Di atas jembatan,
Doflamingo dan Law
sedang saling
berhadapan. "Apa yang
akan kau lakukan
terhadap Jola? kau tahu
kan keluarga macam
apa kami ini.." ucap
Doflamingo.
"Itu benar, Law.. untuk
tuan muda, aku akan
mengorbankan hidupku
sampai.."
Batss..
Law melepaskan Jola.
"Dia akan kabur, lari
sejauh yang ia bisa
kurasa.." ucap Law.
"Kaki hitam baru saja
muncul, tapi
kelihatannya halangan
terhadap rencanaku tak
cuma itu.." ucap
Doflamingo. "Apa yang
kau lakukan hanyalah
balas dendam, Law!!"
"Ini bukan balas
dendam!! Ini adalah
untuk memenuhi tekad
terbesar orang itu!! Aku
masih tetap hidup
sampai saat ini!!"
One Piece Chapter 725 -
Perempuan yang Tak
Terkalahkan
Teks Version by
www.Beelzeta.com
Cukup jauh dari lokasi
tersebut, Nami dan
yang lainnya telah pergi
menggunakan Sunny.
"Aku harap Trafaguy
baik-baik saja.." ucap
Chopper. "Bagaimana
keadaan sekitar!??"
tanya Nami yang
memegang kendali
kapal. "Tak ada tanda-
tanda bahaya, Nami-
saan!!" teriak Brook.
"Bagus.. semoga tetap
begini! kalau dia terbang
ke arah kita lagi, aku
akan menciptakan angin
kuat untuk meniup
awan sehingga ia tak
bisa mengikuti kita.."
ucap Nami.
Di sisi Sanji, ia sedang
berkomunikasi dengan
Usopp dan kelompoknya
menggunakan denden
mushi. "Apapun yang
terjadi, lindungilah Robin
sekuat tenaga kalian.
Sampai jumpa." ucap
Sanji sebelum kemudian
menutup denden
mushinya.
"Franky, Usopp, dan
Robin sudah bersama-
sama." ucap Sanji ke
yang lainnya.
"Akan lebih bagus kalau
kelompok Zorro bisa
bertemu dengan Luffy.."
ucap Chopper.
"Rencana Law adalah
untuk membiarkan
Doflamingo tetap hidup
dan mengadunya
dengan Yonkou Kaidou.."
"Yah, kalau kita fokus
melarikan diri darinya,
dia juga tak akan mati.."
Kembali ke sisi Sanji, ia
menghampiri
Momonozuke yang
melamun sambil melihat
ke arah laut dalam
mode naganya. "Ada
apa, Momo? kau
berubah menjadi naga
lagi.." ucap Sanji.
"Ba-bahkan sampai
sekarang, aku masih
belum bisa berhenti
gemetaran.." ucap
Momonosuke. "Lelaki
yang bisa terbang itu..
saat aku sampai di sini
sebelumnya, aku
melihatnya.."
Sebelumnya, secara tak
sengaja Momonosuke
dan ayahnya melihat
Doflamingo sedang
memasukkan secara
paksa kepala salah
seorang anak buahnya
ke dalam suatu cairan.
Anak buahnya yang lain
kasihan, namun mereka
tak bisa berbuat apa-
apa.
"Tuan muda, bisa-bisa
dia mati.."
"Orang ini tak tahu apa-
apa!!"
"Ubhh!! Globglobglob!!
Bwaahh!!"
"Siapa yang suka
melihatmu jalan-jalan
dengan santainya
begitu?? kalau kau tak
bisa menebas musuh,
biarkan dirimu sendiri
tertebas dan keluarkan
sedikit darahmu.. kau
lihat, manusia.. tak
peduli bagaimana
kepribadiannya,
semuanya memiliki sifat
kejam yang tertidur di
dalam diri mereka, yang
akan bangun saat
melihat darah!! Darah
dan kematian.. itulah
hiburan!!"
Batss!!!! Dengan benang
awannya Doflamingo
lalu menebas mati orang
tadi.
"Gyaaa!!!"
"Jangan biarkan mereka
melakukan pertarungan
seperti hari ini lagi.." ucap
Doflamingo dan
kemudian pergi. "Ba-baik
tuan muda!!" ucap anak
buahnya.
Dari balik dinding,
Momonosuke dan
ayahnya masih melihat
kejadian itu. "Kinemon,
Momonosuke!!"
Kanjuurou yang waktu
itu masih belum
tertangkap
menghampiri mereka.
"Ooh, Kanjuurou!!"
"Aku sudah menemukan
pelabuhannya, ayo kita
ambil perahu dari sana,
negeri ini bermasalah.."
ucap Kanjuurou.
Flashback berakhir.
"Berpikir Kanjuurou
tertangkap oleh orang
itu lagi.. aku jadi benar-
benar khawatir.." ucap
Momonosuke.
Mendengar cerita tragis
tersebut, Sanji malah
memasang senyum
mesum. "Uwaa!!
senyum mesum!!"
teriak Momonosuke.
"Kurasa itu tergantung
apa yang mereka
inginkan dari kalian,
mereka tak sekasar itu
dengan sandera mereka
kok.." Sanji ingat ketika
ia disandera oleh Violet.
"Semuanya akan baik-
baik saja.." ucapnya.
"Kedengarannya malah
sebaliknya!! Kau sedang
memikirkan hal yang
berbeda, bukan!!??"
Sanji teringat akan
kata-kata Violet
sebelum mereka
berpisah. "Aku meminta
bantuan pada seorang
teman, dan akhirnya
bisa mendapatkan
perlindungan dari
pemerintah.. seseorang
sudah menungguku di
pelabuhan sekarang.."
"Aku mengerti. Sayang
sekali kau tak bisa ikut
dengan kami.." ucap
Sanji.
"Tapi selama kau baik-
baik saja.."
"Berkat kau sepertinya
sekarang aku bisa
bangkit.." ucap Violet.
"Tak masalah, tapi
kalau mau kau bisa
mengungkapkan rasa
terimakasihmu di
pipiku.." ucap Sanji.
"Oh tidak!!" dengan
kemampuannya Violet
melihat sesuatu.
"Kapalmu sedang
diserang oleh ikan
petarung!! cepat
pergilah!!"
"Ikan petarung?? apa
itu!??" Sanji tak tahu,
tapi pada akhirnya ia
cepat bergegas dan
terbang menuju kapal.
"Nami-saaan!! aku
datang!!!!" Sanji terbang.
Flashback berakhir..
Di sisi Violet, ia sedang
berada dalam perjalanan
sambil menunggangi
kuda mainan. Di tengah
jalan, ia melihat
kerumunan orang
sedang menonton
pertarungan yang
sedang berlangsung di
kolesium lewat layar.
"Sialan Rebecca!! dia
masih kuat ternyata!!"
orang-orang masih saja
menghujat Rebecca.
"Cepat mati sana!!"
Boombb!!
Violet kesal dan
menembaki layar itu
dengan pistol.
"Uwaa, apa itu tadi!?"
"Layarnya meledak!!"
Orang-orang tak sadar,
Violet keburu pergi.
"Tuan Kuda.."
"Ya??"
"Antar aku ke tempat
itu!!"
Di depan kolesium
Corrida, masih tampak
Zoro dan Kinemon
sedang berdiri, dan kini
mereka sedang
berkomunikasi dengan
Bhartolomew. "Kenapa
kau malah menangis,
hah??" Kinemon tak
mengerti. "Bagaimana
kau bisa tahu aku dan
Luffy!??" teriak Zoro.
Masih sambil menangis
penuh haru,
Bhartolomew berteriak,
"Agkhhuu nghheksfanss
khakslian dhari duluuhh.."
"Dia ngomong apa sih??"
"Mha.. mhaukhah kalian
memhksmberiku tanda
tangan!??"
"Apa??"
"Aku akan
menehksmukan Luffy-
sempai unthuks kalian
huks jadi beri aku
tandha tangan!!"
"Kau akan
mencarikannya?? kalau
begitu cepatlah!!"
"Ba-baik!!!! aku akan
mencarinya dengan
hidupku!!"
"Tak perlu sampai
sebegitunya.."
Di arena, sudah tampak
petarung-petarung
mulai berjatuhan. "Blok D
sudah hampir mencapai
klimaksnya!! Para
petarung mulai
berjatuhan!!!"
Dengan lincahnya,
tampak Rebecca
menjatuhkan lawan-
lawannya ke pinggir
arena. Ketika seseorang
hendak menyerangnya,
Rebecca sengaja berdiri
di pinggir arena,
kemudian
memanfaatkan
kekuatan lawannya
sendiri dan
membuatnya tercebur.
"Sial, dia sangat kuat!!"
teriak reporter. "Inilah
teknik spesial dari
Rebecca, tarian pedang
Backwater!! Dia berdiri di
pinggir arena dan ketika
musuh menyerang ia
bergerak dengan cepat
hingga membuat
musuhnya tergelincir
keluar!! Ya!! Dalam
semua pertarungannya,
Rebecca tak pernah
melukai lawannya!! Dia
juga belum pernah
menerima serangan dari
lawannya!! Dan
memenangkan semua
pertarungannya dengan
cara mengeluarkan
lawannya dari arena!!
perempuan yang tak
terkalahkan!!"
Di sisi Luffy, ia masih
bercerita-cerita
mengenai Rebecca
dengan para tahanan.
"Dia bisa menggunakan
haki observasi??"
"Haki??" para tahanan
tak mengerti.
"Dia hebat, maju
Rebecca!!" teriak Luffy.
"Cara bertarungnya..
benar-benar tidak
indah!!" ucap pembawa
acara. "Tapi jujur.. aku
tidak membencinya..
tapi bagaimanakah
kompetisi ini akan
berjalnjut!?? veteran
dari berbagai negara
telah berkumpul di sini!!
Dan mereka membawa
berbagai gaya bertarung
yang berbeda!!"
Kini, tampak Rebecca
dihadang oleh lelaki
berukuran raksasa,
Komandan tentara
kerajaan Majiatsuka
Selatan, Rolling Logan.
"Ayo kita lihat..
haruskah aku
meremukkan tulangmu,
gadis nakal???"
Di dalam kolesium,
ruang tunggu ruang
medis bawah tanah..
"Berikutnya kau bilang!??
Kakek kami bahkan
belum keluar!!" Sai kaget
saat pasien berikutnya
sudah dipanggil
sementara kakeknya
Don Chinjaou bahkan
belum keluar.
"Ya, pasien Chinjao.."
"Apa dia mati!??"
"Diam!! petarung
sialan!!"
"Kakek tua itu
kelihatannya memang
tak akan mati meski dia
dibunuh!! tapi tetap saja
dia sudah tua dan
lemah!!"
"Ribut sekali.."
"Bukannya dia tidak
keluar, tapi pintu
keluarnya ada di
belakang.." jelas
petugas.
"Ah, begitu ya.. maaf ya,
kakakah!!" Sai tertawa.
"Kalau begitu, silakan.."
"Maafkan aku, tadi aku
salah paham.. tidak.. tak
cukup hanya maaf, aku
benar-benar minta
maaf!!" Sai sampai
bersujud.
Selanjutnya Sai dibawa
masuk ke dalam
ruangan, kemudian
dibaringkan di sebuah
tempat dan beberapa
petugas berdiri di
sekelilingnya. "Kamu
peserta, Sai dari negeri
Kano kan??"
"Ya.."
"Kami akan
memeriksamu.."
Tuas ditarik, dan tiba-
tiba tempat Sai
berbaring terbuka.
"Eeh!!??" Sai kaget,
namun belum sempat
melakukan apa-apa
lelaki itu sudah jatuh ke
dalam sebuah lubang
yang sangat dalam.
Bam!!
"Selanjutnya!!" petugas
memanggil pasien
selanjutnya.
Di sisi Sai, ternyata ia
jatuh di sebuah lubang
yang di dalamnya
terdapat begitu banyak
bangkai mainan
berserakan, serta
pasien-pasien yang tadi
masuk ke sana. Para
pasien ternyata tak
keluar lewat pintu
belakang, melainkan
dijebak di sana.
"Gundukan mainan apa
ini!??" Sai kaget. "Eeh??
Hajrudin!?? Hei, kalian,
ada apa ini!??? apa-
apaan ini!?? di mana
pintu keluarnya!??" Sai
kaget.
"Kalau saja ada pintu
keluar.. kita dijebak oleh
si Doflamingo sialan itu!!
Ini artinya perang,
Buzabello-sama!!"
"Kelihatannya semua
peserta yang kalah pada
turnamen ini dibuang
kemari.."
"Apa!!???"
"Dinding tempat ini
bahkan tak bisa
dihancurkan dengan
tinju rajaku.." ucap raja
Buzabello, yang juga
dijebak di sana. "Ini itu di
bawah tanah, kau
paham, dindingnya ya
Bumi.." ucap si kaki
panjang. "Apa yang
mereka rencanakan
sebenarnya!??"
"Aku ragu mereka ingin
menyembuhkan kita di
bawah sini.." ucap si
manusia ikan.
"Berdasarkan apa yang
telah ia lakukan, aku tak
akan memaafkan
Doflamingo sampai ke
generasi cucunya!!" ucap
Chinjaou.
Doflamingo dan Law
sedang saling
berhadapan. "Apa yang
akan kau lakukan
terhadap Jola? kau tahu
kan keluarga macam
apa kami ini.." ucap
Doflamingo.
"Itu benar, Law.. untuk
tuan muda, aku akan
mengorbankan hidupku
sampai.."
Batss..
Law melepaskan Jola.
"Dia akan kabur, lari
sejauh yang ia bisa
kurasa.." ucap Law.
"Kaki hitam baru saja
muncul, tapi
kelihatannya halangan
terhadap rencanaku tak
cuma itu.." ucap
Doflamingo. "Apa yang
kau lakukan hanyalah
balas dendam, Law!!"
"Ini bukan balas
dendam!! Ini adalah
untuk memenuhi tekad
terbesar orang itu!! Aku
masih tetap hidup
sampai saat ini!!"
One Piece Chapter 725 -
Perempuan yang Tak
Terkalahkan
Teks Version by
www.Beelzeta.com
Cukup jauh dari lokasi
tersebut, Nami dan
yang lainnya telah pergi
menggunakan Sunny.
"Aku harap Trafaguy
baik-baik saja.." ucap
Chopper. "Bagaimana
keadaan sekitar!??"
tanya Nami yang
memegang kendali
kapal. "Tak ada tanda-
tanda bahaya, Nami-
saan!!" teriak Brook.
"Bagus.. semoga tetap
begini! kalau dia terbang
ke arah kita lagi, aku
akan menciptakan angin
kuat untuk meniup
awan sehingga ia tak
bisa mengikuti kita.."
ucap Nami.
Di sisi Sanji, ia sedang
berkomunikasi dengan
Usopp dan kelompoknya
menggunakan denden
mushi. "Apapun yang
terjadi, lindungilah Robin
sekuat tenaga kalian.
Sampai jumpa." ucap
Sanji sebelum kemudian
menutup denden
mushinya.
"Franky, Usopp, dan
Robin sudah bersama-
sama." ucap Sanji ke
yang lainnya.
"Akan lebih bagus kalau
kelompok Zorro bisa
bertemu dengan Luffy.."
ucap Chopper.
"Rencana Law adalah
untuk membiarkan
Doflamingo tetap hidup
dan mengadunya
dengan Yonkou Kaidou.."
"Yah, kalau kita fokus
melarikan diri darinya,
dia juga tak akan mati.."
Kembali ke sisi Sanji, ia
menghampiri
Momonozuke yang
melamun sambil melihat
ke arah laut dalam
mode naganya. "Ada
apa, Momo? kau
berubah menjadi naga
lagi.." ucap Sanji.
"Ba-bahkan sampai
sekarang, aku masih
belum bisa berhenti
gemetaran.." ucap
Momonosuke. "Lelaki
yang bisa terbang itu..
saat aku sampai di sini
sebelumnya, aku
melihatnya.."
Sebelumnya, secara tak
sengaja Momonosuke
dan ayahnya melihat
Doflamingo sedang
memasukkan secara
paksa kepala salah
seorang anak buahnya
ke dalam suatu cairan.
Anak buahnya yang lain
kasihan, namun mereka
tak bisa berbuat apa-
apa.
"Tuan muda, bisa-bisa
dia mati.."
"Orang ini tak tahu apa-
apa!!"
"Ubhh!! Globglobglob!!
Bwaahh!!"
"Siapa yang suka
melihatmu jalan-jalan
dengan santainya
begitu?? kalau kau tak
bisa menebas musuh,
biarkan dirimu sendiri
tertebas dan keluarkan
sedikit darahmu.. kau
lihat, manusia.. tak
peduli bagaimana
kepribadiannya,
semuanya memiliki sifat
kejam yang tertidur di
dalam diri mereka, yang
akan bangun saat
melihat darah!! Darah
dan kematian.. itulah
hiburan!!"
Batss!!!! Dengan benang
awannya Doflamingo
lalu menebas mati orang
tadi.
"Gyaaa!!!"
"Jangan biarkan mereka
melakukan pertarungan
seperti hari ini lagi.." ucap
Doflamingo dan
kemudian pergi. "Ba-baik
tuan muda!!" ucap anak
buahnya.
Dari balik dinding,
Momonosuke dan
ayahnya masih melihat
kejadian itu. "Kinemon,
Momonosuke!!"
Kanjuurou yang waktu
itu masih belum
tertangkap
menghampiri mereka.
"Ooh, Kanjuurou!!"
"Aku sudah menemukan
pelabuhannya, ayo kita
ambil perahu dari sana,
negeri ini bermasalah.."
ucap Kanjuurou.
Flashback berakhir.
"Berpikir Kanjuurou
tertangkap oleh orang
itu lagi.. aku jadi benar-
benar khawatir.." ucap
Momonosuke.
Mendengar cerita tragis
tersebut, Sanji malah
memasang senyum
mesum. "Uwaa!!
senyum mesum!!"
teriak Momonosuke.
"Kurasa itu tergantung
apa yang mereka
inginkan dari kalian,
mereka tak sekasar itu
dengan sandera mereka
kok.." Sanji ingat ketika
ia disandera oleh Violet.
"Semuanya akan baik-
baik saja.." ucapnya.
"Kedengarannya malah
sebaliknya!! Kau sedang
memikirkan hal yang
berbeda, bukan!!??"
Sanji teringat akan
kata-kata Violet
sebelum mereka
berpisah. "Aku meminta
bantuan pada seorang
teman, dan akhirnya
bisa mendapatkan
perlindungan dari
pemerintah.. seseorang
sudah menungguku di
pelabuhan sekarang.."
"Aku mengerti. Sayang
sekali kau tak bisa ikut
dengan kami.." ucap
Sanji.
"Tapi selama kau baik-
baik saja.."
"Berkat kau sepertinya
sekarang aku bisa
bangkit.." ucap Violet.
"Tak masalah, tapi
kalau mau kau bisa
mengungkapkan rasa
terimakasihmu di
pipiku.." ucap Sanji.
"Oh tidak!!" dengan
kemampuannya Violet
melihat sesuatu.
"Kapalmu sedang
diserang oleh ikan
petarung!! cepat
pergilah!!"
"Ikan petarung?? apa
itu!??" Sanji tak tahu,
tapi pada akhirnya ia
cepat bergegas dan
terbang menuju kapal.
"Nami-saaan!! aku
datang!!!!" Sanji terbang.
Flashback berakhir..
Di sisi Violet, ia sedang
berada dalam perjalanan
sambil menunggangi
kuda mainan. Di tengah
jalan, ia melihat
kerumunan orang
sedang menonton
pertarungan yang
sedang berlangsung di
kolesium lewat layar.
"Sialan Rebecca!! dia
masih kuat ternyata!!"
orang-orang masih saja
menghujat Rebecca.
"Cepat mati sana!!"
Boombb!!
Violet kesal dan
menembaki layar itu
dengan pistol.
"Uwaa, apa itu tadi!?"
"Layarnya meledak!!"
Orang-orang tak sadar,
Violet keburu pergi.
"Tuan Kuda.."
"Ya??"
"Antar aku ke tempat
itu!!"
Di depan kolesium
Corrida, masih tampak
Zoro dan Kinemon
sedang berdiri, dan kini
mereka sedang
berkomunikasi dengan
Bhartolomew. "Kenapa
kau malah menangis,
hah??" Kinemon tak
mengerti. "Bagaimana
kau bisa tahu aku dan
Luffy!??" teriak Zoro.
Masih sambil menangis
penuh haru,
Bhartolomew berteriak,
"Agkhhuu nghheksfanss
khakslian dhari duluuhh.."
"Dia ngomong apa sih??"
"Mha.. mhaukhah kalian
memhksmberiku tanda
tangan!??"
"Apa??"
"Aku akan
menehksmukan Luffy-
sempai unthuks kalian
huks jadi beri aku
tandha tangan!!"
"Kau akan
mencarikannya?? kalau
begitu cepatlah!!"
"Ba-baik!!!! aku akan
mencarinya dengan
hidupku!!"
"Tak perlu sampai
sebegitunya.."
Di arena, sudah tampak
petarung-petarung
mulai berjatuhan. "Blok D
sudah hampir mencapai
klimaksnya!! Para
petarung mulai
berjatuhan!!!"
Dengan lincahnya,
tampak Rebecca
menjatuhkan lawan-
lawannya ke pinggir
arena. Ketika seseorang
hendak menyerangnya,
Rebecca sengaja berdiri
di pinggir arena,
kemudian
memanfaatkan
kekuatan lawannya
sendiri dan
membuatnya tercebur.
"Sial, dia sangat kuat!!"
teriak reporter. "Inilah
teknik spesial dari
Rebecca, tarian pedang
Backwater!! Dia berdiri di
pinggir arena dan ketika
musuh menyerang ia
bergerak dengan cepat
hingga membuat
musuhnya tergelincir
keluar!! Ya!! Dalam
semua pertarungannya,
Rebecca tak pernah
melukai lawannya!! Dia
juga belum pernah
menerima serangan dari
lawannya!! Dan
memenangkan semua
pertarungannya dengan
cara mengeluarkan
lawannya dari arena!!
perempuan yang tak
terkalahkan!!"
Di sisi Luffy, ia masih
bercerita-cerita
mengenai Rebecca
dengan para tahanan.
"Dia bisa menggunakan
haki observasi??"
"Haki??" para tahanan
tak mengerti.
"Dia hebat, maju
Rebecca!!" teriak Luffy.
"Cara bertarungnya..
benar-benar tidak
indah!!" ucap pembawa
acara. "Tapi jujur.. aku
tidak membencinya..
tapi bagaimanakah
kompetisi ini akan
berjalnjut!?? veteran
dari berbagai negara
telah berkumpul di sini!!
Dan mereka membawa
berbagai gaya bertarung
yang berbeda!!"
Kini, tampak Rebecca
dihadang oleh lelaki
berukuran raksasa,
Komandan tentara
kerajaan Majiatsuka
Selatan, Rolling Logan.
"Ayo kita lihat..
haruskah aku
meremukkan tulangmu,
gadis nakal???"
Di dalam kolesium,
ruang tunggu ruang
medis bawah tanah..
"Berikutnya kau bilang!??
Kakek kami bahkan
belum keluar!!" Sai kaget
saat pasien berikutnya
sudah dipanggil
sementara kakeknya
Don Chinjaou bahkan
belum keluar.
"Ya, pasien Chinjao.."
"Apa dia mati!??"
"Diam!! petarung
sialan!!"
"Kakek tua itu
kelihatannya memang
tak akan mati meski dia
dibunuh!! tapi tetap saja
dia sudah tua dan
lemah!!"
"Ribut sekali.."
"Bukannya dia tidak
keluar, tapi pintu
keluarnya ada di
belakang.." jelas
petugas.
"Ah, begitu ya.. maaf ya,
kakakah!!" Sai tertawa.
"Kalau begitu, silakan.."
"Maafkan aku, tadi aku
salah paham.. tidak.. tak
cukup hanya maaf, aku
benar-benar minta
maaf!!" Sai sampai
bersujud.
Selanjutnya Sai dibawa
masuk ke dalam
ruangan, kemudian
dibaringkan di sebuah
tempat dan beberapa
petugas berdiri di
sekelilingnya. "Kamu
peserta, Sai dari negeri
Kano kan??"
"Ya.."
"Kami akan
memeriksamu.."
Tuas ditarik, dan tiba-
tiba tempat Sai
berbaring terbuka.
"Eeh!!??" Sai kaget,
namun belum sempat
melakukan apa-apa
lelaki itu sudah jatuh ke
dalam sebuah lubang
yang sangat dalam.
Bam!!
"Selanjutnya!!" petugas
memanggil pasien
selanjutnya.
Di sisi Sai, ternyata ia
jatuh di sebuah lubang
yang di dalamnya
terdapat begitu banyak
bangkai mainan
berserakan, serta
pasien-pasien yang tadi
masuk ke sana. Para
pasien ternyata tak
keluar lewat pintu
belakang, melainkan
dijebak di sana.
"Gundukan mainan apa
ini!??" Sai kaget. "Eeh??
Hajrudin!?? Hei, kalian,
ada apa ini!??? apa-
apaan ini!?? di mana
pintu keluarnya!??" Sai
kaget.
"Kalau saja ada pintu
keluar.. kita dijebak oleh
si Doflamingo sialan itu!!
Ini artinya perang,
Buzabello-sama!!"
"Kelihatannya semua
peserta yang kalah pada
turnamen ini dibuang
kemari.."
"Apa!!???"
"Dinding tempat ini
bahkan tak bisa
dihancurkan dengan
tinju rajaku.." ucap raja
Buzabello, yang juga
dijebak di sana. "Ini itu di
bawah tanah, kau
paham, dindingnya ya
Bumi.." ucap si kaki
panjang. "Apa yang
mereka rencanakan
sebenarnya!??"
"Aku ragu mereka ingin
menyembuhkan kita di
bawah sini.." ucap si
manusia ikan.
"Berdasarkan apa yang
telah ia lakukan, aku tak
akan memaafkan
Doflamingo sampai ke
generasi cucunya!!" ucap
Chinjaou.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar