Versi text one piece chapter 763 Deklarasi Manusia

Versi text one piece chapter 763 Deklarasi Manusia


VERSI TEKS ONE PIECE CHAPTER 763 :"Deklarasi Manusia"
Diposting oleh Miun Sylvester Stonez • Di: One Piece

ALUR CERITA ONE PIECE CHAPTER 763 :"Deklarasi Manusia"
==================
===============

=====================
Copyright New Naruto
Shippuden & One Piece Lovers
=======================
Baca Sebelumnya di :
Komik One Piece Chapter 762
=======================

Cover : Jimbei dan Umineko
telah sampai di kota
pelabuhan. namun sebelum
memasuki kota, Jinbei
dikagetkan karna ternyata
Tempat tinggal si Umineko yang hilang berada disini.
Jika dilihat dari arah dia menunjuk
maka Bangunan yang besar
itulah tempat tinggal miliknya..
Beberapa kapal juga
terlihat berserakan disekitar sana. Apa yang menyebabkan
benda benda itu terseret
kemari? Dan sepertinya
masalah hewan hewan yg
mengamuk di kota pelabuhan
ada kaitannya dgn ini.
Next week tak ada Cover Story,
karna kebagian Colorspread
dan juga ada Jump Cover

• Masih dalam suasana
Flashback, namun scene tidak
diawali di markas Donquixote
ataupun tentang Law.
Ini adalah flashback yg lainnya lagi.
Flashback Doflamingo! Di sebuah rumah besar terlihat
sedang ada kekacuan, orang
orang berkerumun di luar
sambil membawa senjata.
Rumah itu juga sedang dalam
kondisi terbakar.
Di masing masing Jendela tergantung 3 orang dalam keadaan tak berdaya.
Ini bukanlah situasi
rumah kebakaran ataupun
adegan bunuh diri melainkan
ini merupakan lampiasan kemarahan warga terhadap orang orang yg selalu menindas mereka.
'Tenryuubito'.
yuph ketiga orang yg tergantung itu
adalah Dofla, Cora, dan sang Ayah. Dan orang orang yg
berada dibawah adalah
mereka mereka yg pernah
disakiti oleh Tenryuubito.
Situasi ini terjadi ketika
mereka telah meninggalkan Mariejois dan melepaskan jabatan mereka sebagai Tenryuubito.
Namun tetap saja sekali Tenryuubito
tetaplah Tenryuubito. seperti
yg dikatakan Dofla sebelumnya jika setiap orang yg lahir tak akan bisa
mengubah takdir mereka
bagaimanapun caranya.
So meskipun mereka saat ini
adalah 'Mantan' Tenryuubito namun warga tetap dendam pada mereka.
malahan karna mereka hanyalah mantan, Warga bisa jadi lebih leluasa.
Sudah seringkali mereka
disakiti oleh seseorang yg berstatus Tenryuubito hingga
akhirnya tersimpan dendam
yg amat mendalam terhadap
kaum naga langit tersebut.
Saat ini semua kebencian
mereka itu tengah dilampiaskan pada Keluarga Donquixote ini..
“Mereka adalah Keluarga
'Tenryuubito' kan?”
“Mantan Tenryuubito!
Meskipun kita membunuh
mereka, para angkatan laut
tak akan berbuat apapun”
“Syukurlah! Akhirnya kami
memiliki kesempatan untuk
balas dendam. Kupikir tadinya
aku hanya akan
menghabiskan sisa hidupku
dengan terus memendam kebencian ini”
“Hancurkan setiap tulang
dalam tubuh mereka dengan palu!”
“Tembak mereka dengan
ribuan panah!”
“Jangan sampai membunuh
mereka.. Biarkan hidup! Dan
buat mereka menderita”
Meskipun yang sedang disiksa
adalah Keluarga Donquixote
namun yg menangis justru
adalah para warga.
Luka batin yg diterima mereka sudah
terlalu dalam
“Anakku.. Putra putra
kesayanganku yang masih
berumur 2 dan 5 tahun..
Hanya karna mereka berjalan
melintas didepan Tenryuubito,
Mereka ditembaki sampai 16 kali dan mati seketika!”
“Putriku ditangkap dan
dijadikan Budak mereka!
ketika dia kembali,
Ekspresinya..
Dia tak berbicara sepatah kata pun dan bunuh diri 3 hari kemudian”
“Aku pernah menjadi salah
seorang budak mereka!
Mereka mencungkil kedua
bola mataku hanya untuk
sebuah hiburan”
“Istriku dibakar hidup hidup!!
Kami bertaruh kalian tak
pernah mempedulikan mereka
semua, kan!”
“Karena 'Pajak Surgawi' yang
kami bayar pada kalian!
Banyak penduduk dari
berbagai negara negara yang
mati kelaparan. Bahkan apa
kalian pernah merasakan lapar?”
“Mereka semua mati,
menyisakan kulit dan tulang”
: Jeritan Jeritan warga terus
terdengar, perbuatan kaum
naga langit ini benar benar
telah meninggalkan bekas yg
mendalam bagi mereka, nasib
sial diterima Keluarga Donquixote karna mereka
menjadi sasaran amukan
warga meskipun yg
melakukan hal hal jahat diatas
kemungkinan adalah keluarga
keluarga kaum naga langit lainnya..
Baik Dofla, Cora, ataupun sang
Ayah. Ketiganya hanya bisa
pasrah dengan tangan yang
terikat dan mata yg ditutup kain
“Kalian itu Dewa, kan?
Bukan manusia, benar?
Ja, sesuatu seperti ini.. Tak akan
membunuhmu, bukan?”
Jleb! Dofla ditembak oleh
sebuah panah..
“Gyahh!”
: teriaknya kesakitan
“Doffy”
: teriak sang ayah
“Ani-sama”
: pun Cora Sambil bercucuran air mata,
para warga terus menyiksa
mereka
“Mamperlakukan manusia
lebih buruk dari belatung!
'Rasa sakit' 'Menderita'
'Kesedihan' Apa kalian tau
semua perasaan itu, hah? !
Jawab aku, Tenryuubito!!”
“purupurupuru”

• Dofla terkejut dan membuka
mata, yaph kejadian tadi
adalah mimpi atau hanya sebuah bayangan masa
lalu kelam yg dideritanya
selepas meninggalkan Mariejois.
Den Den mushi yang
membangunkan Dofla tadi
pun masih terus berbunyi
“purupuru”
Sementara Dofla sendiri masih
terengah engah dengan
bercucuran banyak keringat
“Hah.. Hah.. Hah.. Hah”
: Mengambil kacamatanya,
minum air yang banyak
sampai tak peduli kena
pakaian sekali pun,
dibantingnya botol air tadi
kelantai kemudian berjalan menghampiri Den Den
“purupuru”
: Kemudian diangkatanya..
“Gacha”
“Ada apa?”
: Percakapan di skip karna
mungkin tak terlalu penting,
paling hanya bisnis!

Cerita kembali ke Flashback Dofla
kecil, ini adalah awal mula
kenapa mereka bisa berakhir seperti diatas..
• 33 tahun yang lalu di tanah
suci Mariejois, Doflamingo
umur 8 tahun dan Keluarga
Donquixote ingin melepas
pangkat Tenryuubito untuk
hidup sebagai manusia biasa..
Mereka melakukan
perbincangan dengan keluarga
yang lain
“Saint Homing, kau tak serius
kan?”
“Ini benar benar konyol! Apa
kau benar benar akan
membuang posisimu sebagai
dewa dan menjadi manusia biasa!”
“Kita memang selalu menjadi
manusia!”
: jawabnya dengan
penuh senyum
? Bangsawan dunia
(Tenryuubito) Saint
Donquixote Homing
didampingi istrinya yang
menawan bersama kedua
anak laki lakinya Mendengar pernyataan homing yg menyebut
Tenryuubito adalah manusia,
mereka pun langsung naik
darah
“Maksudmu kami juga sama
denganmu?!”
“Onoree..l! Apa arti menjadi
seorang Tenryuubito bagimu?!”
“Uragirimono! Kau memang
selalu seperti ini, dari sejak dulu!”
? Onoree = Terkutuk kau,
Uragiromono = pengkhianat .
Singkat cerita, mereka benar
benar membuang status
kebangsawanan mereka.
Diantarkan melalui kapal ke
sebuah negri yg akan menjadi
tempat tinggal mereka.. Juga telah disediakan rumah, uang,
dan hal lainnya..
Seperti saat seseorang pensiun dari kerja gitu
“Kami hanya bisa
membawamu sejauh ini, ini
adalah sebuah negeri yang tak
ada dibawah naungan
pemerintah dunia, Jauh di
Utara! Rumah dan Asset yang cukup telah disiapkan.
Kehidupan tak akan jauh berbeda.”
“Terima kasih, Itu sudah lebih
dari cukup”
: ucap Homing
“kalau begitu, kami akan
mengambil kembali Chip
Tenryuubito mu!”
: pinta si pengantar
? mungkin seperti sebuah
lencana dalam kepolisian Dengan ini mereka resmi
bukan lagi Tenryuubito,
sekarang mereka adalah
warga dari negri tersebut..

Mengawali dengan masuk ke
rumah baru mereka yang besar!
“Kita berempat akan hidup
dengan damai disini”
: Ucap homing .
Cora menempel pada sang
bunda, sementara Dofla
langsung nyemplung ke harta
mereka yang cukup banyak
“Ayah, ayah, dimana budaknya?
Ayo kita beli beberapa!”
: ucapnya
“Doffy.. Rocinante..
Sepertinya Aku harus
mengajari kalian berdua dari
awal lagi”
: ucap Homing
? Rocinante = nama asli Corazon
Bagi Cora mungkin akan
mudah untuk beradaptasi
namun tidak halnya bagi Dofla.
Dia yang dari awal
sangat mengagung agungkan
status Tenryuubito nya itu masih belum mengerti jika
sekarang statusnya sudah
berganti..
Saat berjalan jalan keluar, biasanya orang orang tak berani akan takut
padanya, namun kali ini semuanya normal.
Mereka berjalan seperti biasa yang
membuat Dofla kesal
“Oi! Kenapa kalian tidak mau
berlutut! Kalian sudah berani
berjalan melintas di depanku..
Sungguh tak sopan!
Seseorang, bawakan aku
sebuah senapan!”
: Dofla kecil terus mengoceh
serasa dirinya masih menjadi
seorang Tenryuubito dan
orang orang disana harusnya
mematuhi apa yg dia
perintahkan namun mereka malah diam dan hanya
menyaksikan anak itu berteriak
“Apa kalian tidak tau siapa
aku!!”

: Setelah itu si Dofla pasti bilang
aku adalah Tenryuubito, tapi
warga tentu tak akan percaya
begitu saja omongan bocah.
“Ayah, kenapa mereka tak
mau berlutut padaku?”
: batinnya
Namun . lama kelamaan
akhirnya Identitas mereka
pun terungkap! Tanpa pikir
panjang warga langsung
mendatangi rumah mereka
dan membakarnya.
Untung saja mereka berhasil lolos dari Insiden ini.
Warga yang dipenuhi dendam
terhadap Tenryuubito terus
terusan mengamuk di depan
rumah mereka.
Ada yang bawa senapan, pedang, obor dsb
“Dimana para Tenryuubito itu?”
“Temukan mereka!”
“kemudian Ikat mereka!”
“Mereka melarikan diri! Cari
mereka! Seharusnya masih ada
disekitar sini”
“Pastikan jangan bunuh
mereka.. Biarkan hidup! Dan
berikan mereka penderitaan!
Biarkan mereka tau kebencian
dunia ini yang telah
terpendam selama berabad abad”
: Dofla sekeluarga pun
meninggalkan rumah mereka
beserta semua harta yang
terbakar habis
“Ayah, kenapa mereka
mengincar kita?”
: ucap Dofla.
Mereka berhasil lolos, dan
menemukan sebuah rumah di
area pembuangan sampah
“Sepertinya kita berhasil
menemukan tempat
berlindung. Mari bersyukur!
Berita tentang kita juga
kemungkinan belum
menyebar sampai kemari!”
“Bagaimana mungkin aku
harus tinggal ditempat kotor
seperti ini?”
: Protes Dofla
“Ada serangga dimana mana! Juga
sangat bau, sampai sampai aku
mau muntah!”
: Namun pada akhirnya mereka
terpaksa tinggal disana karna
tak ada lagi tempat bagi
mereka..
Sementara para
warga masih mencari mereka
“Temukan keluarga itu!”
Malam harinya, Homing
menghubungi Tenryuubito di
Mariejois dan Dofla tak sengaja
mengupingnya
“Tak kusangka situasinya
akan jadi seperti ini!
Aku terlalu Naif! Aku mohon.. Aku
akan melakukan apapun!
setidaknya biarkan anak dan
Istriku kembali ke Mariejois!
Jika kami terus tinggal disini,
semua anggota keluargaku
bisa terbunuh!”
: ucap homing penuh penyesalan .
Si Tenryuubito dari Den Den
mushi pun menjawab
“Itu adalah Kehidupan yang
kau pilih sendiri! Apa yang
pernah dibuang tak akan bisa
diambil kembali. jangan
pernah menghubungi kami
lagi, Manusia kotor!!”
"Gacha"
Keesokan harinya, Dofla dan
Cora pergi keluar mencari
makanan namun berakhir
dengan dipukuli para preman
“Ayah.. Ini pertama kalinya
aku merasakan kesakitan!”
: batin Dofla
“Pertama kalinya
aku merasakan kelaparan!”
: Hingga akhirnya, tanpa
adanya uang mereka terpaksa
memakan tanpa membeli atau
kata lainnya mencuri, juga
bahkan mungkin mereka
akan memakan makanan sisa
“Cepatlah makan, Roci!”
: ucap Dofla
“Orang orang sebentar
lagi datang! Am.. Am..”
: Kehidupan mereka kini tak
jauh dari seorang
Gelandangan, hingga akhirnya
sang Ibu jatuh sakit
“uhuk uhuk”
“Ibu”
: ucap Dofla n Cora
“gomen ne, ibu kurang enak
badan..”
: Singkat cerita sang Ibu pun
meninggal
(namanya masih belum diketahui) Cora yg memang sangat dekat dgn Ibu nya pun tak kuasa menahan
tangis dan memeluk sang Ibu.
Sementara Dofla menyalahkan
sang Ayah
“Ayah.. Ibu meninggal !!”
: Setelah ditinggal sang Ibu,
mereka mendapatkan kesialan
lagi.. Warga warga yg dulu
berhasil menemukan mereka
“Aku menemukan Mereka!!”
“Kumohon, lepaskan anak
anakku! Biar aku saja yang
menganggung semuanya!”
: Pinta Homing penuh
bergelimang air mata
“Ayah.. Lihatlah apa yang
telah kau bawa pada kami!”
: Batin Dofla.
Setelah ini mungkin ke adegan
yang digantung di jendela,
namun entah kapan dan
bagaimana mereka bisa lolos

• Flasback selesai, dengan ini
menjelaskan tentang apa yang
dikatakan Dofla pada Luffy
sebelumnya mengenai
bagaimana Perlakuan manusia
terhadap mantan Tenryuubito, bagaimana biadabnya sifat
manusia juga pengalaman
hidupnya yang jauh lebih
pahit dibanding Luffy dan Law..
Flashback ini cukup bisa
menjawab semua hal itu,
sekarang kita kembali ke
flashback utama
“Waka-sama! Kami sudah
menangkap Law”
? Waka-sama = Tuan muda
Setelah insiden penusukan
Cora yang terlihat oleh
Buffalo, Law langsung
mencoba melarikan diri
namun tertangkap Giolla dan
Machvise
“Bocah kecil ini berpikir untuk
kabur!”
: ucap Giolla
“Dia bahkan sudah sampai
Dermaga, ~Inn!”
: tambah Machvise .
Sementara Buffalo dan Baby 5
seperti biasa menonton dari jauh
“Sepertinya dia akan di
hukum karna telah menusuk
Cora-san, Dasuyan”
: ucap Buffalo
“Tapi aku merasa kasihan
padanya”
: ucap baby 5 .
Sepertinya Buffalo tak
melaporkan kejadian ini pada
Dofla (disogok ice cream) yg
tau hanya baby 5 mungkin.
tapi yang membuat Law
khawatir bukan itu melainkan adalah Cora yg masih hidup
dan sedang duduk santai di
samping Dofla
“Corazon!!”
: batinnya
“Sialan, dia tidak mati! Jika aku mati
sekarang maka semuanya
akan sia-sia! Kupikir aku sudah
menyogok Buffalo dengan Es
krim. Jadi pasti si Brengsek ini lah yang telah melapor pada
Aniki nya! aku ingat betul
Pisaunya menembus tubuh!
Bagaimana dia bisa duduk
dengan santainya begitu?”
Di hadapan sang Bos tertinggi
juga dikawal oleh para opsir..
Pikiran Law dipenuhi rasa
cemas, mengingat sebelumnya
Dofla bilang tak akan
mema'afkan bagi barang siapa saja yg menyakiti adiknya
yang berharga.
Namun apa akan diucapkan Dofla pada Law saat ini ternyata..
“Law.. aku memanggilmu
kemari hanya untuk satu
alasan! Aku bermaksud
menjadikanmu member resmi
Donquixote Family!”
“...?! Eeh~?”
: Law tercengang, dia heran
karna pikirnya dia akan mati
tapi justru malah
mendapatkan kabar gembira
“Aku menyukai tatapan
matamu itu! Sebuah mata
yang menggambarkan
kesakitan dan penderitaan
yang telah kau alami begitu
dalam.. Kau sangat memenuhi syarat!!”
? Menarik untuk dibuat
kesimpulan, penderitaan
merupakan syarat?
Artinya memang para anggota
Donquixote family ini
memiliki masa lalu yang kelam, meskipun mungkin
tak akan diceritakan tapi bisa
diambil contoh dari Pica!
Kalian pasti bisa membayangkan
sendiri bagaimana hidupnya
dulu
“oh-hohoho! Waka-sama
menaruh harapan padamu!
Waka-sama memiliki mata
yang dapat melihat potensi
seseorang”
: ucap Giolla
Sementara Law masih
bingung.. Karna harusnya
Skenario nya tak begini
“Apa dia.. masih belum tau
tentang Corazon? Kenapa?
Meskipun Corazon tak bisa
bicara setidaknya dia masih
bisa memberitahunya dengan
tulisan?
Apa yang sebenarnya terjadi?”
: batin Law
? Jawabannya Cora memang
Good Guy, bukan Kusogaki
sepertimu Law pun mengabaikan hal itu,
dan mulai menanggapi
perkataan Dofla
“Meskipun kau bisa melihat
Potensiku, aku tetap akan
mati dalam tiga tahun
mendatang”
: ucap Law
“fufufu itu tergantung
keberuntunganmu !”
: sela Dofla
“kami adalah spesialis
bisnis pasar gelap. Menjual
'buah iblis' adalah rutinitas
kami. Sebuah Kemampuan
yang bahkan mampu
melewati khayalan manusia!
Mungkin disuatu tempat diluar
sana terdapat kemampuan
yang dapat
menyembuhkanmu”
“Buah Iblis!!”
: Kejut Law
“kalau beruntung, dalam batas
waktu 3 tahunmu itu
mungkin saja kau akan
menemukan Buah Iblis yang
bisa menyelamatkan
nyawamu! kemudian akan kulatih dan kujadikan kau
sebagai tangan kananku, 10
tahun mendatang!”
: jelas Dofla.

Usai pembicaraan ini, Cora
diam diam mengobati
lukanya.
Namun tak sengaja
ketahuan Dofla
“hmm? Corazon, apa yang
terjadi? dimana kau
mendapatkan luka itu?”
: tanya Dofla .
Cora menulis sesuatu pada
kertas dan menunjukannya
pada Dofla yang bertuliskan
"musuh"
“Itu luka yang cukup dalam..
Bisakah ku asumsikan jika
mereka sudah mendapatkan
balasan yang lebih buruk?”
: Cora menulis lagi sesuatu,
mungkin
"ya, mereka sudah
mendapatkan"
“hm, baiklah. Berhati hatilah
lain kali”
: ucap Dofla
? Selain luka yg diberikan
Law, Cora juga memiliki
banyak bekas luka hampir
diseluruh tubuhnya
Law sendiri tak sengaja
melihat mereka
“Apa dia.. melindungiku?
Apa yang sebenarnya yang
dipikirkan Orang itu!!”
: batinnya Law .

Resmi gabung, kini dia
makan bersama dalam meja..
Mendengarkan Dofla
menyusun strategi sementara
Cora masih saja terjebak dgn
teh panasnya Baby 5
“Kita akan menuju Rivance
Mountain di tenggara!
Kita perlu memperluas area
kepemilikan dan
perdagangan”
: Hari hari selanjutnya, Law
mulai ikut dalam misi...
si bayi mungil Dellinger bahkan juga
ikutan dan si Cora masih saja
terpeleset di atas normal
(kaki di kepala kepala di kaki)
Berlayar dengan kapal
Donquixote yg ternyata
berbentuk burung Flamingo.
Mencuri, menindas, bertarung!
Bahkan terkadang harus
melawan bajak laut yg memiliki harga buronan.
Contohnya Wellington ~ 10 jt
berry. Namun Law tak perlu
takut, karna anggota anggota
yang lain juga membantunya.
Dan ya tepat seperti dugaanku jika kebanyakan dari mereka
sudah menjadi DFU bahkan
Baby 5 yg berumur 8 thn pun
sudah jadi DFU
Hari demi hari Law semakin
tumbuh menjadi anggota yg
sebenarnya, dia yg tak
memiliki kemampuan
bertarung dari awal pun mulai
menguasai beberapa teknik..
Diajari teknik berpedang dari
Diamante, Seni Bela diri dari
Lao G, Belajar menembak dari
Gladius, dan hal lainnya sampai
sampai Dofla sendiri
menyuruh Law membaca buku agar pengetahuannya juga luas..
Dan dalam setiap
perjalanan mereka, si kikuk
Cora pasti berbuat hal konyol.
Terpeleset, ngerokok kebakar,
dan hal lainnya namun memang tak dapat dipungkiri
jika dia bener bener kuat.
Hubungannya dgn Law
kemungkinan membaik
setelah kejadian itu Menjalankan misi, saling bahu membahu, berpesta bersama,

2 tahun terlewat dengan cepat
dan Law benar benar telah
masuk kedalam bagian
keluarga.. Law, Buffalo, Baby 5 menjadi teman baik, mereka terlihat
selalu bersama Sampai sampai
Buffalo dan baby 5 pun
memberitahukan nama
aslinya pada Law
“kami sudah memberitahu
nama asli kami, sekarang
giliranmu!”
: ucap Buffalo
“Dari awal aku tak tertarik
mendengarnya!”
: ucap Law
? Nama nama para Opsir
Donquixote familiy sepertinya
memang hanya nama agen/samaran..
Saat Viola masuk
kesini pun namanya jadi
Violet! Nama Ke 4 pemilik kursi sudah pasti hanyalah
nama agen, Baby 5 dan Buffalo
juga.. Sugar, senor pink dan
yg lainnya juga mungkin sama!
Tapi pasti ada yg tetap
memakai nama asli mereka..
Adapun siapa nama asli
mereka itu kemungkinan tak
akan diceritakan karna
memang nama yg sekarang
sudah terlanjur mendarah daging .
Law menolak memberitahukan nama
aslinya karna suatu alasan
“Kau membosankan! Cepat
beritahu kami!”
: ucap Buffalo
“Apa ini semua ada gunanya?
Lagian aku sebentar lagi mati”
: ucap Law
“Bintik putih ditubuhmu
semakin lama semakin besar”
: ucap Baby 5 perhatian, cie cie
xD
“Aku mungkin hanya
memiliki satu tahun tersisa.
Lebih cepat dibanding
perhitunganku”
: jelas Law
“Hal itu tak jadi masalah,
cukup beritahukan saja nama
aslimu. Dasuyan”
: bentak Buffalo
“Jika tidak, akan
kulaporkan kau atas
penusukan Cora-san 2 tahun yang lalu”
: Karna ocehan mereka,
akhirnya Law pun
mengatakan nama lengkapnya
“Trafalgar D. Water Law.
Seharusnya tak ada
seorangpun yang boleh
mengetahui hal ini!”
“Lagi pula aku tak memakai
Codenames seperti kalian. Jadi
namaku tetaplah 'Law'. 'D'
adalah nama rahasia dan
'Water' adalah nama
keluargaku secara tumurun temurun..”
? Water. Mungkin sama
dengan keluarga Monkey
(sama sama english) xD
“nanda, Sumanaiiii!”
: keluh baby 5
“Dasu-yan!”
: pun buffalo Hingga akhirnya Law kembali menatap baby 5 dgn tajam
dan membentaknya
“kalian para Idiot yang
memaksaku mengatakannya?! ”
: bentak Law yg membuat baby 5
menangis memalingkan muka
? sebuah nama yg
mencengangkan, namun bagi
Buffalo dan Baby 5 hal itu
biasa saja, bagaimanapun juga
mereka masih anak anak jadi
mungkin tak tau tentang D .
Cora tak sengaja mendengar
pembicaraan mereka,
kemudian mangangkat Tubuh
Law dgn tangannya dan
membawa dia pergi
“Woah! Lepaskan aku! Apa
maumu? apa yang kau
inginkan dariku, Corazon?”
“ah, dia mungkin akan dibully lagi”
: ucap khawatir baby 5
“Cora-san terlihat lebih seram
hari ini”
: pun Buffalo
“urgh”
: dilemparnya Law
“Apa-apaan ini, Corazon? Kau
ngajak ribut, hah?”
: Lalu tiba tiba ada seseorang yg
berbicara
“Apakah yang kau katakan
barusan Benar?”
“Eh? Eh? Siapa yang bicara?”
: Membuat law merinding,
tengok kanan kiri tapi tak ada
orang..
Yang ada didekatnya
hanyalah Corazon seorang, yg
mana dia tau kalau Corazon tak bisa bicara
“Nama rahasia 'D' ...” .
dan ternyata memang Corazon lah
yang ngomong barusan,
membua Law sedikit bingung
“jika itu benar nama aslimu,
maka pergilah menjauh dari
Doffy secepatnya!”
“LAW!! KAU BUKANLAH
SESEORANG YANG HARUSNYA
DEKAT DENGAN DIA!!”
: Corazon akhirnya membuka
mulutnya setelah sekian lama
hanya untuk memperingati
seorang anak penyandang D
dari marabahaya! Ada
sebenarnya antara Dofla dgn penyandang D sampai sampai
membuat Corazon harus
membuka mulutnya?

Bagaimana kelanjutan
flashback ini.. ???

TO BE CONTINUED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar