Colosseum sudah mencapai
puncaknya
• Scene diawali di Arena Pertandingan Final
Colosseum Corida, kelima petarung terlihat
sudah stand by disana.
“Pertandingan Final akan segera dimulai !
mereka semua sudah berada disini, ke empat
para pemenang ditambah dengan tuan
Diamante!” Di buka degan teriakan keras
sang komentator
• Penonton pun mulai bersorak kegirangan
“Mati kau! Rebecca” Teriak para haters
Rebecca
“Diamante-sama ” Teriak histeris fans
Diamante
“Wiiihahahaha!” Burgess tertawa keras yang
menandakan sudah tak sabar untuk memulai
pertandingan
“Lawan aku, cecunguk” Sementara Barto
mengejek para penonton
“Dan hadiahnya akan diberikan untuk satu
orang yang mampu berdiri sampai akhir...
Buah setan yang bisa dibilang merupakan
tipe logia paling hebat, Mera Mera no Mi!!”
Ucap sang komentator yang langsung
menambah panas suasana
“Wihahahaha! Itu adalah milikku” Ucap
Burgess
“Bajak Laut Kurohige, Jesus Burgess” Batin
Sabo yang tampak memperhatikan Burgess
→ Wajah sabo sudah mulai diperlihatkan dari
depan, namun masih samar karna terhalang
kumis dan kacamatanya itu.
“Siapa dia sebenarnya? Dia sepertinya bukan
Lucy” Batin Rebecca yang masih bingung
degan identitas Lucy yang ini
“Hm?” Sang komentator tampak melihat
sesuatu
“Hentikan pertarungan ini! Keluarkan Rebecca
dari arena, ulangi pertandingan block D”
Teriak para orang-orang yang mencoba
masuk ke arena yang tak lain adalah para
petarung Blok D yang telah kalah sebelumnya
dan berjumlah 3 orang {petarung non
unggulan}
“Aku tak terima hasil bodoh seperti itu” Ucap
salah seorang petarung blok D
“Oh apa yg terjadi! Sepertinya kita akan
mengalami sedikit masalah” Ucap sang
komentator
“Rebecca! Sungguh tidak mungkin kami kalah
dengan gadis kecil sepertimu, kami akan
menghabisimu sekarang juga” Ucap para
petarung Blok D yang tak terima degan
kemenangan Rebecca
“........” Rebecca hanya terdiam sambil sedikit
terkejut
“Yeah ! Aku sangat menyukainya, Habisi dia”
Ucap heboh para haters Rebecca
“Hei, kau! Menyingkir” Ucap para petarung
blok D kepada Diamante
“.....” Diamante hanya terdiam dan tampak
mulai marah
“Kalian tidak tau kapan harus menyerah, ya?
Keputusan ya Keputusan, Dasar Bodoh” Ucap
Diamante
“Jangan menceramahi tindakan kami” Ucap
balik mereka
“Apa yg mau kau coba lakukan?” Lanjutnya
lagi
“Ya seperti itu... Kemarilah!” Ucap Diamante
yang sudah siap untuk menghadang mereka
“Jangan perlakukan kami seperti sapi yang
pengecut atau semacamnya” Mereka pun
tampak kesal karna ulah Diamante
• Ketiga orang itu kemudian menyerang
Diamante secara bersamaan dengan
menggunakan senjatanya masing-masing,
namun Diamante mampu menahan serangan
mereka semua hanya degan menggunakan
Jubahnya, dan apa yang terjadi? Senjata
(pedang) yang mengenai Jubah Diamante ini
tiba-tiba saja patah dan kemudian bagian
yang patah tersebut terbang perlahan-lahan
ke atas.
“Hmm?” Barto terlihat heran
“. . . . . ?!” Apalagi orang yang menyerang
Diamante yang langsung terlihat ketakutan
“Ia lebih dulu terkibar karna terkena angin
saat ini... Jubah ini adalah Baja” Ucap
Diamante
“Aku pemakan Hira Hira no Mi, aku Manusia
Bendera! Apapun yg kusentuh aku bisa rubah
menjadi hal yang berkibar” Jelas Diamante
• Potongan pedang yang terbang tadi, itu
akibat kemampuan Diamante ini, sebenarnya
bukan terbang tetapi berkibar layaknya
bendera. Kemudian Diamante
memperlihatkan kembali kemampuannya itu
dan dia gunakan untuk menyerang mereka
bertiga “Corrida Glaive!” Sebuah jurus dari
Diamante dimana dia membuat semacam
banteng yang dibuat dari kemampuannya
merubah sesuatu menjadi bendera yang
kemudian dilipatkan ke tangannya, degan
hanya satu kali pukulan mereka bertiga pun
langsung tumbang seketika layaknya terkena
serudukan banteng
• Mereka bertiga jatuh di tempat yang dekat
dengan air penuh ikan iblis
“Mungkin sebaiknya kalian mundur beberapa
langkah! Mereka (Ikan) cukup sensitif dalam
mencium bau darah” Ucap Diamante sambil
tersenyum
• Sebuah ikan besar mulai terlihat
menghampiri mereka bertiga dan Langsung
melompat ke arena
“Terbang” Ucap salah satu dari mereka
bertiga
• DUARR! Ikan iblis Itu menyeruduk mereka
bertiga dengan tanduknya yang sontak
membuat arena juga ikut hancur sedikit dan
langsung membuat mereka bertiga tercebur
ke dalam air “Melawan ikan yg berbeda kelas
dari yg sebelumnya! Apa kau lihat itu!
Serangan itu bahkan mengenai kontestan
dalam arena” Ucap Diamante kepada para
penonton dengan menggunakan pengeras
suara
“Durhaka, jahat! Mereka benar-benar
sekumpulan iblis, Kita telah mengambil ikan
petarung kelas Boss dari setiap sekolah dan
dibalik salah satu ikan ini, hadiah turnamen
Mera Mera no Mi sudah ditaruh disana.
Peraturannya sangat mudah! Curi itu! Orang
terakhir yang berdiri di arena adalah
pemenangnya” Penjelasan yang lumayan
mengejutkan dari Diamante
→ Intinya gini, selain bertarung melawan
petarung yang di arena mereka juga harus
melawan Para Ikan petarung yang ukurannya
jauh lebih besar dari pada ikan petarung yg
dulu {dan ane menyebutnya ikan Iblis} untuk
mendapatkan buah Mera Mera, jadi ini
bukanlah pertarungan duel semata,
melainkan mereka juga harus bersaing untuk
menjadi siapa yang paling cepat yang mampu
mendapatkan buah Mera Mera, dan setelah
mendapatkan buah itu pun mereka masih
harus mampu mempertahankann ya sampai
yang lainnya kalah.
“Akhirnya... Ini dia!! Pertarungan Final!
Termasuk pahlawan Kita tuan Diamante. Ini
dia pertarungan Kerajaan antara 5 orang
yang bertarung demi buah setan!
Pertarungan Sengit sampai mati” Kata-kata
penutupan dari sang komentator sekaligus
menjadi awal bagi pertarungan final ini
“Kepada siapakah buah Mera Mera ini akan
diserahkan? Sekarang! Bunyikan Gongnya!”
Dan Gong pun dibunyikan yang menandakan
pertarungan final sudah dimulai dan
penonton pun mulai bersorak namun sayang
scene-nya berhenti sampai disitu
• Scene pun beralih ke Istana Kerajaan,
bagian bawah pintu menara benteng tempat
Luffy cs berada, dan sepertinya rencana Zoro
kemarin berhasil sekarang Luffy cs masih
mencari jalan untuk sampai ke tempat Dofla.
“Baiklah kita sudah sampai” Ucap Violet
“Apakah itu pintu masuk ke istana” Tanya
Zoro
“Masih belum, ini adalah pintu masuk ke
bagian bawah menara benteng kerajaan”
Jawab Violet
“Kita tidak boleh terlihat oleh penjaga
gerbang” Peringatan dari Violet kepada Luffy,
Zoro, dan Kinemon yang tengah mengintip
keadaan disana.
“Ada pintu untuk masuk kedalam benteng!
Ayo kita kesana!” Lanjut Violet
• Zoro dan Kinemon langsung mengikuti
Violet, namun tidak dengan Luffy, dia malah
pergi menuju pintu yang banyak penjaganya
tadi.
“Jika kita terlalu berisik dan membuat para
petinggi mengetahui keberadaan kita maka
kita tidak akan bisa melakukan apa-apa.
Terutama para pengawas, jika kita ketahuan
olehnya, kita tidak akan bisa menjatuhkan
Doflamingo” Ucap Violet untuk mempertegas
situasi
“Hm? Dimana Luffy-Dono” Ucap kinemon
yang baru sadar ternyata Luffy telah
menghilang
“Er... Eh” Wika juga terkejut
“?” Zoro seperti biasa tanpa kata-kata
• Tiba-tiba terdengar suara “GOMU GOMU
NOOO” Oleh Zoro, Kinemon, Violet dan Wika.
“Suara ini?” Zoro mulai cemas
“GIGANT!”
“Apa-apaan ikan ini? Ikan Kembung?” Heran
para penjaga yg melihat Luffy dalam kostum
ikannya
“PISTOL !!!” Dan 'Duar' Luffy menghancurkan
pintu gerbang itu dengan satu kali pukul
yang sekaligus membuat para penjaga
terhempas
“Apa yang dia lakukan!” Zoro cs pun terkejut
“Yosh ! Sudah terbuka” Ucap Luffy dengan
santainya
“Bukan itu masalahnya” Bentak Zoro
“Ya ampun, apa yang telah terjadi biarlah
terjadi ! Ayo disaat seperti ini akan lebih cepat
jika kita masuk lewat depan” Ucap panik
Violet
“Tidak apa-apa kan kalau aku melepas ini
{Kostum ikan} sekarang?” Tanya Luffy pada
violet
“Terserah apa maumu!” Violet mulai kesal
“Jangan pedulikan dia...” Kinemon mencoba
menenangkan Violet
“Itu...” Ada satu seorang penjaga yang masih
dalam keadaan sadar dan melihat saat Luffy,
Zoro, dan Kinemon melepas kostum mereka.
“Laporan dari pintu masuk depan menara
benteng, ada Penyusup! Itu adalah Mugiwara
no Luffy” Penjaga yang tadi langsung
melaporkan situasi tersebut kepada Dofla
melalui Denden Mushi
• Dofla yang sedang asyik-asyiknya nonton
Pertandingan Final Colosseum sontak
terheran sekaligus terkejut
“Apa?” Heran Dofla
“Ikan petarung mulai melompat dan Lucy
menghindarinya dengan mudah! Gerakan
yang bagus” Suara dari siaran pertandingan
final yang dilihat Dofla melalui layar Denden
Mushi
“Ada... Yang aneh kurasa disini” Dofla berfikir
“Apa itu benar dia?” Ucap yang juga berada
disana bersama Dofla
“Kau pasti salah” Baby 5 pun juga berada
disana
“Mugiwara sekarang sedang bertarung di
Colosseum sebagai Lucy” Lanjutnya sambil
memegang Denden Mushi
• Luffy dan Zoro membantai para penjaga
satu persatu dan terus melaju
“Disini B-2! Di depan Kantin besar menara
Benteng! Benar sekali penyusup itu adalah
Mugiwara no Luffy , Kaizoku Gari no Zoro dan
Violet-sama” Ucap penjaga lainnya yang
mengabarkan situasi saat ini
• Dofla kembali melihat layar dan
memperhatikan wajah Lucy yang ada di
Arena Corida Colosseum
“Lalu siapa bocah sialan yang sedang
berlarian di Colosseum itu? Apa yang
sebenarnya terjadi ?” Teriak amarah Dofla
• Scene dialihkan ke tempat diantara pabrik
dan istana kerajaan, dimana Tuan prajurit
dan pasukannya berada. Dan 'BLAM!' tuan
Prajurit terlihat mendapat pukulan dari
seseorang yang tak lain adalah Lao. G dengan
memakai seragam layaknya pahlawan {Mirip
Mermaid-man di kartun Spongebob}
“Kapten! Sialan kau” Prajurit Tontatta
mencoba menyerang Lao. G, dan terjadi
kekocakan lagi disini, dimana Lao. G sempat-
sempatny a memakai kacamata terlebih
dahulu untuk melihat prajurit Tontatta yang
notabennya berukuran kecil “Fafafa” Tawa
Lao. G dengan gaya Hero-nya yang degan
mudahnya mengalahkan mereka satu persatu
“Tak mungkin! Seorang petugas kelas tinggi,
ada di Lift ini” Ucap Tontatta yang terkejut
akan kedatangan Lao. G
“Dasar kalian Bodoh? Fafafafa! Aku
mendapatkan perintah untuk melindungi
rumah mainan, jadi aku menunggu di pintu
masuk pabrik dibawah tanah! Dan aku naik
Lift lagi, dengan kata lain... Aku jadi bingung!
'G'” Penjelasan dari Lao. G yang diakhiri
dengan joke “Tidak akan kubiarkan kalian
lewat!” Lanjut G
“Haaaah... Tidak, kau akan membiarkan kami
lewat” Ucap sang tuan Prajurit yang telah
bangkit kembali
• Scene kembali ke Luffy cs, mereka masih lari
menuju tempat dofla, namun yang misterius
disini giliran Kinemon yang menghilang entah
kemana “Kita telah sampai di menara benteng
B-1” Ucap Violet
“Sebelah mana?” Tanya Luffy
“Ke kiri” Jawab Violet
“Kosong! Kau tunggu saja Mingo” Luffy terus
berlari di depan
“Apa para penjaga tidak mengejar kita?”
Ucap Zoro
• Tiba-Tiba ada sesuatu yang mencoba keluar
dari dinding
“Ehh?” Heran Luffy
• Dan kemudian dinding tersebut berubah
menjadi sebuah Golem Raksasa yang
langsung mengejutkan Luffy cs. Monster
Golem itu tak lain adalah Pica.
“Apaaa ituuu?” Luffy terkejut
“Monster Batu?” begitu pun dengan Zoro
“Sial! Peeker!” Violet pun sama, meskipun
sudah tau tentang monster batu tersebut.
puncaknya
• Scene diawali di Arena Pertandingan Final
Colosseum Corida, kelima petarung terlihat
sudah stand by disana.
“Pertandingan Final akan segera dimulai !
mereka semua sudah berada disini, ke empat
para pemenang ditambah dengan tuan
Diamante!” Di buka degan teriakan keras
sang komentator
• Penonton pun mulai bersorak kegirangan
“Mati kau! Rebecca” Teriak para haters
Rebecca
“Diamante-sama ” Teriak histeris fans
Diamante
“Wiiihahahaha!” Burgess tertawa keras yang
menandakan sudah tak sabar untuk memulai
pertandingan
“Lawan aku, cecunguk” Sementara Barto
mengejek para penonton
“Dan hadiahnya akan diberikan untuk satu
orang yang mampu berdiri sampai akhir...
Buah setan yang bisa dibilang merupakan
tipe logia paling hebat, Mera Mera no Mi!!”
Ucap sang komentator yang langsung
menambah panas suasana
“Wihahahaha! Itu adalah milikku” Ucap
Burgess
“Bajak Laut Kurohige, Jesus Burgess” Batin
Sabo yang tampak memperhatikan Burgess
→ Wajah sabo sudah mulai diperlihatkan dari
depan, namun masih samar karna terhalang
kumis dan kacamatanya itu.
“Siapa dia sebenarnya? Dia sepertinya bukan
Lucy” Batin Rebecca yang masih bingung
degan identitas Lucy yang ini
“Hm?” Sang komentator tampak melihat
sesuatu
“Hentikan pertarungan ini! Keluarkan Rebecca
dari arena, ulangi pertandingan block D”
Teriak para orang-orang yang mencoba
masuk ke arena yang tak lain adalah para
petarung Blok D yang telah kalah sebelumnya
dan berjumlah 3 orang {petarung non
unggulan}
“Aku tak terima hasil bodoh seperti itu” Ucap
salah seorang petarung blok D
“Oh apa yg terjadi! Sepertinya kita akan
mengalami sedikit masalah” Ucap sang
komentator
“Rebecca! Sungguh tidak mungkin kami kalah
dengan gadis kecil sepertimu, kami akan
menghabisimu sekarang juga” Ucap para
petarung Blok D yang tak terima degan
kemenangan Rebecca
“........” Rebecca hanya terdiam sambil sedikit
terkejut
“Yeah ! Aku sangat menyukainya, Habisi dia”
Ucap heboh para haters Rebecca
“Hei, kau! Menyingkir” Ucap para petarung
blok D kepada Diamante
“.....” Diamante hanya terdiam dan tampak
mulai marah
“Kalian tidak tau kapan harus menyerah, ya?
Keputusan ya Keputusan, Dasar Bodoh” Ucap
Diamante
“Jangan menceramahi tindakan kami” Ucap
balik mereka
“Apa yg mau kau coba lakukan?” Lanjutnya
lagi
“Ya seperti itu... Kemarilah!” Ucap Diamante
yang sudah siap untuk menghadang mereka
“Jangan perlakukan kami seperti sapi yang
pengecut atau semacamnya” Mereka pun
tampak kesal karna ulah Diamante
• Ketiga orang itu kemudian menyerang
Diamante secara bersamaan dengan
menggunakan senjatanya masing-masing,
namun Diamante mampu menahan serangan
mereka semua hanya degan menggunakan
Jubahnya, dan apa yang terjadi? Senjata
(pedang) yang mengenai Jubah Diamante ini
tiba-tiba saja patah dan kemudian bagian
yang patah tersebut terbang perlahan-lahan
ke atas.
“Hmm?” Barto terlihat heran
“. . . . . ?!” Apalagi orang yang menyerang
Diamante yang langsung terlihat ketakutan
“Ia lebih dulu terkibar karna terkena angin
saat ini... Jubah ini adalah Baja” Ucap
Diamante
“Aku pemakan Hira Hira no Mi, aku Manusia
Bendera! Apapun yg kusentuh aku bisa rubah
menjadi hal yang berkibar” Jelas Diamante
• Potongan pedang yang terbang tadi, itu
akibat kemampuan Diamante ini, sebenarnya
bukan terbang tetapi berkibar layaknya
bendera. Kemudian Diamante
memperlihatkan kembali kemampuannya itu
dan dia gunakan untuk menyerang mereka
bertiga “Corrida Glaive!” Sebuah jurus dari
Diamante dimana dia membuat semacam
banteng yang dibuat dari kemampuannya
merubah sesuatu menjadi bendera yang
kemudian dilipatkan ke tangannya, degan
hanya satu kali pukulan mereka bertiga pun
langsung tumbang seketika layaknya terkena
serudukan banteng
• Mereka bertiga jatuh di tempat yang dekat
dengan air penuh ikan iblis
“Mungkin sebaiknya kalian mundur beberapa
langkah! Mereka (Ikan) cukup sensitif dalam
mencium bau darah” Ucap Diamante sambil
tersenyum
• Sebuah ikan besar mulai terlihat
menghampiri mereka bertiga dan Langsung
melompat ke arena
“Terbang” Ucap salah satu dari mereka
bertiga
• DUARR! Ikan iblis Itu menyeruduk mereka
bertiga dengan tanduknya yang sontak
membuat arena juga ikut hancur sedikit dan
langsung membuat mereka bertiga tercebur
ke dalam air “Melawan ikan yg berbeda kelas
dari yg sebelumnya! Apa kau lihat itu!
Serangan itu bahkan mengenai kontestan
dalam arena” Ucap Diamante kepada para
penonton dengan menggunakan pengeras
suara
“Durhaka, jahat! Mereka benar-benar
sekumpulan iblis, Kita telah mengambil ikan
petarung kelas Boss dari setiap sekolah dan
dibalik salah satu ikan ini, hadiah turnamen
Mera Mera no Mi sudah ditaruh disana.
Peraturannya sangat mudah! Curi itu! Orang
terakhir yang berdiri di arena adalah
pemenangnya” Penjelasan yang lumayan
mengejutkan dari Diamante
→ Intinya gini, selain bertarung melawan
petarung yang di arena mereka juga harus
melawan Para Ikan petarung yang ukurannya
jauh lebih besar dari pada ikan petarung yg
dulu {dan ane menyebutnya ikan Iblis} untuk
mendapatkan buah Mera Mera, jadi ini
bukanlah pertarungan duel semata,
melainkan mereka juga harus bersaing untuk
menjadi siapa yang paling cepat yang mampu
mendapatkan buah Mera Mera, dan setelah
mendapatkan buah itu pun mereka masih
harus mampu mempertahankann ya sampai
yang lainnya kalah.
“Akhirnya... Ini dia!! Pertarungan Final!
Termasuk pahlawan Kita tuan Diamante. Ini
dia pertarungan Kerajaan antara 5 orang
yang bertarung demi buah setan!
Pertarungan Sengit sampai mati” Kata-kata
penutupan dari sang komentator sekaligus
menjadi awal bagi pertarungan final ini
“Kepada siapakah buah Mera Mera ini akan
diserahkan? Sekarang! Bunyikan Gongnya!”
Dan Gong pun dibunyikan yang menandakan
pertarungan final sudah dimulai dan
penonton pun mulai bersorak namun sayang
scene-nya berhenti sampai disitu
• Scene pun beralih ke Istana Kerajaan,
bagian bawah pintu menara benteng tempat
Luffy cs berada, dan sepertinya rencana Zoro
kemarin berhasil sekarang Luffy cs masih
mencari jalan untuk sampai ke tempat Dofla.
“Baiklah kita sudah sampai” Ucap Violet
“Apakah itu pintu masuk ke istana” Tanya
Zoro
“Masih belum, ini adalah pintu masuk ke
bagian bawah menara benteng kerajaan”
Jawab Violet
“Kita tidak boleh terlihat oleh penjaga
gerbang” Peringatan dari Violet kepada Luffy,
Zoro, dan Kinemon yang tengah mengintip
keadaan disana.
“Ada pintu untuk masuk kedalam benteng!
Ayo kita kesana!” Lanjut Violet
• Zoro dan Kinemon langsung mengikuti
Violet, namun tidak dengan Luffy, dia malah
pergi menuju pintu yang banyak penjaganya
tadi.
“Jika kita terlalu berisik dan membuat para
petinggi mengetahui keberadaan kita maka
kita tidak akan bisa melakukan apa-apa.
Terutama para pengawas, jika kita ketahuan
olehnya, kita tidak akan bisa menjatuhkan
Doflamingo” Ucap Violet untuk mempertegas
situasi
“Hm? Dimana Luffy-Dono” Ucap kinemon
yang baru sadar ternyata Luffy telah
menghilang
“Er... Eh” Wika juga terkejut
“?” Zoro seperti biasa tanpa kata-kata
• Tiba-tiba terdengar suara “GOMU GOMU
NOOO” Oleh Zoro, Kinemon, Violet dan Wika.
“Suara ini?” Zoro mulai cemas
“GIGANT!”
“Apa-apaan ikan ini? Ikan Kembung?” Heran
para penjaga yg melihat Luffy dalam kostum
ikannya
“PISTOL !!!” Dan 'Duar' Luffy menghancurkan
pintu gerbang itu dengan satu kali pukul
yang sekaligus membuat para penjaga
terhempas
“Apa yang dia lakukan!” Zoro cs pun terkejut
“Yosh ! Sudah terbuka” Ucap Luffy dengan
santainya
“Bukan itu masalahnya” Bentak Zoro
“Ya ampun, apa yang telah terjadi biarlah
terjadi ! Ayo disaat seperti ini akan lebih cepat
jika kita masuk lewat depan” Ucap panik
Violet
“Tidak apa-apa kan kalau aku melepas ini
{Kostum ikan} sekarang?” Tanya Luffy pada
violet
“Terserah apa maumu!” Violet mulai kesal
“Jangan pedulikan dia...” Kinemon mencoba
menenangkan Violet
“Itu...” Ada satu seorang penjaga yang masih
dalam keadaan sadar dan melihat saat Luffy,
Zoro, dan Kinemon melepas kostum mereka.
“Laporan dari pintu masuk depan menara
benteng, ada Penyusup! Itu adalah Mugiwara
no Luffy” Penjaga yang tadi langsung
melaporkan situasi tersebut kepada Dofla
melalui Denden Mushi
• Dofla yang sedang asyik-asyiknya nonton
Pertandingan Final Colosseum sontak
terheran sekaligus terkejut
“Apa?” Heran Dofla
“Ikan petarung mulai melompat dan Lucy
menghindarinya dengan mudah! Gerakan
yang bagus” Suara dari siaran pertandingan
final yang dilihat Dofla melalui layar Denden
Mushi
“Ada... Yang aneh kurasa disini” Dofla berfikir
“Apa itu benar dia?” Ucap yang juga berada
disana bersama Dofla
“Kau pasti salah” Baby 5 pun juga berada
disana
“Mugiwara sekarang sedang bertarung di
Colosseum sebagai Lucy” Lanjutnya sambil
memegang Denden Mushi
• Luffy dan Zoro membantai para penjaga
satu persatu dan terus melaju
“Disini B-2! Di depan Kantin besar menara
Benteng! Benar sekali penyusup itu adalah
Mugiwara no Luffy , Kaizoku Gari no Zoro dan
Violet-sama” Ucap penjaga lainnya yang
mengabarkan situasi saat ini
• Dofla kembali melihat layar dan
memperhatikan wajah Lucy yang ada di
Arena Corida Colosseum
“Lalu siapa bocah sialan yang sedang
berlarian di Colosseum itu? Apa yang
sebenarnya terjadi ?” Teriak amarah Dofla
• Scene dialihkan ke tempat diantara pabrik
dan istana kerajaan, dimana Tuan prajurit
dan pasukannya berada. Dan 'BLAM!' tuan
Prajurit terlihat mendapat pukulan dari
seseorang yang tak lain adalah Lao. G dengan
memakai seragam layaknya pahlawan {Mirip
Mermaid-man di kartun Spongebob}
“Kapten! Sialan kau” Prajurit Tontatta
mencoba menyerang Lao. G, dan terjadi
kekocakan lagi disini, dimana Lao. G sempat-
sempatny a memakai kacamata terlebih
dahulu untuk melihat prajurit Tontatta yang
notabennya berukuran kecil “Fafafa” Tawa
Lao. G dengan gaya Hero-nya yang degan
mudahnya mengalahkan mereka satu persatu
“Tak mungkin! Seorang petugas kelas tinggi,
ada di Lift ini” Ucap Tontatta yang terkejut
akan kedatangan Lao. G
“Dasar kalian Bodoh? Fafafafa! Aku
mendapatkan perintah untuk melindungi
rumah mainan, jadi aku menunggu di pintu
masuk pabrik dibawah tanah! Dan aku naik
Lift lagi, dengan kata lain... Aku jadi bingung!
'G'” Penjelasan dari Lao. G yang diakhiri
dengan joke “Tidak akan kubiarkan kalian
lewat!” Lanjut G
“Haaaah... Tidak, kau akan membiarkan kami
lewat” Ucap sang tuan Prajurit yang telah
bangkit kembali
• Scene kembali ke Luffy cs, mereka masih lari
menuju tempat dofla, namun yang misterius
disini giliran Kinemon yang menghilang entah
kemana “Kita telah sampai di menara benteng
B-1” Ucap Violet
“Sebelah mana?” Tanya Luffy
“Ke kiri” Jawab Violet
“Kosong! Kau tunggu saja Mingo” Luffy terus
berlari di depan
“Apa para penjaga tidak mengejar kita?”
Ucap Zoro
• Tiba-Tiba ada sesuatu yang mencoba keluar
dari dinding
“Ehh?” Heran Luffy
• Dan kemudian dinding tersebut berubah
menjadi sebuah Golem Raksasa yang
langsung mengejutkan Luffy cs. Monster
Golem itu tak lain adalah Pica.
“Apaaa ituuu?” Luffy terkejut
“Monster Batu?” begitu pun dengan Zoro
“Sial! Peeker!” Violet pun sama, meskipun
sudah tau tentang monster batu tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar