VERSI TEKS ONE PIECE CHAPTER 756 : "Level 4"
Scene diawali dari sisi Usopp
cs, Viola telah memulai apa
yang sebelumnya disuruh oleh
ayahnya yaitu untuk
menjelajahi istana dengan
kemampuannya itu, yang bertujuan menemukan lokasi
Putri Mansherry ditahan.
Namun Viola sempat bertanya
tanya karna selama 10 tahun
berpura pura menjadi
bawahan dofla dan tinggal di istana, dia tak pernah mendengar Informasi tentang ditangkapnya Putri Mansherry
"Ketika aku bergerak keluar
masuk Istana sebagai Violet..
Aku tak pernah mendengar
apapun tentang Putri Tontatta
'Mansherry' yang dijadikan tawanan"
: gumamnya .
Di Plateu Istana Raja yg lama
Viola berdiri menghadap ke
Istana yg ada diatas flower
hill, dengan kemampuan Giro
Giro nya Viola pun mulai
menelusuri kedalam istana
"Dimanakah dia berada?"
: Gumamnya sambil mencari
lewat kemampuan matanya itu
"Aku tidak pernah memeriksa
ruangan ini dalam beberapa tahun.."
: Viola mencari cari ke
satu ruangan dan ruangan
lainnya, terlihat juga para
Keroco sedang melakukan aktifitas di ruangan ruangan itu, seperti yg memasak didapur dan hal lainnya.
Sementara Viola mencari, Riku,
Tank, Usopp dan Hack hanya
berdiam sambil berjaga janga,
Usopp yang baru tau
kemampuan viola pun
bertanya tanya
"Yang benar saja.. Dia bisa
melihat kedalam istana dari sini?"
: Tanyanya
"ya.. Dia memiliki
'Clairvoyance' Dia bisa melihatnya, dimanapun dan kapanpun itu, melihat
melewati sesuatu dari jarak
yang luar biasa"
: Jawab Tank
? kata asli jepang untuk
'Clairvoyance' bisa ditulis juga
dengan 'Pandangan Ratusan Mil' Mendengar itu Usopp pun
menjadi terpikir dengan Sanji
"Aku berani bertaruh Sanji
akan rela memberikan satu
atau 2 kaki untuk
mendapatkan kekuatan itu!"
Sementara itu, tiba tiba muncul
2 orang kesana dan yg satu
langsung diringkus Tank
"Siapa kalian?"
: tanya tank
"ini aku, Usopp-dono! "
: ucap orang itu .
Usopp pun menengok ke arah
orang itu dan ternyata dia adalah
"Kin'emon!!"
: Ucap Usopp
"kau mengenal orang ini rupanya.."
: Ucap Hack .
Dan ternyata tak hanya Kinemon, tetapi Kanjuro pun juga ada disana dengan menaiki si burung tentunya "woah, apa itu... Sungguh Aneh! Makhluk yg menyedihkan"
: Ucap Usopp yg
melihat si burung aneh yg
kecapean sambil mengepak
ngepakan sayapnya untuk mendarat
"Ini adalah 'Escape Sparrow' "
: Jawab Kinemon
"penjelasannya nanti saja..
Yang lebih penting lagi, Aku
terkejut kau telah berada diatas sini. Dan Kulihat orang orang yang sungguh menakutkan juga sedang
berusaha membuat jalan
menuju ke Plateu ini!
Apa yang sebenarnya sedang
terjadi?"
"Itulah apa yang coba
kukatakan!!"
: Ucap Usopp yang
memang sebelum"nya selalu
diabaikan Riku dan yg lain
"Semua orang diseluruh negeri
ini sedang mengincar kita.
Namun Dengan susahnya
untuk naik ke tempat ini,
kami berhasil menghindari
serangan itu, tapi.."
"Jangan khawatir O Tengu"
: Ucap Kan
? Tengu = Makhluk Mitologi
Jepang yang memiliki Hidung panjang.. Julukan baru buat si Usopp nih
"Kulihat semua orang disana
sedang kesulitan untuk
membuat jalan menuju kemari
makanya aku buatkan mereka
sebuah jaring untuk mendaki!"
: Ucap Kan dgn penuh semangat xD "APA?"
: Kaget Usopp
"mereka akan tiba disini
sebentar lagi!"
: Lanjut Kan Dan benar saja, dari dalam dinding Koloseum Kanjuro
menggambar jaring yang
menuju Plateu, mungkin
Kanjuro menyamakan orang
orang itu dgn para prajurit Dressrosa dibawah tanah yg
sebelumnya dia buatkan
tangga karna merasa Iba lol
"untuk apa kau membuatnya, Bodoh!"
: Teriak Usopp karna
tentu saja Jaring itu bisa jadi
jalan untuk para Bounty
Hunter sampai ke Plateu
Dan benar saja, para Bounty Hunter memakai Jaring
gambar itu untuk naik ke Plateu
"Raja Riku dan God Usopp ada
diatas sana!"
: Ucap mereka
namun seperti biasa ada juga
orang orang yg Protes
"Tali ini sangat sulit didaki" "a-apakah aksiku tidak
berguna!!"
: Kaget Kanjuro
"Mereka kesini untuk
mengambil kepala kita!!"
: Bentak Usopp.
Ditengah keributan yang
terjadi Viola akhirnya berhasil
menemukan Mansherry
"Aku menemukannya!"
: Ucap Viola.
Sementara Usopp masih
membentak Kanjuro
"kau pikir kami akan
membiarkanmu lari
berkeliaran menemukan...
Tunggu, apa?
Apa yang kau temukan?"
: Tengok Usopp ke arah Viola
"Sungguh memalukan!
Bagaimana kurang ajar nya
diriku terhadap seseorang
yang telah berjasa besar"
: Ucap Kan yang mungkin maksud
berjasa/hutang budi disini, karna Usopp dkk
bagaimanapun juga telah
menyelamatkan Kin dan Momo
"aku tak punya pilihan lain
selain melakukan Harakiri"
? Harakiri = aksi bunuh diri
demi harga diri , Hara (Perut)
Kiri (memotong) dengan kata
lain Harakiri itu adalah aksi
bunuh diri dengan memotong
perut sendiri, biasa memang dilakukan oleh para Samurai!
Dan aku sendiri pernah
melihatnya di film '47 Ronin'
dimana Endingnya para
Samurai melakukan aksi
harakiri masal didepan umum,,
"Hentikan itu, Kanjuro!!"
: Teriak Kin
"Baiklah!"
: Seru Kan lol
"Diamlah! Lebih baik kau
potong saja perutmu itu!"
: Bentak Usopp
"Apa yang akan kita lakukan
terhadap mereka yang sedang
memanjat kemari?"
: tanya Usopp
"Tunggu dulu! Kau ini
sebenarnya Siapa?"
"Ma'afkan aku karna
terlambat memperkenalkan
diri.. Aku adalah Kanjuro,
seorang samurai" .
Sementara mereka berdebat,
Viola masih terus
memfokuskan untuk
menemukan lokasi detail mansherry
"Itukah... Mansherry?"
: Ucap Viola yang dari kata-katanya,
sepertinya dia belum pernah
bertemu mansherry?
Scene beralih ke sisi Robin cs,
sebelumnya diketahui mereka
telah berhasil melewati patung
Pica namun ternyata mereka
tak langsung sampai pada level
tertinggi melainkan mereka ke level 1 dulu untuk mendapat
pijakan, kemudian mengapung
ke level 2 dan seterusnya, saat
ini mereka masih mengapung
di langit tepatnya diatas level 2
dan sedikit lagi akan sampai di level 3 .
Viola yang berhasil
menemukan tempat
mansherry dikurung langsung
mengabarkannya pada Leo
yang masih mengapung
bersama dgn Rebecca, lewat den den mushi
"Leo! Aku menemukannya!
Putri Mansherry ada di istana"
: Ucap Viola
"Viola-sama! Anda mencarikannya untuk kami?"
: Tanya Leo yang tak diberatahu sebelumnya karna memang ini
adalah perintah Riku
"Itu bagus.. Di istana tempat
apa dia berada?"
: Tanya Leo
"Dia berada diruangan yang
kecil dibelakang Kapel!
Apa kau ingat tempat itu?"
: Ucap Viola
? Kapel = Gereja kecil yang
berada dilingkungan Istana
Leo pun mengingat tempat
tersebut karna dulu para
Tontatta sering bermain di
Istana kerajaan
"Ruang Hukuman!"
: Ucap Leo
"Benar, tempat itu!"
: seru Viola
? Ruang hukuman = Sel kecil
yang dulu digunakan untuk
menghukum para Tontatta jika
berbuat nakal di istana .
Leo tiba tiba menangis
"Itu mengingatkanku pada
Scarlet-sama"
"Yah"
: Seru kabu yang juga
berada disana
"...! Ibuku?"
: Ucap Rebecca Sambil menangis .
Leo pun menceritakan masa lalunya
bersama Scarlet dan Viola,
karna bagaimanapun juga para
Tontatta ini dianugrahi umur panjang
"Ketika kami berkunjung ke
Istana. kami selalu saja
bertengkar dgn Viola-sama
dan akhirnya dimarahi Raja
Riku, dan setiap saat scarlet-sama akan..."
"ya ampun, kalian terlibat
masalah lagi? Kalian masih saja
belum belajar, yah?"
: Ucap Scarlet yang memulai flasback
ini Scarlet, Viola dan para Tontatta
yang berada di ruang
hukuman sedang berdebat
tentang Piring Pecah
"Itu tidak benar Onee-sama!!
Leo lah yang memecahkan
piringnya!"
: Ucap Viola kecil
"Tapi Viola-sama yang bilang,
aku boleh menghancurkannya"
: Bela Leo
"Kubilang kau boleh menyentuhnya!"
: Ucap Viola
"Nanti kita akan pergi untuk
minta ma'af bersama sama,
Oke! Tapi untuk sekarang..
Aku sudah membawa
beberapa buah"
: Ucap Scarlet sambil tersenyum dan membawa 2 buah apel ditangannya
"Apa kalian lapar?"
: Tanya Scarlet
"Iya!!"
: Jawab Semuanya dan
mengakhiri flashback
"Kami semua.. Sangat
menyukai Scarlet-sama"
: Ucap Leo yang masih menangis,
sementara Rebecca hanya
tersenyum mendengar cerita
tentang ibunya itu
"Ah! Aku ingat betul
tempatnya, terima kasih!!"
: Ucap Leo pada Viola
"Berhati-hatilah Leo! Sekarang Istana adalah markas musuh!"
: Ucap Viola
"Aku mengerti! aku pasti akan
menyelamatkan putri"
: Ucap Leo
'Gatcha'
: akhir pembicaraan Tak terasa, Robin cs pun telah
sampai di level 3 !
menyentuh tanah kemudian mereka
mengapung kembali
"Sekarang kita sudah diatas
level 3, Rebecca"
: Ucap Robin
"Ya Robin-san! Sebentar lagi
kita akan sampai di ladang bunga"
: Tanggap Rebecca Sejauh ini mereka bisa terbang
tanpa bnyk hadangan, namun
kali ini tiba tiba dari bawah
mereka berterbangan bola
bola hitam menghampiri mereka.
Barto yang berada paling bawah tentu saja yang paling terancam bahaya
"Awas, Chicken-kun"
: Peringati Robin, namun Barto masih
terpesona dgn aksi Zoro sebelumnya
"Kru Topi Jerami memang jauh
lebih keren dibanding apa
yang kubayangkan!"
: Ucapnya
"Huh?"
: gumam Barto yang akhirnya sadar "Sesuatu mengapung kearah
kita dari bawah!!"
: teriak robin .
Dan Duarr Bom bom itu pun
melet yang ternyata itu adalah
ulah Gladius dgn teknik
'Puncture Parlor/Peluru Pecah'
Barto kena telak dan akhirnya
gosong, membuatnya menjadi 'fried chicken' lol
"Chicken-kun"
: Ucap Robin
"Kekuatan ini.. Pamu pamu no mi"
: Ucap Kabu
"Tidak! Yellow kabu-ku.."
: Ucap Robin Dan tak hanya Barto tetapi Yelow Kabus yang
mengangkut Robin pun
terkena serangan ini sehingga
dia juga terjatuh sama seperti barto. Hanya tinggal Rebecca yang masih mengapung
"Robin-san!!"
: Teriak Rebecca .
Dibawah sana Gladius juga ikut
terbang dgn memanfaatkan
kemampuan DF nya,
meletuskan bagian bawah
kakinya sehingga dia terlontar
keatas dan berniat menyerang Rebecca
"Tak kusangka ada kelompok
yang mendekati istana dengan
cara seperti ini!"
: Ucapnya
"Itu Gladius!"
: ucap kabu yg
berada didekat Rebecca Namun gerakan Gladius
dihentikan robin dengan
teknik 'Deux Fleur'
menumbuhkan tangan tangan
ditubuh Gladius dan
mencengkramnya dgn kuat
"Rebecca! Bawakan kuncinya
ke ladang bunga matahari!
Aku akan baik baik saja"
: Ucap Robin
"Robin-san!!"
: Teriak Rebecca
Scene beralih lagi kesisi Usopp
cs karna ulahnya yg
membahayakan tadi, Kan dan
Kin mendapatkan hadiah
berupa Benjol di kepala dari
Usopp haha, disana Usopp juga memegang Pedang milik Kan,
mungkinkah Usopp baru saja
menghilangkan jaring yang
menuju platou??
"Apa kau masih mencari cari
sesuatu Viola?"
: tanya Usopp
"baru saja.. Ditengah kepulan
asap dan pertempuran kurasa
aku melihat sesuatu yang
mirip dengan mainan"
: Jawab Viola
"Firasatku tak enak..
Ahh!!"
"Apa yang terjadi?"
: tanya Usopp lagi
"Disana! Sugar sudah bangun!!"
Mendengar nama itu, Usopp
pun langsung kaget
"Ehhh?"
: ditambah dengan ekspresi
khasnya
"oi! Apa yang kau bicarakan?
Dengan wajah pembunuh
'Jack-in-the-bo x' ku.
Dia sudah tak berdaya lagi..
Seharusnya dia masih pingsan
selama 2 atau 3 hari lagi.."
: ucap ngasalnya
"mugiwara dan yang lainnya
tidak tau apapun tentangnya,
bukan? Ataupun kekuatan miliknya?"
: Ucap Violet
"Dia telah pulih! Ini adalah berita
buruk bagi Luffy dan yang lainnya"
"apaaaa!?"
: kaget Usopp yang
mendengar Sugar telah
kembali ke kondisinya
Scene beralih ke Istana
kerajaan, Di tempat Sugar
terlihat ada seorang keroco
yang mengantarkan makanan
untuknya, namun tiba tiba
saja Sugar kaget seperti saat melihat wajah kepedesan
Usopp dulu
"Kyaaaaa.."
: Teriaknya Dan ternyata Keroco yg
menghampiri Sugar tersebut
memiliki Hidung panjang yang
mengingatkan Sugar pada Usopp
"orang dengan Hidung panjang
Jangan dekat dekat denganku!
Semua orang berhidung
panjang harusnya mati saja!"
: bentak sugar
"apa? Kukira anda lapar, jadi
kubawakan beberapa sosis
untuk anda Sugar-sama.."
: ucap si keroco
"Jangan bawakan benda benda
panjang padaku!"
: bentaknya
"kau tau aku hanya memakan
anggur, kan? Apa kau ini dungu?"
: Sugar yang geram pun
akhirnya merubah keroco itu
menjadi mainan
"jadilah sebuah Headracker dan
bertarung!!"
: Sugar menyentuhnya dan berubahlah dia menjadi mainan
seperti yg ada di level 3
"Aku malu kalau tuan muda
sampai melihat keadaanku
yang seperti ini. Akan kuubah
semua orang dinegeri ini
menjadi mainan lagi dan akan
kumulai dari si Hidung panjang itu dan teman temannya bajak
laut Topi Jerami"
Scene beralih ke tempat
Luffy cs, mereka yang
kemarin berhasil lolos dari para
Opsir di level 2 dan akhirnya
sampai ke level 3 kini kembali
menghadapi tantangan baru, para Mainan raksasa ciptaan
Sugar "Headcrucker" lah yang
merupakan penjaga level
tersebut.
Salah satu mainan
langsung menyerang mereka
dengan mulut dan gigi giginya yang besar
"menghindarlah! farul..!"
: Teriak Caven .
Farul meringkik dan berusaha
keras menghindar namun dia
tetap tertangkap, kepala farul
masuk ke mulut si mainan dan
digigitnya sampai keluar darah .
Luffy yang duduk diatas
pundak kyros xD langsung tak
tinggal diam
"Kuda!"
: teriaknya
namun Gigitan si mainan terus
semakin keras mencengkram
leher farul
"Konoyaro!!"
: Luffy bersiap
menghajar si mainan
"Gomu Gomu no.."
: sambil memulai ancang ancang dan
kemudian
"Jet Pistol!"
Bam!!
Pukulan Luffy mengenai tubuh si mainan sampai membuat
lubang di perutnya ,
Si mainan pun roboh,
begitupun Farul yang terjatuh
karna kesakitan
"Farul, bertahanlah!"
: Ucap Caven
"Gigitannya keras sekali!
Tulang tengkoraknya sampai retak. Farul.. Bertahanlah!"
: Ucap khawatirnya sambil
memegang kepala farul
Mainan yang telah dihajar
Luffy tiba tiba bangkit
kembali dan menyerang lagi
"apa apaan makhluk ini!
Padahal Aku baru saja
membuat lubang diperutnya"
: Ucap Lufy
"Brengsek! Beraninya kau
melakukan itu pada Farul"
: Ucap Caven marah dan bersiap
menyerang
'Biken..' 'Round Table'
Slash! Leher si
mainan pun dipenggalnya..
Kepalanya terjatuh, namun dia
belum mati juga, kepala yang
jatuh tadi dibawanya dgn
tangan dan dipasangkan lagi ketempat asalnya..
"Makhluk itu.. Apa mereka
abadi?" .
Luffy Caven Kyros terlihat
serius menghadapi mereka ,
sementara Law yang masih
diborgol hanya bisa berlindung
dibelakang
"Sial.. Jika saja kita punya
kunci untuk borgol ini..
Aku bisa membereskan mereka
dengan mudah!"
: Ucap Kesal Law .
Ditengah tengah pertarungan
tersebut, tiba tiba dari atas
langit jatuh sesuatu ke arah
mereka yang ternyata itu
adalah Barto, Robin, dan Gladius
"Sesuatu jatuh dari atas!"
: Ucap Luffy
'goah' Barto jatuh menimpa si
Headcrucker dengan kepala
dibawah, Gladius
menggunakan kemampuan
letusannya untuk mendarat
sedangkan Robin terbang dengan cantiknya
menggunakan sayap sayap
dari tangannya
"Oghh.. Sialan, inilah yang
terjadi ketika aku kehilang
konsentrasi"
: Ucap Barto dgn
kondisi mengenaskan
"Itu si Kepala ayam"
: Ucap Luffy .
Sementara Barto kesakitan,
disisi lain Robin mendarat
dengan mulusnya
"Robin!"
: ucap Luffy
"Luffy? Torao-kun? Kenapa
kalian disini?"
: tanya Robin
"Lu-Lu-Lu-Luffy Senpai..."
: Ucap barto yang langsung
bangun setelah mendengar
nama itu
"Nico-ya! Mana kuncinya!
Serahkan padaku, cepat!"
: Ucap Law.
Sementara itu Gladius mulai
berdiri
"Rebecca berhasil lolos..
Gadis kecil itu, dia mungkin bisa
sampai ke istana tapi dia tak
akan bisa berbuat apapun.
Aku akan memburu dan
menghabisinya nanti..
Namaku Gladius! Dan akan kumulai dari
membuang kalian para sampah"
: Ucapnya sambil
didampingi para Headcruckers.
Robin dan Barto maju kedepan
untuk menghadapi orang ini
agar Luffy dan yang lainnya
bisa melanjutkan perjalanan
"Luffy, Torao-kun, dan Hetai-san.. Cepatlah pergi! Ladang
bunga matahari ada di level 4"
: Ucap Robin
"Robin?"
: Ucap Luffy
" "Rebecca menunggu disana
sambil membawa kunci"
: lanjut Robin
"Baiklah"
: jawab mereka
Scene beralih ke sisi Rebecca,
dia telah berhasil mencapai
tujuannya Ladang bunga
matahari yang berada di level
4 juga merupakan halaman
depan Istana baru.
Rebecca kini berada disana bersama
para Tontatta yg ikut
bersamanya untuk
menyelamatkan Mansherry
"Kita berhasil!!"
"kuharap Robin dan yg lainnya
baik baik saja"
: Ucap Rebecca
"mereka akan baik baik saja,
teman teman Usoland itu benar
benar kuat"
: Ucap Leo
"Rebecca-sama kami harus
pergi untuk menyelamatkan
Putri Mansherry"
: lanjutnya
"Ya"
: sahut becca
"Anda akan sendirian, apakah
tak apa apa?"
"aku akan baik baik saja!
Lucy dan yang lainnya akan tiba
disini beberapa menit lagi!
Cepat pergi dan kembalilah
kesini secepatnya!"
"kami mengerti! rebecca-sama,
harap berhati hati!"
: Leo dan Kabu pun segera bergegas
masuk ke dalam Istana
"dalam arena pertarungan ini"
: gumam rebecca dalam hati
"ayah juga pasti sedang berdiri
disuatu tempat didalamnya" .
Tiba tiba seseorang muncul dari
dalam ladang bunga dan
berdiri dihadapan Rebecca
"Sigh.. Akhirnya seseorang
muncul juga, eh?"
: orang tersebut ternyata adalah
Diamante yang sontak
membuat Rebecca Shock
melihat orang yang telah membunuh ibunya itu
"hm.. Kau rupanya"
: Ucap senyum diamante sementara
Rebecca benar benar Shock dan
tak mampu bicara apa apa.
Orang yang telah membunuh
Ibu tercintanya dan juga
merenggut kehidupan bahagia
masa kecilnya, seorang
Eksekutif tertinggi
Donquixote yang juga telah merebut negerinya kini berada dihadapannya.
Mampukah Rebecca membuat diamante
membayar dosa dosa yang
telah diperbuatnya? ???
Tunggu di Chapter berikutnya!!
??? ? Minggu ini adalah Double
Issue jadi minggu depan
Semua manga break alias libur,
ada Festival Obon di Jepangnya.
Jadi sabar aja! dan
untuk sekarang bahas aja chapter ini jangan bahas liburnya ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar