Versi text one piece chapter 734 Pusaran Angin Rommel

Versi text one piece chapter 734 Pusaran Angin Rommel
"Sungguh akhir yang benar-benar
tak terduga!!" ucap heboh
komentator kolesium. "Dua puluh
petarung yang masih hidup tiba-tiba
saja berjatuhan!! Blok D benar-benar
berada dalam masalah!! Tapi oh!!"
hal mengejutkan kembali terjadi.
"Di antara orang-orang yang telah
terjatuh itu, ada satu yang berusaha
untuk berdiri!! Apakah ia pemenang
dari blok ini!? Apakah dia yang telah
menyebabkan semua kekacauan
ini!??"
Di arena, di antara petarung-
petarung yang telah tergeletak tak
berdaya itu, memang terlihat satu
yang masih bisa berusaha untuk
berdiri, berusaha untuk bangkit
kembali setelah sebelumya juga
sempat ikut rebah.
One Piece Chapter 734 - Pusaran
Angin Rommel
Teks Version by www.Beelzeta.com
Tak jelas siapa ia akibat kepulan
asap yang memenuhi arena. Namun
perlahan, asap itu tersikap. Dan
jelaslah, sepatu ala gladiator, alas
kaki petarung kerajaan. Kemudian
semakin jelas, semakin jelas, dan
ternyata itu tak lain adalah Rebecca.
Ya, perempuan dengan hater satu
negara itu.
"Re!!! Rebecaaa!!?? yang mampu
berdiri kembali adalah Rebecca!!!"
komentator bahkan semakin kaget
lagi. "Kandidat juara lainnya, para
petarung kuat itu, tak seorang pun
dari mereka mampu untuk bangkit
kembali!!"
Terlihat orang-orang kuat yang
sebelumnya digadang-gadang
sebagai juara blok D masih rebah,
tanpa ada tanda-tanda sedikitpun
dari mereka untuk bisa bangun lagi.
"Petarung yang pada akhirnya akan
lanjut ke babak selanjutnya, dari
semua petarung yang ada, tak lain
adalah pewaris darah kotor raja
Riku, pendekar pedang penjara,
Rebeccaaa!!!"
"Apa-apaan ini!?" penonton tak
terima. Tentu saja, orang-orang
yang benci sebenci-bencinya dengan
Rebecca beserta keluarganya itu tak
puas hasil seperti itu. "Dia pasti
menggunakan trick kotor!!" ucap
salah seorang penonton.
"Seseorang, tolong selidiki!!" ucap
yang lain.
Namun, berbeda dengan keributan
yang terjadi di arena, para tahanan,
teman-teman Rebecca yang
menonton dari balik jeruji besi
bersorak gembira, "Rebecca
berhasil!!!" sambil mengangkat
tangan tinggi-tinggi. "Aku tak tahu
apa yang terjadi, tapi dia menang!!!"
Di luar stadiun, para pendukung
petarung lain juga bersorak, sorakan
negatif yang tak jauh berbeda dari
para penonton di dalam stadion.
"Kenapa bisa jadi seperti ini!? Apa
yang sudah ia lakukan pada
Cavendish-sama!?"
"Tak mungkin Admiral Oolombus
bisa kalah oleh bocah seperti dia!!!"
ucap salah seorang dari banyaknya
pendukung Oolombus.
Di sisi Angkatan Laut, tempat vice
admiral Bastille dan orang-
orangnya... salah seorang Angkatan
Laut bertanya, "Pusaran angin?"
"Pusaran angin Rommel.." jelas
Bastille. "Dulu, di kerajaan Rommel,
ada rumor kalau angin menyerang
orang pada malam hari." ia pun
mulai menceritakan legenda itu.
"Seringnya terjadi kejadian misterius
itu membuat Angkatan Laut
mengirim kapal perang ke sana.
Banyak anggota Angkatan Laut
yang mati akibat 'angin' itu. Tapi
kemudian, terungkap kalau
penjahatnya ternyata seorang lelaki
yang dipanggil dengan nama
Hakuba."
"Sampai saat ini, Angkatan Laut
masih belum bisa menangkapnya.
Tapi kelihatannya, Hakuba selalu
muncul di kota-kota tempat
pemberhentian Angkatan Laut.."
----- One Piece Chapter 734 -----
Di arena, Rebecca yang sudah berdiri
melihat ke arah Cavendish yang
rebah. Rebecca masih ingat dengan
jelas apa yang tadi terjadi. Saat itu,
Slayman terus berusaha untuk
menebasnya. "Aku tak akan
membiarkanmu kabur, gadis kecil!!"
si pemenggal terus mengibas-
ngibaskan pedangnya ke arah
Rebecca.
Rebecca dengan lincahnya
menghindari semua serangan itu.
Dan saat itulah, kejadian itu
bermula. Hal yang aneh tiba-tiba
saja terjadi pada petarung yang
berada tak jauh dari Rebecca, yaitu
Cavendish. Secara perlahan, tampak
kesadaran Cavendish mulai
menghilang. "Laki-laki itu.. ada apa
dengannya?" pikir kaget Rebecca.
Kesadaran Cavendish terus
berkurang, sampai akhirnya ia
benar-benar tak sadarkan diri.
Semakin diperhatikan, Rebecca
akhirnya tahu.. "Dia... tidur!?"
Ya, di tengah pertarungan,
Cavendish malah tertidur. Rebecca
kaget, begitu pula dengan puluhan
pertarung yang waktu itu masih
tersisa. Kaget bercampur kesal,
mungkin itu yang mereka rasakan.
Bagaimana tidak, aksi tidur
Cavendish seolah merendahkan
mereka.
Semakin kesal, para petarung pun
kini fokus pada Cavendish. Tak ada
tempat untuk menyianyiakan
kesempatan. Bersamaan, mereka
lalu melesat ke arah Cavendish yang
terbaring di atas arena. Bersamaan
juga, mereka bersiap untuk
menyerangnya. Namun tiba-tiba..
Mendadak ekspresi muka Cavendish
berubah, dan secepat kilat orang-
orang yang berada di dekatnya
menerima serangan. Senjata-senjata
yang para petarung hendak
gunakan untuk menusuk tubuhnya
menjadi patah, jbrasss!!!! dan
akhirnya seluruh petarung yang
masih tersisa menerima serangan
super cepat itu. Kecuali.. Rebecca..
Rebecca ternyata memiliki
penghihatan yang sangat cepat.
Dalam waktu sepersekian detik, ia
mampu melihat kalau serangan
cepat sedang bergerak menuju ke
arahnya. Rebecca menghindar, dan
akhirnya tebasan cepat cavendish
mode tidur itu hanya mengenai
penutup kepalanya.
Dan ketika semua orang telah rebah,
Cavendish kembali ke mode biasa
dan tidur lagi. Rebah. Ya. Cavendish
rebah bukan karena kalah, tapi
karena tidur.
Kembali ke sisi Angkatan Laut..
"Membantai sambil tidur!?"
"Begitulah.." ucap Bastille. "Nama
dari kepribadian lain Cavendish yang
muncul saat ia tertidur adalah..
Hakuba.." jelasnya. "Sebenarnya,
Hakubalah yang setelah melakukan
tindak kriminal, kemudian pergi
menuju laut dan menjadi bajak laut
dengan nama Cavendish.."
"Malang sekali nasibnya.." ucap
salah seorang Angkatan Laut.
"Jangan mengasihaninya!! Dia justru
menikmati situasi dan popularitas
yang didapatnya.. kalau kau
mengasihaninya, maka dia akan
memanfaatkan hal itu.." ucap
Bastille. "Cavendish memang
seorang pendekar pedang jenius,
tapi Hakuba bahkan lebih dari itu.
Tapi fakta kalau Hakuba baru
muncul saat ia tertidur, sangat tidak
cocok dengan pertarungan bertipe
pertandingan seperti ini.."
----- One Piece Chapter 734 -----
Di arena, masih terdengar teriakan-
teriakan tak terima para penonton.
"Rebecca tak mungkin menang!! Dia
pasti memiliki pistol, coba periksa!!"
ucap mereka. Namun begitu,
Rebecca tetap tak mempedulikan
omongan orang-orang itu. Yang
membuatnya tak percaya saat ini
adalah.. "Babak Final.."
Rebecca masih tak percaya kalau
pada akhirnya ia akan bisa lolos ke
babak berikutnya.
Di sisi Bhartolomeo dan Sabo (Oke,
kita anggap aja udah pasti itu Sabo.)
"Dialah satu-satunya yang bisa
melihat pergerakan Hakuba, ini
bukan sekedar keberuntungan..."
ucap Sabo. "Tapi apapun yang
terjadi, aku tetap tak akan
membiarkan siapapun mendapatkan
buah Mera Mera.." lanjutnya.
Tak jauh dari tempat itu, di sisi
Burgess, "Akhirnya Final juga.."
ucapnya. Setelah block D selesai,
selanjutnya memang merupakan
babak di mana ia akan bertanding
kembali.
Di Istana Kerajaan, di sisi
Doflamingo.. "Uhuhuhuhu, apa kau
lihat itu tadi!?" Doflamingo tertawa
bahagia. "Apa kau melihatnya? apa
kau melihatnya!?" Doflamingo
melihat ke salah seorang lelaki yang
telah menjadi tawanannya, raja
Riku.
"Tak kusangka kalian berdua akan
menunjukkan diri dalam
pertandingan ini.." ucap Doflamingo.
"Benar begitu kan, Raja Riku??"
Raja Riku hanya diam, tanpa punya
kekuatan untuk melepaskan ikatan
yang membelenggu tubuhnya.
"Mantan pemimpn kerajaan ini pasti
sudah sangat terdesak sampai-
sampai menginginkan buah iblis.."
ucap Doflamingo lagi. "Tapi
bagaimanapun, aku tak bisa
memberi toleransi pada apa yang
sudah keluargamu lakukan hari ini.."
"Rebecca.." dalam hati raja Rebecca
menkhawatirkan nasib cucunya itu.
"Begitu juga dengan Violet.." ucap
Doflamingo. "Apa hari ini ada
perayaan tertentu, hah?"
Doflamingo tak habis pikir, kenapa
semuanya bisa terjadi secara
bersamaan seperti ini.
"Apa yang telah kau lakukan pagi ini
cukup untuk membuatku tidak bisa
tidak peduli dengan negeri ini!!"
ucap raja Riku. "Itu saja.." lanjutnya,
masih dalam keadaan tubuh terikat.
"Huhuhu, untukmu mungkin itu saja,
tapi tidak bagi Viola.." ucap
Doflamingo/ "Dia adalah seorang
wanita perhitungan, dia pasti
sedang membuat suatu
pertaruhan.."
Di salah satu kursi raja, tampak Law
yang masih tidak sadarkan diri
duduk dengan tangan diborgol. "Dia
berharap kalau harapan muda
Shichibukai yang menentangku,
Trafalgar Law dan orang dengan
garis keturunan bermasalah yang
merupakan pria paling top dari
kejaidan dua tahun lalu, Monkey D.
Luffy, bisa mengalahkanku dengan
aliansi yang mereka buat!!"
"Tapi coba lihat apa yang terjadi
pada Law saat ini!! Dan juga apa
yang terjadi pada Luffy si Topi
Jerami.. dia tak akan bisa keluar dari
kolesium sebagai manusia!! Satu-
satunya yang melakukan sesuatu
hanyalah kru cyborg Topi jerami
yaitu Franky, yang saat ini
menyerang rumah mainan.. tapi
kurasa, dia tak akan menang
melawan eksekutifku!!" Doflamingo
tampak begitu percaya diri.
"Orang-orang mereka lainnya yang
tersisa hanyalah si pemburu bajak
laut Zoro, Kinemon, Nico Robin, dan
Sogeking.. selain rumah mainan dan
ruang utama istana, tak ada lagi
jalan masuk menuju pabrik.. bisa
sampai di lantai dasar saja aku rasa
mustahil.."
Doflamingo tak tahu kalau Usopp
dan yang lainnya saat ini sudah
sampai di tempat yang ia maksud.
Di sisi Luffy, Zoro, dan Kinemon,
mereka masih dalam perjalanan, dan
masih berada di dalam kostum
penyamaran berbentuk hewan
super aneh itu.
"Jadi kalau kita masuk ke istana
kerajaan, kita bisa pergi ke rumah
mainan maupun pabrik?" tanya
Kinemon ke mahluk Tontatta yang
masih diajak oleh Zoro, Wicca.
"Semuanya terhubung di dalam.."
ucap Wicca.
"Aku masih tak bisa percaya mahluk
kecil seperti ini ada.." ucap Kinemon.
"Benar-benar mirip mainan.." ucap
Luffy.
"Biasanya, kami hanya menunjukkan
diri pada orang-orang penting dari
kerajaan.. tapi.. ada perkecualian
untuk kru Topi Jerami dan
Usolander.." jelas Wicca.
"Uso.. lander?"
"Strategi SOP dari kapten telah
dimulai!! Lihat!! KIta sudah sampai!!"
mereka akhirnya sampai di jalan
masuk menuju istana kerajaan,
sebuah lift. "Lift ini akan membawa
kalian ke ruang utama istana
kerajaan!!" ucap Wicca. "Untuk bisa
masuk, kalian harus menunjukkan
sebuah 'id pass' ke penjaga lift.."
jelasnya.
"Jangan khawatir, aku akan
menghajarnya.." Luffy siap kapan
saja.
"Kalau kau melakukannya, itu hanya
akan menimbulkan kekacauan, dan
musuh akan.."
Saat itulah, seseorang tiba-tiba saja
mendekati mereka. "Hm?? ada yang
mendekat kemari?? musuh??"
"Kau adalah Luffy si Topi Jerami,
kan?" orang itu kenal dengan Luffy.
Tentu saja, Luffy kaget, padahal ia
sudah menyamar. "Eh?"
"Aku sudah lama menunggumu!"
ternyata orang itu tak lain adalah
Violet. "Akan kubawa kalian masuk
ke istana!!" ucapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar