atuhnya kapal berkepala bebek raksasa
membuat kaget semua orang, termasuk
Usopp dan para Tontatta. "Whoaaahhh!!!"
keadaan berubah menjadi kacau, orang-
orang panik.. kapal yang dilempar oleh
Trevor itu membuat ambruk menara
eksekutif.
"Trevor-sama marah!!"
"Uwaaahh!!!" orang-orang beteriak.
"Menara Eksekutifnya hancur!!!"
Runtuhnya menara eksekutif berimbas pada
Usopp dan yang lainnya. Usopp tampak jatuh
tertimpa kayu, Robin yang berada tak jauh
dari sana pun menghampirinya. . "Usopp!!
Usopp, bangun!!"
"Eh?" Usopp bangun.
"Syukurlah kau baik-baik saja.." ucap Robin.
"Robi.."
"Shtt.." Robin memberi isyarat supaya Usopp
memelankan suaranya. Usopp pun berbicara
dengan cara berbisik, "Apa yang terjadi?
Seekor bebek tiba-tiba saja jatuh dari
langit!!"
"Leo dan yang lainnya telah tertangkap.."
bisik Robin.
"Eh!?" Usopp kaget.
Versi Teks One Piece Chapter 739 - Kapten
Versi Teks oleh : www.versiteks.c omTerlihat
Leo dan para Tontatta lainnya telah berada di
hadapan Trevor, sementara Robin dan
Usopp bersembunyi di kejauhan, sambil
terus mengamati..
"Pasti masih ada orang lain selain kalian,
nnee.." Trevor menginterogasi Leo. "Nnee,
nnee, siapa nama mereka??" tanya Trveor.
"Kami tak akan pernah memberitahumu!! "
teriak Leo.
"Ya, jangan beritahu mereka!!" ucap Usopp
dalam hati.
"Ayo pergi selagi kita bisa, Robin!!"
"Kau tahu, sebenarnya mereka itu temanku.."
Trevor berbohong pada Leo, "Namanya.."
"Usoland, kan??" Leo terpancing.
"Aaahh!!!!" Usopp kaget sekaget kagetnya.
"Bodoh!! Dia bukan temanku.." ucap Trevor.
"Oh tidak, aku ditipu!!" ucap Leo.
"Apa si boneka berkaki satu juga terlibat??"
"A-aku tak akan memberitahumu!! " teriak
Leo lagi.
"Sebenarnya, aku sudah tahu.." ucap Trevor.
"Kalau kau sudah tahu, tak apa.." ucap Leo.
"Jadi benar, ya.."
"Oh tidak!!" lagi-lagi Leo kena.
"Sekarang aku sudah mulai mengerti.." ucap
Trevor.
"Bahkan walaupun kau mengetahuinya,
semuanya sudah terlambat!!" ucap Leo.
"Kami akan mendapatkan teman kami
kembali!!"
"Benda lengket ini.." Trveor membuang secuil
benda lengket dari jarinya, "Mudah terbakar,
lho.." ucapnya dan Booommmbb!!!!!! !
cairan lengket itu tiba-tiba saja meledak.
"Gyaaaahhh!!!" menara eksekutif semakin
hancur berantakan.
"Apa yang terjadi!?"
"Trevor-sama!!" orang-orang di luar kaget.
"Leo!! Leo!!" Usopp memanfaatkan keributan
itu untuk menghampiri Leo, "Ayo lari.. tidak..
Larilah!!" pinta Usopp. "Tak ada yang bisa
kau lakukan lagi!! Kau tak akan punya
kesempatan melawan Trevor!!"
"Aku tak boleh.. lari.." ucap Leo, dalam
kondisi sekarat. "Aku harus cepat..
menyelesaikan strategi SOP.. kalau aku bisa
melakukannya, kapten pasti akan bisa
mengalahkan Doflamingo!! Aku harus cepat!!
Kapten sudah menunggu!!"
Sementara itu di lift lantai satu...
"Oohh!!" masih terlihat Lao G menghadang
para Tontatta dan boneka tentara.
"Hadaa!!!" Lao G menendang boneka tentara
hingga terpental membentur tembok.
"Kapten!!!" teriak Kabu dan para Tontatta.
"Hah.. hah.." boneka tentara kelelahan.. dan
di saat-saat seperti itu, ia malah teringat
dengan masa lalu... saat itu, para tahanan
yang kontra Doflamingo begitu senang saat
mendengar kabar pengunduran dirinya..
"Doflamingo keluar dari Shichibukai!!"
"Dia juga bukan raja Dressrosa lagi!!"
"Sekarang dia cuma bajak laut biasa!!"
"Kita akan bebas!!"
"Kapten, apa kau sudah membaca surat
kabar hari ini!?"
"Teman-teman kita akan segera kembali!!"
"Kita tak akan perlu bertarung lagi!!"
"Tidak, informasi itu salah..." ucap boneka
tentara.
"!???" anak buah kapten kaget.
Selanjutnya, saat kapten menemui Rebecca..
"Rebecca, tenanglah!! Aku mengerti
kemarahanmu, aku juga merasakannya, tapi
juga terburu-buru!!! Kita harus
mengumpulkan semuanya terlebih dahulu,
tak lama lagi kita akan siap untuk pergi!!"
"Tidak!! Aku tak bisa menunggu lagi!!" ucap
Rebecca. "Kita telah dibuang dari surga ke
neraka, aku tak bisa menahannya lagi!! kita
semua telah kehilangan semangat kita!!
Mereka bilang seribu kemenangan akan bisa
membuatmu bebas.. tapi tak ada harapan
lagi!! Yang ada cuma tembok
keputusasaan!!"
"Gladiator legendaris, Curos, yang
memenangkan tiga ribu pertarungan!?
Semuanya sudah tahu kalau patung
perunggu itu hanyalah cerita bohong!!" ucap
Rebecca lagi. "Curos itu hanyalah sebuah
petarung idealis, yang diciptakan oleh para
tahanan yang mati satu per satu tiap
harinya.. dengan harapan, suatu hari nanti,
akan bisa keluar dari tempat ini.."
"Kalau aku harus menunggu mimpi yang tak
akan pernah muncul, lebih baik aku
mengambil kesempatan dengan mengikuti
turnamen hari ini!!" Rebecca terus
bersikeras.
"Turnamen ini bukanlah kesempatan!! Kau
akan mati!! Aku tak akan membiarkanmu
ikut berpartisipasi! ! Kau hanya terlalu putus
asa.." ucap boneka tentara. "Apa kau pikir
kau sudah dewasa hanya karena usiamu 16
tahun, Rebecca!? Kau itu masih anak-anak,
dengar apa yang aku katakan!!!"
"Kenapa!? Kau bahkan bukan orang tuaku!!!"
bentak Rebecca. "Kaulah yang sudah terlalu
putus asa, tuan tentara!! Strategimu itu.. tak
mungkin kau bisa mengalahkan
Doflamingo!! Bagaimanapun.. kau itu cuma
boneka tentara berkaki satu!!!" kata-kata
Rebecca begitu keras dan mengena.
Boneka tentara terdiam, karena
bagaimanapun kata-kata Rebecca ada
benarnya..
"Ah.." Rebecca sadar kalau ia telah
keceplosan, kata-katanya pasti sangat
menyakiti hati si boneka tentara.
"Ya, kau memang benar.." ucap pelan boneka
tentara.
"Ah, maksudku.." Rebecca menyesal telah
mengatakannya.
"Aku sudah terlalu banyak bicara, aku hanya
bisa berharap kau tidak mengikuti turnamen
itu.." boneka tentara kemudian pergi
perlahan.
"Tidak!!!" teriak Rebecca. "Aku.. aku hanya
merasa kalau kau akan mati nantinya.. aku
ketakutan!!! Maafkan aku!! Tunggu!! Tuan
tentara!!! Tuan tentara!!!"
Boneka tentara telah benar-benar pergi dan
di sinilah ia sekarang.. terbaring setelah
menerima serangan habis-habisan dari Lao
G.. "Hah.. hah.."
Beralih ke tempat Rebecca, "Hiyaaaahhh!!!"
Rebecca dengan pedangnya berusaha untuk
menyerang Diamante. Para penonton kaget,
begitu pula dengan pembawa acara, "Apa!?
Rebecca, yang biasanya tak pernah
menyerang!! Dia baru saja melakukannya!!"
"Pedang apa itu, hah?" tebasan Rebecca di
kaki Diamante sama sekali tak membuatnya
bergeming. "Kalau kau tak bisa membunuh
orang, kaulah yang akan dibunuh.." ucap
Diamante. "Itulah yang membuat para
penonton merasa bergairah!!"
Diamante kemudian balas menyerang, dan
dengan satu hantaman senjata ia berhasil
membuat Rebecca terjatuh.
"Serangan langsung!! Perempuan yang tak
terkalahkan, tak berdaya ketika
melawanya!!" teriak pembawa acara.
"Diamantee!!!" teriak para penonton.
"Hei, Musclemelon!!" Sabo memanggil
Bhartolomeo.
"Namaku Bhartolomeo!!" Bhartolomeo tak
terima.
"Lindungi gadis itu!!" pinta Sabo.
"Eeehh!??"
Diamante tampak berdiri di depan Rebecca,
"Rebecca, apa kau tahu.. bagaimana ibumu,
Scarlet, mati?"
Waktu itu, dengan wajah tersenyum ibu
Rebecca pergi dan bilang, "Aku akan pergi
untuk membeli makanan.." tapi kemudian...
"Boneka tentara itu terus saja menangis dan
berteriak.. benar-benar menyedihkan.." ucap
Diamante.
"Hah.. maafkan aku.. aku tak bisa..
melindungi ibumu.." boneka tentara datang
menghampiri Rebecca sambil membawa
mayat ibunya.. kejadian yang benar-benar
membekas di kepala Rebecca..
Kembali ke sisi Lao G, ia kaget..
"Hm!? getaran apa ini?? Apa ini ulah Pika??
Kenapa dia membuat kekacauan seperti
ini??"
"Kami tak akan membiarkanmu pergi!!" para
Tontatta mencengkram kakinya.
"Kabu-san!!" mereka memanfaatkan
kesempatan itu untuk menolong kapten.
"Ahh!!" Kabu terbang menghampiri kapten.
"Apa kau masih bisa berdiri, kapten!?"
"Ma-maafkan aku.." ucap boneka tentara.
"Hei, lepaskan aku, kurcaci!!!" Lao G meronta.
"Ayo cepat!!!" Kabu dan yang lainnya
menjauhkan kapten.
"Tunggu!! Dia akan membunuh mereka!!!"
kapten tak tega meninggalkan yang lain.
"Teruslah melihat ke depan, kapten!!!"
"Kau harus terus maju!!!" ucap Kabu.
"Bahkan meskipun strategi SOP tim Leo
berhasil silakukan, kalau kita tak bisa
mengalahkan Doflamingo, semuanya akan
kembali seperti semula!! Satu-satunya
kesempatan kita untuk mengalahkan
Doflamingo adalah kau, kapten!!!"
Beralih ke sisi Usopp dan Leo, "Kenapa
dengan kaptennya, Leo!? Kenapa kau begitu
mengandalkannya !? Dia itu kan cuma
boneka tetara berkaki satu!!" ucap Usopp.
"Sebenarnya.. para manusia yang diubah
menjadi boneka selalu diberi kontrak..
mereka akan menjadi pekerja yang tak akan
bisa melanggar perintah yang disuruh,
taptak.. kapten adalah orang pertama yang
dijadikan boneka.." ucap Leo.
"Dan.. Sugar telah membuat sebuah
kesalahan besar.. dia lupa untuk memberinya
kontrak!! Kapten terlahir dari kesalahan yang
terjadi sepuluh tahun yang lalu.. dia adalah
satu-satunya mainan yang bisa menentang
keluarga Donquixote.. itulah kenapa ia terus
bertarung selama sepuluh tahun ini.." jelas
Leo.
"Kalau bukan karena dia, seluruh mainan
pasti terus menangis dalam tidur mereka..
bahkan kami para Tontatta akan terus
dijadikan sebagai budak tanpa
menyadarinya.. dialah satu-satunya orang
yang pantas untuk diandalkan!!"
"Meskipun tak ada yang mengingatnya, tapi
di masa lalu.. dia adalah lelaki yang dikenal
oleh semua orang dengan nama Curos!!! Dia
adalah gladiator terkuat sepanjang sejarah
kolesium!! Itulah kapten kami!!!"
membuat kaget semua orang, termasuk
Usopp dan para Tontatta. "Whoaaahhh!!!"
keadaan berubah menjadi kacau, orang-
orang panik.. kapal yang dilempar oleh
Trevor itu membuat ambruk menara
eksekutif.
"Trevor-sama marah!!"
"Uwaaahh!!!" orang-orang beteriak.
"Menara Eksekutifnya hancur!!!"
Runtuhnya menara eksekutif berimbas pada
Usopp dan yang lainnya. Usopp tampak jatuh
tertimpa kayu, Robin yang berada tak jauh
dari sana pun menghampirinya. . "Usopp!!
Usopp, bangun!!"
"Eh?" Usopp bangun.
"Syukurlah kau baik-baik saja.." ucap Robin.
"Robi.."
"Shtt.." Robin memberi isyarat supaya Usopp
memelankan suaranya. Usopp pun berbicara
dengan cara berbisik, "Apa yang terjadi?
Seekor bebek tiba-tiba saja jatuh dari
langit!!"
"Leo dan yang lainnya telah tertangkap.."
bisik Robin.
"Eh!?" Usopp kaget.
Versi Teks One Piece Chapter 739 - Kapten
Versi Teks oleh : www.versiteks.c omTerlihat
Leo dan para Tontatta lainnya telah berada di
hadapan Trevor, sementara Robin dan
Usopp bersembunyi di kejauhan, sambil
terus mengamati..
"Pasti masih ada orang lain selain kalian,
nnee.." Trevor menginterogasi Leo. "Nnee,
nnee, siapa nama mereka??" tanya Trveor.
"Kami tak akan pernah memberitahumu!! "
teriak Leo.
"Ya, jangan beritahu mereka!!" ucap Usopp
dalam hati.
"Ayo pergi selagi kita bisa, Robin!!"
"Kau tahu, sebenarnya mereka itu temanku.."
Trevor berbohong pada Leo, "Namanya.."
"Usoland, kan??" Leo terpancing.
"Aaahh!!!!" Usopp kaget sekaget kagetnya.
"Bodoh!! Dia bukan temanku.." ucap Trevor.
"Oh tidak, aku ditipu!!" ucap Leo.
"Apa si boneka berkaki satu juga terlibat??"
"A-aku tak akan memberitahumu!! " teriak
Leo lagi.
"Sebenarnya, aku sudah tahu.." ucap Trevor.
"Kalau kau sudah tahu, tak apa.." ucap Leo.
"Jadi benar, ya.."
"Oh tidak!!" lagi-lagi Leo kena.
"Sekarang aku sudah mulai mengerti.." ucap
Trevor.
"Bahkan walaupun kau mengetahuinya,
semuanya sudah terlambat!!" ucap Leo.
"Kami akan mendapatkan teman kami
kembali!!"
"Benda lengket ini.." Trveor membuang secuil
benda lengket dari jarinya, "Mudah terbakar,
lho.." ucapnya dan Booommmbb!!!!!! !
cairan lengket itu tiba-tiba saja meledak.
"Gyaaaahhh!!!" menara eksekutif semakin
hancur berantakan.
"Apa yang terjadi!?"
"Trevor-sama!!" orang-orang di luar kaget.
"Leo!! Leo!!" Usopp memanfaatkan keributan
itu untuk menghampiri Leo, "Ayo lari.. tidak..
Larilah!!" pinta Usopp. "Tak ada yang bisa
kau lakukan lagi!! Kau tak akan punya
kesempatan melawan Trevor!!"
"Aku tak boleh.. lari.." ucap Leo, dalam
kondisi sekarat. "Aku harus cepat..
menyelesaikan strategi SOP.. kalau aku bisa
melakukannya, kapten pasti akan bisa
mengalahkan Doflamingo!! Aku harus cepat!!
Kapten sudah menunggu!!"
Sementara itu di lift lantai satu...
"Oohh!!" masih terlihat Lao G menghadang
para Tontatta dan boneka tentara.
"Hadaa!!!" Lao G menendang boneka tentara
hingga terpental membentur tembok.
"Kapten!!!" teriak Kabu dan para Tontatta.
"Hah.. hah.." boneka tentara kelelahan.. dan
di saat-saat seperti itu, ia malah teringat
dengan masa lalu... saat itu, para tahanan
yang kontra Doflamingo begitu senang saat
mendengar kabar pengunduran dirinya..
"Doflamingo keluar dari Shichibukai!!"
"Dia juga bukan raja Dressrosa lagi!!"
"Sekarang dia cuma bajak laut biasa!!"
"Kita akan bebas!!"
"Kapten, apa kau sudah membaca surat
kabar hari ini!?"
"Teman-teman kita akan segera kembali!!"
"Kita tak akan perlu bertarung lagi!!"
"Tidak, informasi itu salah..." ucap boneka
tentara.
"!???" anak buah kapten kaget.
Selanjutnya, saat kapten menemui Rebecca..
"Rebecca, tenanglah!! Aku mengerti
kemarahanmu, aku juga merasakannya, tapi
juga terburu-buru!!! Kita harus
mengumpulkan semuanya terlebih dahulu,
tak lama lagi kita akan siap untuk pergi!!"
"Tidak!! Aku tak bisa menunggu lagi!!" ucap
Rebecca. "Kita telah dibuang dari surga ke
neraka, aku tak bisa menahannya lagi!! kita
semua telah kehilangan semangat kita!!
Mereka bilang seribu kemenangan akan bisa
membuatmu bebas.. tapi tak ada harapan
lagi!! Yang ada cuma tembok
keputusasaan!!"
"Gladiator legendaris, Curos, yang
memenangkan tiga ribu pertarungan!?
Semuanya sudah tahu kalau patung
perunggu itu hanyalah cerita bohong!!" ucap
Rebecca lagi. "Curos itu hanyalah sebuah
petarung idealis, yang diciptakan oleh para
tahanan yang mati satu per satu tiap
harinya.. dengan harapan, suatu hari nanti,
akan bisa keluar dari tempat ini.."
"Kalau aku harus menunggu mimpi yang tak
akan pernah muncul, lebih baik aku
mengambil kesempatan dengan mengikuti
turnamen hari ini!!" Rebecca terus
bersikeras.
"Turnamen ini bukanlah kesempatan!! Kau
akan mati!! Aku tak akan membiarkanmu
ikut berpartisipasi! ! Kau hanya terlalu putus
asa.." ucap boneka tentara. "Apa kau pikir
kau sudah dewasa hanya karena usiamu 16
tahun, Rebecca!? Kau itu masih anak-anak,
dengar apa yang aku katakan!!!"
"Kenapa!? Kau bahkan bukan orang tuaku!!!"
bentak Rebecca. "Kaulah yang sudah terlalu
putus asa, tuan tentara!! Strategimu itu.. tak
mungkin kau bisa mengalahkan
Doflamingo!! Bagaimanapun.. kau itu cuma
boneka tentara berkaki satu!!!" kata-kata
Rebecca begitu keras dan mengena.
Boneka tentara terdiam, karena
bagaimanapun kata-kata Rebecca ada
benarnya..
"Ah.." Rebecca sadar kalau ia telah
keceplosan, kata-katanya pasti sangat
menyakiti hati si boneka tentara.
"Ya, kau memang benar.." ucap pelan boneka
tentara.
"Ah, maksudku.." Rebecca menyesal telah
mengatakannya.
"Aku sudah terlalu banyak bicara, aku hanya
bisa berharap kau tidak mengikuti turnamen
itu.." boneka tentara kemudian pergi
perlahan.
"Tidak!!!" teriak Rebecca. "Aku.. aku hanya
merasa kalau kau akan mati nantinya.. aku
ketakutan!!! Maafkan aku!! Tunggu!! Tuan
tentara!!! Tuan tentara!!!"
Boneka tentara telah benar-benar pergi dan
di sinilah ia sekarang.. terbaring setelah
menerima serangan habis-habisan dari Lao
G.. "Hah.. hah.."
Beralih ke tempat Rebecca, "Hiyaaaahhh!!!"
Rebecca dengan pedangnya berusaha untuk
menyerang Diamante. Para penonton kaget,
begitu pula dengan pembawa acara, "Apa!?
Rebecca, yang biasanya tak pernah
menyerang!! Dia baru saja melakukannya!!"
"Pedang apa itu, hah?" tebasan Rebecca di
kaki Diamante sama sekali tak membuatnya
bergeming. "Kalau kau tak bisa membunuh
orang, kaulah yang akan dibunuh.." ucap
Diamante. "Itulah yang membuat para
penonton merasa bergairah!!"
Diamante kemudian balas menyerang, dan
dengan satu hantaman senjata ia berhasil
membuat Rebecca terjatuh.
"Serangan langsung!! Perempuan yang tak
terkalahkan, tak berdaya ketika
melawanya!!" teriak pembawa acara.
"Diamantee!!!" teriak para penonton.
"Hei, Musclemelon!!" Sabo memanggil
Bhartolomeo.
"Namaku Bhartolomeo!!" Bhartolomeo tak
terima.
"Lindungi gadis itu!!" pinta Sabo.
"Eeehh!??"
Diamante tampak berdiri di depan Rebecca,
"Rebecca, apa kau tahu.. bagaimana ibumu,
Scarlet, mati?"
Waktu itu, dengan wajah tersenyum ibu
Rebecca pergi dan bilang, "Aku akan pergi
untuk membeli makanan.." tapi kemudian...
"Boneka tentara itu terus saja menangis dan
berteriak.. benar-benar menyedihkan.." ucap
Diamante.
"Hah.. maafkan aku.. aku tak bisa..
melindungi ibumu.." boneka tentara datang
menghampiri Rebecca sambil membawa
mayat ibunya.. kejadian yang benar-benar
membekas di kepala Rebecca..
Kembali ke sisi Lao G, ia kaget..
"Hm!? getaran apa ini?? Apa ini ulah Pika??
Kenapa dia membuat kekacauan seperti
ini??"
"Kami tak akan membiarkanmu pergi!!" para
Tontatta mencengkram kakinya.
"Kabu-san!!" mereka memanfaatkan
kesempatan itu untuk menolong kapten.
"Ahh!!" Kabu terbang menghampiri kapten.
"Apa kau masih bisa berdiri, kapten!?"
"Ma-maafkan aku.." ucap boneka tentara.
"Hei, lepaskan aku, kurcaci!!!" Lao G meronta.
"Ayo cepat!!!" Kabu dan yang lainnya
menjauhkan kapten.
"Tunggu!! Dia akan membunuh mereka!!!"
kapten tak tega meninggalkan yang lain.
"Teruslah melihat ke depan, kapten!!!"
"Kau harus terus maju!!!" ucap Kabu.
"Bahkan meskipun strategi SOP tim Leo
berhasil silakukan, kalau kita tak bisa
mengalahkan Doflamingo, semuanya akan
kembali seperti semula!! Satu-satunya
kesempatan kita untuk mengalahkan
Doflamingo adalah kau, kapten!!!"
Beralih ke sisi Usopp dan Leo, "Kenapa
dengan kaptennya, Leo!? Kenapa kau begitu
mengandalkannya !? Dia itu kan cuma
boneka tetara berkaki satu!!" ucap Usopp.
"Sebenarnya.. para manusia yang diubah
menjadi boneka selalu diberi kontrak..
mereka akan menjadi pekerja yang tak akan
bisa melanggar perintah yang disuruh,
taptak.. kapten adalah orang pertama yang
dijadikan boneka.." ucap Leo.
"Dan.. Sugar telah membuat sebuah
kesalahan besar.. dia lupa untuk memberinya
kontrak!! Kapten terlahir dari kesalahan yang
terjadi sepuluh tahun yang lalu.. dia adalah
satu-satunya mainan yang bisa menentang
keluarga Donquixote.. itulah kenapa ia terus
bertarung selama sepuluh tahun ini.." jelas
Leo.
"Kalau bukan karena dia, seluruh mainan
pasti terus menangis dalam tidur mereka..
bahkan kami para Tontatta akan terus
dijadikan sebagai budak tanpa
menyadarinya.. dialah satu-satunya orang
yang pantas untuk diandalkan!!"
"Meskipun tak ada yang mengingatnya, tapi
di masa lalu.. dia adalah lelaki yang dikenal
oleh semua orang dengan nama Curos!!! Dia
adalah gladiator terkuat sepanjang sejarah
kolesium!! Itulah kapten kami!!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar