiga nasi
kotak.." jelas Luffy. "Tapi begitu dia
memasuki arena, para penonton
terlihat sangat marah!! aku jadi
kesal.."
"Aku juga merasakan hal yang
sama." ucap Franky. "Jadi, aku
sangat setuju dengan rencana Tora-
san. Kita harus menghancurkan
pabrik, dan membiarkan Doflamingo
tetap hidup, dengan begitu kita
akan puas. Tapi.. mereka yang
berada di sini ingin balas dendam
pada Doflamingo hari ini, apakah
hatimu tidak tergugah untuk
membantu? Luffy!!" sambil
meneteskan air mata haru Franky
berkata, "Apapun yang kau katakan,
aku akan bertarung bersama
mereka!! Karena negara yang
kelihatannya damai ini menyimpan
kegelapan yang sangat mendalam!!
Untung menantang musuh yang
kuat dan licik seperti dia, beberapa
pahlawan, prajurit kerdil.. yah, aku
tak bisa berdiam diri saja melihat
mereka mempertaruhkan nyawa!!"
Sejenak Luffy dan Sanji terdiam saat
mendengarnya. Kemudian Sanji
berkata, "Baiklah, kita akan
kembali.." Sanji ikut.
"Eeh!?? kami kira kau tak akan
mengatakan itu!!" Chopper
menangis terharu sementara Nami
menangis karena takut.
"Franky!!" Luffy teringat akan
Rebecca dan kemudian memberi
perintah, "Kalian mengamuklah!!
kami akan bergabung secepat
mungkin!!"
"Oww!!! terimakasih banyak!!"
Franky sangat senang teman-
temannya mau ikut membantu.
----- One Piece Chapter 729 -----
Di tepi pantai Dressrosa, tempat
admiral dan pasukannya berada..
"Isshou-san!! ada pertarungan besar
yang terjadi di kota!!"
"Kita harus bergegas.."
Terjadi semacam ledakan, tampak
gedung-gedung terpotong seperti
terkena tebasan sesuatu. "Hm!!?"
Zoro kaget. "Apa yang terjadi di
sna!? apa yang baru saja kita
dengar!??" Usopp juga kaget.
"Hm!??"
Booombb!!! tiba-tiba terjadi ledakan
di depan Zoro dan Kinemon.
"Wakil admiral Bastille, itu kan!!"
"Eh, ada apa!??"
"Oi!!"
"Itu.."
"Trafaguy!!"
"Doflamingo!!!"
Tampak Doflamingo dan Law telah
sampai di tempat itu. Doflamingo
masih berdiri kokoh, sementara Law
rebah tak berdaya. "Haah.. haah.."
"Hei! Tora!! kenapa kau bersama
Mingo!??" Luffy kaget.
"Bocah ini.. dia mengira dia punya
kesempatan menang melawanku.."
Bang Bang Bang!!! tak berhenti
dengan kejamnya Doflamingo
menembak-nembak tubuh Law yang
sudah tak berdaya. "Kora-san.."
"Tra-Guy!!!!!!!!" Luffy berteriak,
sementara Dofla menikmati semua
yang telah dilakukannya itu.
mengawasi Luffy. "Jika aku
membunuhnya, aku bisa menjadi
anggota dalam keluarga.." pikir
Bellamy dengan niat yang licik. "Tak
ada maksud pribadi, topi jerami.."
lanjutnya dalam hati.
"Aha! ketemu juga kau Bellamy!!"
seorang perempuan dengan topi
tanduk tiba-tiba saja muncul di
belakang Bellamy, ia adalah
Dellinger, salah seorang keluarga
Doflamingo. Meski tampangnya
kurang meyakinkan, Dellinger
adalah tipe petarung.
"Apa kau sudah selesai
membunuhnya? hmm?? ah, belum
ya.." Dellinger masih bisa melihat
Luffy berdiri di kejauhan sana. "De-
Delinger!? apa yang kau.." Bellamy
kaget.
"Mmm, yah, sudah kuduga kau pasti
akan mengacaukan pembunuhan
ini.." ucap Dellinger. "Sekarang kau
cuma menghalangi pemandangan
saja, jadi aku harus membunuhmu..
itu yang tuan muda katakan.. uups,
sepertinya aku terlalu banyak
bicara, kau tahu, tadi itu salahku
kok.."
Mendengarnya Doflamingo
ketakutan, "Apa.."
One Piece Chapter 729 - Shichibukai
Doflamingo vs Shichibukai Law
Teks Version by www.Beelzeta.com
Di jembatan beti, Dressrosa,
pertarngan sengit antara Law
melawan Doflamingo sedang
berlangsung. Pedang Law sedang
beradu dengan benang-benang
awan Doflamingo. Meski telah
berada di dalam room-nya,
kelincahan Doflamingo membuat
Law kewalahan.
"Metz!!" Law menyerang namun
dengan mudah Doflamingo
menghindar, dan bahkan balik
menendang. Doflamingo kemudian
lanjut menyerang dengan tembakan
benang, "Damaito!!"
Law terkapar, sementara
Doflamingo masih kokoh berdiri.
"Gerakanmu, Law.." ucapnya.
Doflamingo begitu kuat, dalam
pertarungan ia bahkan
menyempatkan diri untuk
berkomunikasi dengan Diamante
menggunakan dendenmushi. "Ah,
maaf, lanjutkan pembicaraanmu
yang tadi.." ucapnya.
"Violet telah pergi mengkhianati
kita.." jelas Diamante lewat
dendenmushi.
"Yah, si kaki hitam memang tiba-tiba
saja muncul di langit, jadi aku sudah
mengira ini pasti ada apa-apanya.."
ucap Doflamingo.
"Gara-gara itu kita jadi tak tahu apa
yang Topi Jerami rencanakan.." ucap
Diamante.
"Tak apa, jangan masalahkan itu
lagi, kirim Lao G ke pintu masuk
pabrik Smile.." pinta Doflamingo.
"Jangan main-main denganku, kau
tahu kan mereka harus mengurusi
kerumunan orang-orang yang
masuk ke final itu.." ucap Diamante.
"Kalau itu kau sendiri sudah cukup.."
ucap Doflamingo.
"Hei hei, itu seperti kau mau bilang
kalau.."
"Kau itu jenius.." lanjut Doflamingo.
"Yaah!! karena kau sudah
memberikan pendapatmu yang
begitu tanpa prasangka, aku tak
punya pilihan lain selain mengurusi
semuanya.." Diamante pun setuju
dan mematikan dendenmushinya.
Kembali ke Law, secara perlahan ia
mencoba untuk bangkit kembali.
"Jadi, Law.. intinya ka menjadi
umpan, dan selama pergumulan
kecil ini berlangsung, para kru ropi
jerami akan punya kesempatan
untuk menghancurkan pabrik..
dengan begitu meskipun kau mati,
aku tetap akan diburu oleh Kaidou..
apa itu kurang lebih apa yang kau
pikirkan??"
"Sayang sekali, kau salah
memperhitungkan selama apa
waktu yang bisa kau ulur.." ucap
Doflamingo lagi. "Dan ditamabh
sekarang mereka tertunda. Kau bisa
saja terus bilang kalau kau
memperalat mereka, tapi
kenyataannya strategi ini
membutuhkan jumlah kepercayaan
yang sangat besar darimu.. kenapa..
kenapa kau begitu mempercayai
Topi Jerami?"
"Hah.. hah.." sambil terengah-engah
dan dengan senyum percaya diri
Law menjawab, "Karena D pasti akan
membawa badai yang lain.."
----- One Piece Chapter 729 -----
Di sisi Luffy, tampak ia telah bertemu
dengan Kinemon dan Zoro. "Ada
apa, Zoro??" tanya Luffy. "Kalau kau
tahu akan ada turnamen seperti ini,
kenapa kau tidak mengajakku!??"
bentak Zoro.
"Ah, maafkan aku.."
"Aku jadi malah hanya berlari
mengelilingi kota ini.."
"Kita kemari bukan untuk
mendiskusikan ini!!" ucap Kinemon.
"Zoro.." dari kejauhan tanpa mereka
sadari Angkatan Laut mengawasi.
Mendengar Luffy menyebut-nyebut
nama Zoro, kecurigaan mereka pun
memuncak. Salah seorang Angkatan
Laut kemudian melapor pada wakil
admiral Bastille yang sejak awal
memang telah bersiaga di dekat
kolesium, "Wakil admiral Bastille!!
seperti yang kita curigai, pria itu
adalah si pemburu bajak laut, dan
kemungkinan besar yang satunya
adalah Topi Jerami!!"
"Jadi karena itu Lucy sangat kuat ya,
hmm.. jadi dia memang ada di
negara ini.." ucap wakil admirak
Bastille. "Tapi untuk saat ini kita
akan membiarkannya dulu. Jika kita
mencoba untuk melakukan sesuatu
sekarang, kriminal-kriminal lainnya
akan bergegas pergi dari stadion itu.
Dan saat keributan itu berlangsung,
kemungkinan besar dia akan lolos
dari genggaman kita.."
"Orang yang telah berhasil
tereliminasi adalah Don Qinjao dari
blok C.. dan juga.. eh? aku belum
pernah mendengar kebanyakan dari
mereka.. dan um.." asisten Bastille
mengecek laporannya.
"Hmm, siapa lagi yang akan kami
tangkap ya.." pikir Bastille.
Kembali ke sisi Luffy, tampak
Kinemon sedang mencoba untuk
menggunakan dendenmushi. "Begini
kan cara menggunakannya.."
"Apa yang kau lakukan?" tanya
Zoro.
"Sanji-dono memintaku untuk
menghubunginya jika kita sudah
bertemu Luffy-dono.." ucap
Kinemon.
"Jadi begitu. Oh ya, ngomong-
ngomong Luffy, stadion besar ini
dipenuhi oleh Angkatan Laut.." ucap
Zoro. Ternyata ia sudah tahu, namun
antai saja.
"Jangan menganggapnya seperti hal
ini tidak penting!! itu adalah alasan
utama kita datang ke sini tahu.."
ucap Kinemon.
Di lautan dekat Dressrosa, di atas
Thousand Sunny, dendenmushi
berdering. "Apakah itu dari
Kineomon? sambungkan juga ke
Usopp, Chopper.."
"Sanji, ini aku!!" ucap Luffy lewat
dendenmushi.
"Ini Usopp!!" kini mereka semua
telah terhubung.
"Selain Law, kami semua ada di sini,
laporkan status kalian." ucap Sanji.
"Ow, ini Franky! aku bersama
dengan Robin dan Usopp!!" jelas
Franky. "Sekarang kami sedang
bersama dengan fraksi anti
Donquixote dari negara ini, tentara
Riku.."
"Tentara??"
"Dari para mahluk kerdil??"
"Mahluk kerdil!??" Luffy kaget.
Di sisi Usopp, "Ini adalah pertemuan
antar pahlawan, jangan ada yang
menguping!!" ucap Usopp ke orang-
orang Tontatta. "Kami mengerti,
Usolland!!" ucap mereka.
"Luffy, apa kau ingat dengan prajurit
aneh di depan kolesium waktu itu??"
"Apa dia yang dimaksud dengan si
kurcaci??"
"Dia itu sebenarnya kapten dari
pasukan ini.." ucap Franky. "Jadi, hari
ini mereka berencana untuk
menjatuhkan Doflamingo!!"
"Ah!! orang itu!! si prajurit mainan,
dia ingin Rebecca berhenti
bertarung!! Oi Franky, kau harus
menghentikan prajurit itu!!" ucap
Luffy.
"Jangan bodoh!! aku malah akan
mengatakan sebaliknya.." ucap
Franky. "Apa kau sudah biicara
dengan Rebecca?"
"Ya, dia terlihat seperti orang baik,
aku tidak punya uang, jadi ia
mentraktirku dengan tiga nasi
kotak.." jelas Luffy. "Tapi begitu dia
memasuki arena, para penonton
terlihat sangat marah!! aku jadi
kesal.."
"Aku juga merasakan hal yang
sama." ucap Franky. "Jadi, aku
sangat setuju dengan rencana Tora-
san. Kita harus menghancurkan
pabrik, dan membiarkan Doflamingo
tetap hidup, dengan begitu kita
akan puas. Tapi.. mereka yang
berada di sini ingin balas dendam
pada Doflamingo hari ini, apakah
hatimu tidak tergugah untuk
membantu? Luffy!!" sambil
meneteskan air mata haru Franky
berkata, "Apapun yang kau katakan,
aku akan bertarung bersama
mereka!! Karena negara yang
kelihatannya damai ini menyimpan
kegelapan yang sangat mendalam!!
Untung menantang musuh yang
kuat dan licik seperti dia, beberapa
pahlawan, prajurit kerdil.. yah, aku
tak bisa berdiam diri saja melihat
mereka mempertaruhkan nyawa!!"
Sejenak Luffy dan Sanji terdiam saat
mendengarnya. Kemudian Sanji
berkata, "Baiklah, kita akan
kembali.." Sanji ikut.
"Eeh!?? kami kira kau tak akan
mengatakan itu!!" Chopper
menangis terharu sementara Nami
menangis karena takut.
"Franky!!" Luffy teringat akan
Rebecca dan kemudian memberi
perintah, "Kalian mengamuklah!!
kami akan bergabung secepat
mungkin!!"
"Oww!!! terimakasih banyak!!"
Franky sangat senang teman-
temannya mau ikut membantu.
----- One Piece Chapter 729 -----
Di tepi pantai Dressrosa, tempat
admiral dan pasukannya berada..
"Isshou-san!! ada pertarungan besar
yang terjadi di kota!!"
"Kita harus bergegas.."
Terjadi semacam ledakan, tampak
gedung-gedung terpotong seperti
terkena tebasan sesuatu. "Hm!!?"
Zoro kaget. "Apa yang terjadi di
sna!? apa yang baru saja kita
dengar!??" Usopp juga kaget.
"Hm!??"
Booombb!!! tiba-tiba terjadi ledakan
di depan Zoro dan Kinemon.
"Wakil admiral Bastille, itu kan!!"
"Eh, ada apa!??"
"Oi!!"
"Itu.."
"Trafaguy!!"
"Doflamingo!!!"
Tampak Doflamingo dan Law telah
sampai di tempat itu. Doflamingo
masih berdiri kokoh, sementara Law
rebah tak berdaya. "Haah.. haah.."
"Hei! Tora!! kenapa kau bersama
Mingo!??" Luffy kaget.
"Bocah ini.. dia mengira dia punya
kesempatan menang melawanku.."
Bang Bang Bang!!! tak berhenti
dengan kejamnya Doflamingo
menembak-nembak tubuh Law yang
sudah tak berdaya. "Kora-san.."
"Tra-Guy!!!!!!!!" Luffy berteriak,
sementara Dofla menikmati semua
yang telah dilakukannya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar