Colorspread Strawhat Crew yang sedang
bermain Ayunan
Pertarungan di blok B, sebuah
Battle Royal antara 138
petarung telah dimulai.
Keadaan masih stabil, sampai
akhirnya salah satu peserta
membentuk kelompok.
"Hei, itu curang!!"
: teriak salah
seorang penonton.
"Apa-
apaan ini, membentuk
kelompok dalam Battle
Royal!!?"
: bentak yang lain.
"Ooh, tampaknya secara
mengejutkan sebuah
kelompok telah tercipta di
dalam arena!!"
: ucap pembawa
acara.
"Akan tetapi, ini
termasuk dalam strategi!!
Tidak melanggar peraturan
sama sekali!! Kelihatannya,
pemimpin kelompok itu
berasal dari Kerajaan
Prodence!!
Sang ahli strategi,
Dagama!!"
: Jelas pembawa Acara
"Gamahahaha!! Kerajaan
kamilah yang akan membawa
pulang buah Mera Mera itu!!"
:
pikir Dagama dengan penuh
percaya diri.
Apalagi dalam
Battle Royal seperti ini, kerja sama tim akan sangat
menguntungkan mereka.
"Raja kami, Elizabello kedua
terlahir sebagai senjata
penghancur!!"
: pikir Dagama
lagi.
"Pukulan yang dia
berikan sangat amat
berbahaya!!
Dia hanya butuh satu pukulan untuk
menciptakan lubang di
benteng musuh!!
Membuat
Dunia tak mampu berkata-
kata!!"
"Tapi sebagai ganti serangan
kuat itu, terdapat satu
kelemahan!! Untuk
melancarkan satu pukulan, dia
butuh satu jam untuk fokus
dan pemanasan!!
Jadi dalam pertarungan, dia hanya bisa
menggunakannya sekali!!
Elizabello kedua, sang raja
petarung."
"Yang mulia, apa anda sudah
siap??"
: tanya Dagama.
"Aku
siap melancarkannya kapan
saja!!
Shishi, katakan saja
kapan aku harus
melakukannya!!"
: sahut sang raja.
"Aku mengerti!!"
: ucap
Dagama.
"Lindungi raja kita sampai
mati!!"
: kelompok itu juga
terdiri dari beberapa petarung
lain yang mengitari mereka.
"Dan terus kurangi jumlah
musuh yang ada!!! Yaah!!!"
: Di antara mereka, tampak
juga seorang lelaki bertubuh
besar dengan senjata bola besi
besar yang terikat rantai.
"Apa ini tak apa-apa,
Lepanto?"
: tanya Bellamy pada lelaki itu.
"Salah seorang
kapten Dressrosa menolong
strategi negara lain,
apa-apaan
ini?"
"Fufufu, hidup ini butuh uang,
Bellamy!!"
: ucap lelaki itu, yang
rela menolong negara lain
demi bayaran.
"Sebelum
meraih mimpi yang besar, aku
harus memungut uang yang bertebaran di kakiku!!"
: Dia adalah kapten kelompok
pertahanan Dressrosa,
Lepanto.
"Haha, telingaku jadi sakit
mendengarnya!!"
: ucap
Bellamy dan kemudian
bergerak menyerang lelaki
itu. Namun dengan
senjatanya, Lepanto membalas serangan Bellamy.
Bellamy mampu menghindar
dengan kekuatan pegasnya,
akan tetapi tiga petarung
lainnya yang ada di dekat
Bellamy terkena juga hingga harus keluar dari arena.
"Sial, kita terjatuh..."
: ucap
salah seorang dari mereka.
"Spring..."
: Bellamy
menyiapkan pukulan pegas,
"Death Knock!!!"
: Bellamypun
memukul.
"Nuhn!!!"
: Lepanto
masih mampu menahannya.
Kembali ke tiga orang yang
sudah keluar arena tadi,
mereka tercebur ke dalam air
yang ada di pinggir arena.
"Tiga petarung telah keluar
dan terdiskualifikasi!!
Dan tentu saja, di bawah air
pinggir arena telah
menunggu..."
: Tampak ikan-ikan berwajah
sangar dengan tanduk
banteng telah menunggu
mereka.
"Mahluk kolesium
yang terkenal, Ikan petarung
kecil!!!"
: meski dibilang kecil ukurannya lebih besar dari
manusia normal.
"Gyaaaah!!!"
: tiga petarung tadi
diserang habis-habisan.
"Di luar dan di dalam arena,
keduanya sama-sama
neraka!!!
kalian tak mungkin
bisa kembali tanpa luka!! Ini
dia, Kolesium Corrida!!!"
: teriak
pembawa acara.
Di sisi lain, tampak juga
petarung-petarung kuat lain
sedang mengamuk.
Salah
satunya adalah lelaki
bertubuh besar dengan dua
trisula di masing-masing tangannya.
"Doraah!!"
: ia
menghajar para gladiator.
"Abdullah!!!?"
"Hei, punggung kalian
terbuka!!"
: petarung lainnya
menebas gladiator-gladiator
yang sedang menghadapi
orang tadi dari belakang.
"Kau... dasar pengecut!!"
: ucap salah seorang gladiator.
"Hmmm?? Niiiihihihi!! Suara
yang bagus..."
: dua petarung
yang ternyata juga satu tim
itu menganggapnya sebagai
pujian.
Nama mereka adalah
Abdullah dan Jeet. Di bagian lain arena, seorang
lelaki dengan senjata gada
besar berhadapan dengan
seorang manusia ikan.
"Kau
itu cuma manusia ikan,
kenapa ikut berpartisipasi dalam kontes manusia??
Dasar
monster!! Ikan... huh,
menyedihkan sekali..."
"Kau sendiri cuma boneka
yang banyak bicara.
kalau
mau bicara, setidaknya
gunakan tinjumu."
: balas
manusia ikan itu.
"Hah!? Kalau begitu rasakan
ini!!!"
: ia pun menyerang si
manusia ikan dengan gada
raksasa berduri miliknya.
Namun dengan mudah, si
manusia ikan menahannya.
"!?"
: tentu saja orang itu kaget.
"A-aku tak bisa bergerak..."
:
ucapnya.
"Pukulan empat ribu
tumpukkan genteng!!!"
:
Manusia ikan itu lalu
memukul dengan teknik
fishman karatenya.
Dan tak
perlu bersusah-susah, orang yang ternyata bisanya cuma
bicara itu terpental.
"Sama seperti temanku,
Jimbe,
inilah satu-satunya
harapan kami!!"
: ucap manusia
ikan karateka itu,
Hyakudanhack.
"Harus ada
pertukaran pukulan sebagai teman, aku akan terus
bertarung!!"
: Kembali ke sisi Dagama,
beberapa pasukan
pertahanannya tampak telah
berhasil dijatuhkan.
"Kenapa
kalian bisa kalah melawan
pria kurus yang tanpa senjata itu!!?"
: bentak Dagama.
"Bukan masalah dia kurus
atau tak membawa senjata...
Tapi,
kakinya itu... seperti...
cambuk baja!!!"
: Ucap pasukan raja.
"Hyuuuuuey,
sheesh, kalian
semua...
Kemarilah, mendekat, akan
membosankan kalau kalian
terus menjauh begitu."
: ucapnya, seorang ahli seni bela diri Jaokundou dari suku kaki
panjang, Blue Gilly.
"Dia berasal dari suku kaki
panjang, jadi serang
kakinya!!!"
: perintah Dagama.
Tapi, mempraktekannya tidak
semudah bicara.
"Gerakan
kakinya itu... kami tak tahu dia akan menyerang dari
mana!!!"
: Blue Gilly membuat gerakan
cepat yang menjadikan
kakinya seolah menjadi
banyak, dan kemudian
menyerang secara tiba-tiba.
"Gyaaaahhh!!!"
: Orang-orang tadi ditendang hingga
terpental.
Di bagian lain, tampak juga
seorang gladiator tanpa prisai
yang hanya mengandal kan
pedang.
"Hyaaahhh!!!"
: meski
tanpa prisai ia mampu
membabat musuh-musuhnya tanpa halangan.
"Siapa gladiator itu!??"
"Dia aneh... tapi lumayan kuat,
apa kau tahu dia siapa??"
:
gladiator-gladiator lain
bahkan tak mengenalnya.
"Aku sudah menjadi gladiator cukup lama, tapi aku belum
pernah melihatnya
sebelumnya!!"
"Gladiator kolesium menerima
pelatihan pedang dan prisai,
tapi dia hanya menggunakan
satu pedang!!
Apa dia samurai
dari negeri Wano??"
: dua
gladiator tadi terus bertanya- tanya.
"Ayo kita tes dia!!"
"Ok!!"
: Mereka berdua menyerang
secara bersamaan, tapi...
"Lambat..."
: Gladiator misterius
itu dengan mudah
mengalahkannya.
Dia adalah mantan Gladiator Ricky.
Dari bangku penonton,
seorang lelaki tua menonton
aksinya.
"Apa kau melihat
yang tadi itu?? Gladiator
dengan jubah bergambar
tengkorak itu, dia lumayan kuat, tapi aku baru pertama
kali ini melihatnya."
: ucap
robot mainan yang duduk di
sebelah lelaki tua.
"Tidak..."
: ucap lelaki tua itu.
"Kau lihat, aku merasa kalau
aku sudah lama melihatnya...
Gaya bertarung dengan
pedang tanpa prisai, aah, apa
ya itu namanya..."
: ucap kake tadi.
"Hei, lihat dia itu!!!"
: beberapa
penonton tak mengerti
dengan aksi Bartholomew.
Sementara yang lain
bertarung, dia rebahan di
pinggir arena sambil menonton.
"Apa yang dia lakukan, hah!?"
"Kenapa tak ada yang
menyerangnya!!?"
"Harusnya dia sudah kalah dari
tadi!!!"
"Hehaha..."
: Bartholomew tak
peduli dan terus menonton.
Sementara itu, dari jendela
salah satu ruang peserta,
tampak Luffy dan Cavendish
sedang menonton.
"Karena dia
terus mengalahkan orang-
orang, dia disebut sebagai Bartholomew si pemakan
manusia.
Dia adalah rookie
kurang ajar lainnya..."
: jelas
Cavendish.
"Waah, banyak sekali orang-
orang hebat, aku jadi semakin
tertarik, shishishishi!!" ucap
Luffy. Lalu ia bertanya,
"Hei,
siapa namamu?"
"Namaku Cavendish..."
"Oh, apa yang kau lakukan,
Kubis?"
: tanya Luffy dengan
pengucapan nama yang salah.
"Aku sedang mengecek
poster buronan dari generasi terburuk.
Aku baru saja
mendapat satu yang baru.
Tapi kau tak bisa melihatnya
dengan benar dengan adanya
goresan-goresan pisau ini."
: Ucap cavendis
"Apa tak sebaiknya kau
memaafkan mereka saja?"
: saran Luffy.
"Aku tak bisa melakukannya,
aku akan membunuh mereka
semua."
: ucap Cavendish.
"Ini adalah turnamen dengan
hadiah yang besar, salah satu
dari mereka harusnya ikut
berpartisipasi. Meskipun
mungkin mereka
menyembunyikan identitas mereka di balik topeng seperti
yang Burgess lakukan. Kalau
begitu, akan lebih cepat kalau
menunggu sampai mereka
lolos eliminasi saja..."
: Ucap Cavendish
"Hiyahaya, ini tempat
menonton khusus peserta,
ya? Kelihatannya pertarungan
di sini bisa terlihat dengan
baik."
: seorang kakek tua
bertubuh besar tiba-tiba saja mendekati mereka berdua.
"Hmm?"
: Luffy dan Cavendish
menoleh. Kemudian, kakek tua itu
bertanya,
"Hiyaya...
Ngomong-ngomong apa Garp
baik-baik saja?
Topi Jerami,
Luffy..."
"Ooh, kakek tua, kau kenal
dengan kakek??"
: tanya
Luffy.
"Apa!!!?"
: Cavendish benar-
benar kaget.
"Ah!!"
: Luffy
keceplosan.
"Dulu aku pernah hampir
terbunuh oleh Garp, lalu aku
memutuskan untuk terus
membencinya hingga generasi
cucuku."
: jelas kakek tadi.
"Heeh!!?"
Versi teks Oleh :
www.beelzeta.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar