Delinger berusaha untuk membunuh Bellamy,
namun tiba-tiba saja Bartolomeo muncul dan
menghalanginya dengan kemampuan barrier
miliknya. "Menyingkir kau, aku harus
menghabisi Bellamy.. Jangan
menghalangiku!! " Delinger terus berusaha
untuk menendang-nenda ng kubah
pelindung ciptaan Bartolomeo namun tetap
saja ia tak mampu menghancurnya.
"Aku tak akan membiarkanmu.." ucap
Bartolomeo.
"Ini adalah urusan keluarga kami!!" bentak
Delinger.
"Kau ini, berisik sekali.." ucap Bartolomeo.
"Bukankah baru saja kau mendapat misi baru
dari denden mushi itu? Aku tak akan
melepaskan pelindung ini.." lanjutnya.
"Sialan kau, laki-laki pelindung.."
One Piece Chapter 731 - Operasi SOP Dressrosa
Teks Version by Beelzeta
Tak lama sebelumnya, Delinger memang
sempat mendapat panggilan dari Diamante.
"Kau masih belum membunuh Bellamy?
Lupakan saja, untuk saat ini biarkan saja dia
dulu, yang akan kuberitahu ini juga
merupakan perintah dari Doflamingo. Kau,
pergilah bersama Lao-G dan yang lainnya
untuk melindungi Rumah Mainan."
"Haaahh!!" Dengan sangat terpaksa dan
masih kesal, Delinger pun pergi. "Kalian
berdua, ingat ini baik-baik! Jangan pernah
berharap kalian bisa keluar dari Dressrosa
hidup-hidup!!"
"Hahaha!! Cepatlah pergi dari sini.." ucap
Bartolomeo.
Di belakang Bartolomeo, Bellamy yang penuh
dengan luka masih terbaring tidak percaya.
"Diamante.. itu perintah sungguhan?
Doflamingo memberi perintah secara
langsung... untuk membunuhku?"
Bellamy masih belum lupa dengan
percakapannya sebelumnya dengan
Doflamingo. Saat itu, Doflamingo dengan
ramahnya menjajikan kalau Bellamy akan ia
jadikan sebagai bagian dari keluarganya
apadabila dia bisa memenangkan turnamen.
Bellamy tak pernah menyangka jika ia kalah,
maka ganjarannya akan jadi seberat ini.
"Aku akan membawamu ke ruang medis.."
Bartolomeo menghampiri Bellamy.
"Urus saja urusanmu sendiri!!" bentak
Bellamy. "Aku sudah tak punya apa-apa lagi
untuk terus hidup.." Bellamy menangis. "Dan
lagi.. apa alasanmu menyelamatkanku !? Yang
kita lakukan sebelumnya hanyalah
bertarung.."
"Lalu kenapa? Lelaki yang pernah bertarung
bersama adalah teman!!" ucap Bartolomeo.
"Meskipun aku sampah, aku tak akan
membiarkan temanku mati tanpa ada yang
membantu!!"
----- One Piece Chapter 731 -----
Di Flower Hill, lebih tepatnya di bawah tanah
tempat Usopp dan yang lainnya beserta
pasukan Riku berada.. "Jadi, begitulah situasi
di negeri ini.." jelas boneka tentara. "Operasi
inilah yang akan benar-benar membalikan
kegelapan dari tragedi ini, dan operasi itu aku
namai... Operasi SOP Dressrosa!"
"Operasi SOP Dressrosa!?"
"Whoaa!!!"
"SOP!? Pasti ada makna besar yang
tersembunyi di balik kode nama ini!!" ucap
Franky dengan penuh antusias.
"Di negeri ini, terdapat dunia bawah tanah
raksasa yang hanya diketahui oleh orang-
orang tertentu saja. Di sana, terdapat
pelabuhan perdagangan tempat bisnis illegal
dilakukan, dan tempat pabrik misterius itu
disembunyikan.. "
"Arti dari SOP-nya!?"
"Para Tontatta yang tertangkap dan mereka
yang diubah menjadi boneka dipaksa untuk
bekerja tanpa mengenal lelah. Kita akan
menyusup ke sana melalui terowongan
bawah tanah yang butuh setahun bagi kami
untuk menggalinya, untuk menyelamatkan
mereka semua."
"Selanjutnya, kita akan menghancurkan
pabrik dan pelabuhannya, bersamaan dengan
semua fasilitasnya, dan kemudian
mengalahkan keluarga Doflamingo. Terakhir,
kekuasaan Dressrosa akan kembali ke tangan
raja Riku!! Inilah tujuan dari operasi ini!!"
"Mudah untuk mengatakannya, tapi.. tidakkah
kalian merasa kalau rencana ini terlalu
optimistik??" ucap Usopp.
"Tak ada yang bisa memprediksi apa yang
akan terjadi dengan seisi Dressrosa setelah
ini.." ucap si boneka tentara. "Tapi apapun
yang terjadi, yang pasti ada satu hal yang
harus pertama-tama kita lakukan!! Orang
yang telah mengubah orang-orang menjadi
boneka adalah salah satu anak buah
Doflamingo, pemilik kekuatan buah Hobi Hobi,
kita harus membuatnya tak sadarkan diri!!
Menurut kalian apa yang akan terjadi kalau
kita berhasil melakukannya??"
"Eh.. mungkinkah.. pengaruh sihirnya akan
hilang?" ucap Robin.
"Benar, semua boneka di Dressrosa akan
kembali ke tubuh asli mereka!" jelas si boneka
tentara. "Dan di saat yang sama, semua orang
di negeri ini akan mendapatkan ingatan
mereka yang telah hilang kembali!!"
"Meski kita tak tahu pasti akan jadi seperti
apa reaksi mereka nanti, berapa banyak
kalian pikir yang akan bergabung dengan
kita? Apa yang akan orang-orang pikirkan
dan apa yang akan mereka lakukan!? Hal apa
yang akan Doflamingo lakukan!? Bagaimana
dengan Angkatan Laut!? Saat ini, yang bisa
dipastikan hanyalah akan terjadi ketakutan
dan kepanikan di negeri ini!!!"
"Lalu, dimana pengguna buah Hobi Hobi itu
sekarang berada? Apa dia kuat??" tanya
Usopp.
"Berdasarkan informasi dari pasukan intel
Tontatta, dia berada di pelabuhan di bawah
tanah. Squad Keluarga Donquixote, Trebol,
agen khusus, Sugar.. dia bisa mengubah
siapapun yang disentuhnya menjadi boneka.."
"Penampilannya seperti anak-anak, namun..
dikatakan kalau tubuh pengguna buah itu
memang akan berhenti tumbuh setelah
memakannya. Dia adalah anak buah
Doflamingo yang sangat penting, karenanya
dia dijaga secara langsung oleh salah satu
petinggi, Trebol.."
"Jadi selama kita bisa membuat anak itu
kehilangan kesadaran.."
"Kalau kita berhasil menakut-nakutin ya
sampai pingsan, maka rencana SOP akan
sukses!!" ucap boneka tentara.
"Karena musuhnya hanya gadis kecil,
semuanya, ikuti aku!!" semangat Usopp
membara.
"Bagus, darahku sudah mendidih, mode
rambut kombat Franky!!" Franky mengubah
gaya rambutnya dan kemudian berpose.
"Yah! Selama ada kami di sini, tak ada
pertarungan yang tak akan bisa kita
menangkan!!" teriak Usopp. "Kalau begitu
bawa kami menuju terowongan bawah tanah
itu, pasukan kecil!!" teriak Usopp.
"Yeahhh!! Ini dia pasukan Ussoland!!!" teriak
para pasukan Tontatta.
----- One Piece Chapter 731 -----
Di dalam kolesium, Luffy masih berlari,
berusaha untuk mencari jalan keluar. "Aneh,
tak ada jalan keluar sama sekali!!" ucap Luffy.
"Aku bahkan tak tahu aku ada di mana.."
Luffy membuka semua pintu yang dilihatnya,
"Ah, ternyata cuma toilet.."
"Hei, jangan membuka pintu toilet seenaknya
begitu!!" bentak orang yang ada di dalam.
Tak jauh dari Luffy, tampak Bartolomeo yang
memapah tubuh Bellamy. "Aku harus menjadi
pengikut Luffy senpai!! Itulah mimpiku.."
ucapnya. "Hmm??" mereka kemudian
berpapasan.
"Hei!! Kita bertemu lagi, ini bagus!!!" teriak
Luffy.
"Uwaaahhh!!! L-Luffy-senpai! !!!" Bartolomeo
kaget.
"Sial!!" mulut Bartolomeo tiba-tiba saja
berbusa. Dalam hati, "Tahan dirimu,
Bartholomeo!! Apa kau ingin kehilangan
kesempatan langka untuk bicara dengan Raja
Bajak Laut!?"
"Ah! Bellamy!!" Luffy melihat Bellamy.
"Haa.." Bartolomeo memalingkan wajahnya,
"Luffy senpai, apa kau sudah.. bertemu Zoro
senpai.."
Bartolomeo tak berani menatap langsung
mata Luffy, "Sial, aura ini.. aku bahkan tak
berani menatap matanya.." pikir Bartolomeo.
"Yah, aku sudah melihatnya, terimakasih!"
ucap Luffy.
"Dia berterimakasih padaku!!" dalam hati
Bartolomeo senang.
"Tapi saat ini, aku ada urusan yang sangat
mendesak, dan aku tak bisa menemukan
pintu keluarnya ada di mana.." ucap Luffy.
"Tak ada jalan keluar di kolesium ini.." ucap
Bellamy. "Eh?? Kelihatannya lukamu lebih
parah dari yang sebelumnya??"
"Sekali kau masuk ke kolesium ini, jangan
berpikir untuk bisa keluar!! Percuma saja
kalau kau mencari pintu keluar.." jelas Bellamy.
"Apa!? Tak ada jalan keluar!??" Luffy kaget.
"Bellamy, kau adalah anak buah Doflamingo,
kan!? Harusnya kau tahu bagaimana cara
untuk keluar dari sini, kumohon beritahu aku,
teman-temanku dalam bahaya!!"
Dalam hati, Doflamingo, "Anak buahnya? Aku
bahkan belum menjadi anak buahnya.."
"Aku akan keluar.." ucap Bellamy. "Kalau kau
mengikutiku, mungkin kau akan bisa keluar.."
jelasnya, masih dalam kondisi penuh luka.
"Begitukah, terimakasih banyak!!" ucap Luffy.
"Seperti yang kukatakan, kau hanya perlu
mengikutiku, kalau kau bisa keluar, berarti
kau beruntung!! Apa kau ingin aku
mengkhianati bossku!? Aku tak akan pernah
mengkhianati Doflamingo.. di lubuk hatiku
yang paling dalam, aku masih
menghormatinya. ."
"Hei bocah, bukankah dia baru saja telah..."
"Diam!! Aku punya prinsipku sendiri!!"
Bellamy membentak Bartolomeo.
"Aku mengerti, kalau begitu aku akan
mengikutimu!!" ucap Luffy.
"Tapi Luffy senpai, buah Mera Meranya.."
"Aku tak ingin si sialan itu mendapatkan
buahnya, tapi mau bagaimana lagi, nyawa
temanku jauh lebih penting.." ucap Luffy.
"Senpai, jangan khawatir!!" teriak
Bartolomeo. "Serahkan saja buah Mera
Meranya padaku!! Aku sudah berencana
untuk memberi harta Ace secara langsung
padamu saat kau menginginkannya !!"
"Eh!? Benarkah!?? Memberikannya padaku!??"
"Tentu saja, harusnya itu memang ada di
tanganmu!!!"
"Aksenmu jadi semakin kental.." ucap Luffy.
"Apa tak apa terus membalikan badan
begitu?" ucap Bellamy.
"Aku pasti akan mendapatkan buah itu!!"
ucap Bellamy lagi. "Jangan menhgkhawatirka
nnya, pergi saja!!" lanjutnya. "Sungguh, kau
benar-benar membantu!!" ucap Luffy.
Tap.. seseorang tiba-tiba saja melangkah
mendekat. "Buah Mera Mera itu tak boleh
diberikan kepadamu, Topi Jerami Luffy.."
ucapnya.
"Eeh!??? Kau pikir kau siapa, hah!??"
Bartolomeo kesal dan menghampirinya.
"Berbicara dengan Luffy senpai seperti itu, dia
adalah adik dari bajak laut legendaris, Ace si
tinju api, kau tahu!! Dan dialah yang akan
menjadi Raja Bajak Laut, bodoh!!"
Lelaki misterius tadi mendorong tubuh
Bartolomeo dan terus berjalan, "Aku sudah
tahu itu.." ucapnya. "Hei.." Bartolomeo
terdorong.
Di arena, tampak Rebecca masih terus
bertarung. Dan kali ini, ia tak bertarung
sendirian, ia dibantu oleh peserta lain,
perempuan bertubuh besar bernama Acilia.
"Acilia bekerja sama dengan Rebecca, dan
mereka tak bisa dihentikan!!" teriak
pembawa acara.
"Terus maju, Rebecca!!!"
"Acilia!!"
"Kau harus bisa sampai ke final!!!" ucap Acilia.
"Yeah!!!" Rebecca terus berjuang.
Kembali ke sisi Luffy, ia bercakap-cakap
dengan lelaki misterius yang muncul itu.
Sementara Bartolomeo, ia hanya bisa melihat
dari kejauhan. "Bikin kesal saja, siapa dia sok
kenal baik dengan Luffy senpai.." gerutu
Bartolomeo. "Lihat kan, Luffy senpai jadi
gelisah.."
Semakin lama Luffy berbicara dengan orang
itu, memang tampak Luffy semakin tak kuasa
menahan air matanya.
Akhirnya Luffy berhasil keluar. Di luar, tampak
Zoro dan Kinemon sudah menunggu.
"Akhirnya kau keluar juga, tapi kenapa kau
tak berhenti-berhen ti menangis, hah!!???"
bentak Zoro. "Uwaaaaaahhh!!! !" Luffy terus
menangis.
Luffy, Zoro, dan Kinemon berlari dengan
memakai kostum mirip binatang, sehingga
orang-orang termasuk Angkatan Laut
menyangka mereka adalah maninan.
"Angkatan Laut pasti mengira kita adalah
mainan!!" ucap Kinemon.
"Kita hampir saja ketahuan!!" ucap Zoro, "Ini
semua gara-gara selera kostum binatangmu
yang benar-benar payah!!" bentaknya. "Eh?
Bukannya ini binatang yang wajar ya?
Terutama kostum Luffy.."
"Uwaaaahhh!!" Luffy masih terus menangis.
Di balik kostum berbentuk ikannya, Luffy
terus meneteskan air mata. "Apa kau belum
cukup menangisnya, Luffy!? Kau ingin pergi
menyelamatkan Law, kan!?" bentak Zoro.
"Harus menyelamatkan Law!! Dan
mengalahkan Doflamingo!! Tak perlu
mengkhawatirkan buah Mera Meranya lagi!!"
ucap Luffy dengan wajah yang masih penuh
air mata.
"Hei, sebenarnya ada apa denganmu, hah?"
Di sisi lain kota, tampak seorang perempuan
sedang duduk di atas tumpukan orang-orang
besar yang sudah tak berdaya. Dia sedang
berkomunikasi dengan seseorang, lelaki
misterius yang Luffy temui di kolesium lewat
denden mushi, "Kelihatannya Robin juga ada
di negeri ini.. sudah lama ya, aku benar-benar
ingin melihatnya.. Eh? Kau sudah bertemu
dengan laki-laki itu? Baguslah.."
"Yah, kupikir dia akan langsung memukulku
saat melihatku..." ucap lelaki itu.
"Hmm?? Kau menangis, ya??" tanya
perempuan itu. Dia tak lain adalah Koala,
anggota pasukan Revolusioner, guru
pengganti Fishman Karate.
"Mana mungkin aku menangis!!" bentak lelaki
misterius lewat denden mushi.
"Walaupun kau ada 'di sana', memangnya apa
yang bisa kau ubah? Tak ada jawaban untuk
pertanyaan seperti itu.." ucap Koala.
"Beritahu aku kalau kau mendapat informasi
terbaru mengenai situasi di bawah tanah..
Aku harus pergi mengambil buah Mera Mera
milik ACe.."
"Aku mengerti.." ucap Koala. Sementara Luffy
pergi meninggalkan kolesium, lelaki misterius
itu menggantikan posisinya sebagai Lucy.
"Tekad orang itu.. kita harus terus
melanjutkannya. ."
Kembali ke sisi Luffy, "Aku tak pernah
menyangka kalau dia masih hidup..." ucapnya.
"Apa yang kau bicarakan, hah??" Zoro masih
tak mengerti. "Aku... aku selalu berpikir... kalau
dia sudah mati!!!"
namun tiba-tiba saja Bartolomeo muncul dan
menghalanginya dengan kemampuan barrier
miliknya. "Menyingkir kau, aku harus
menghabisi Bellamy.. Jangan
menghalangiku!! " Delinger terus berusaha
untuk menendang-nenda ng kubah
pelindung ciptaan Bartolomeo namun tetap
saja ia tak mampu menghancurnya.
"Aku tak akan membiarkanmu.." ucap
Bartolomeo.
"Ini adalah urusan keluarga kami!!" bentak
Delinger.
"Kau ini, berisik sekali.." ucap Bartolomeo.
"Bukankah baru saja kau mendapat misi baru
dari denden mushi itu? Aku tak akan
melepaskan pelindung ini.." lanjutnya.
"Sialan kau, laki-laki pelindung.."
One Piece Chapter 731 - Operasi SOP Dressrosa
Teks Version by Beelzeta
Tak lama sebelumnya, Delinger memang
sempat mendapat panggilan dari Diamante.
"Kau masih belum membunuh Bellamy?
Lupakan saja, untuk saat ini biarkan saja dia
dulu, yang akan kuberitahu ini juga
merupakan perintah dari Doflamingo. Kau,
pergilah bersama Lao-G dan yang lainnya
untuk melindungi Rumah Mainan."
"Haaahh!!" Dengan sangat terpaksa dan
masih kesal, Delinger pun pergi. "Kalian
berdua, ingat ini baik-baik! Jangan pernah
berharap kalian bisa keluar dari Dressrosa
hidup-hidup!!"
"Hahaha!! Cepatlah pergi dari sini.." ucap
Bartolomeo.
Di belakang Bartolomeo, Bellamy yang penuh
dengan luka masih terbaring tidak percaya.
"Diamante.. itu perintah sungguhan?
Doflamingo memberi perintah secara
langsung... untuk membunuhku?"
Bellamy masih belum lupa dengan
percakapannya sebelumnya dengan
Doflamingo. Saat itu, Doflamingo dengan
ramahnya menjajikan kalau Bellamy akan ia
jadikan sebagai bagian dari keluarganya
apadabila dia bisa memenangkan turnamen.
Bellamy tak pernah menyangka jika ia kalah,
maka ganjarannya akan jadi seberat ini.
"Aku akan membawamu ke ruang medis.."
Bartolomeo menghampiri Bellamy.
"Urus saja urusanmu sendiri!!" bentak
Bellamy. "Aku sudah tak punya apa-apa lagi
untuk terus hidup.." Bellamy menangis. "Dan
lagi.. apa alasanmu menyelamatkanku !? Yang
kita lakukan sebelumnya hanyalah
bertarung.."
"Lalu kenapa? Lelaki yang pernah bertarung
bersama adalah teman!!" ucap Bartolomeo.
"Meskipun aku sampah, aku tak akan
membiarkan temanku mati tanpa ada yang
membantu!!"
----- One Piece Chapter 731 -----
Di Flower Hill, lebih tepatnya di bawah tanah
tempat Usopp dan yang lainnya beserta
pasukan Riku berada.. "Jadi, begitulah situasi
di negeri ini.." jelas boneka tentara. "Operasi
inilah yang akan benar-benar membalikan
kegelapan dari tragedi ini, dan operasi itu aku
namai... Operasi SOP Dressrosa!"
"Operasi SOP Dressrosa!?"
"Whoaa!!!"
"SOP!? Pasti ada makna besar yang
tersembunyi di balik kode nama ini!!" ucap
Franky dengan penuh antusias.
"Di negeri ini, terdapat dunia bawah tanah
raksasa yang hanya diketahui oleh orang-
orang tertentu saja. Di sana, terdapat
pelabuhan perdagangan tempat bisnis illegal
dilakukan, dan tempat pabrik misterius itu
disembunyikan.. "
"Arti dari SOP-nya!?"
"Para Tontatta yang tertangkap dan mereka
yang diubah menjadi boneka dipaksa untuk
bekerja tanpa mengenal lelah. Kita akan
menyusup ke sana melalui terowongan
bawah tanah yang butuh setahun bagi kami
untuk menggalinya, untuk menyelamatkan
mereka semua."
"Selanjutnya, kita akan menghancurkan
pabrik dan pelabuhannya, bersamaan dengan
semua fasilitasnya, dan kemudian
mengalahkan keluarga Doflamingo. Terakhir,
kekuasaan Dressrosa akan kembali ke tangan
raja Riku!! Inilah tujuan dari operasi ini!!"
"Mudah untuk mengatakannya, tapi.. tidakkah
kalian merasa kalau rencana ini terlalu
optimistik??" ucap Usopp.
"Tak ada yang bisa memprediksi apa yang
akan terjadi dengan seisi Dressrosa setelah
ini.." ucap si boneka tentara. "Tapi apapun
yang terjadi, yang pasti ada satu hal yang
harus pertama-tama kita lakukan!! Orang
yang telah mengubah orang-orang menjadi
boneka adalah salah satu anak buah
Doflamingo, pemilik kekuatan buah Hobi Hobi,
kita harus membuatnya tak sadarkan diri!!
Menurut kalian apa yang akan terjadi kalau
kita berhasil melakukannya??"
"Eh.. mungkinkah.. pengaruh sihirnya akan
hilang?" ucap Robin.
"Benar, semua boneka di Dressrosa akan
kembali ke tubuh asli mereka!" jelas si boneka
tentara. "Dan di saat yang sama, semua orang
di negeri ini akan mendapatkan ingatan
mereka yang telah hilang kembali!!"
"Meski kita tak tahu pasti akan jadi seperti
apa reaksi mereka nanti, berapa banyak
kalian pikir yang akan bergabung dengan
kita? Apa yang akan orang-orang pikirkan
dan apa yang akan mereka lakukan!? Hal apa
yang akan Doflamingo lakukan!? Bagaimana
dengan Angkatan Laut!? Saat ini, yang bisa
dipastikan hanyalah akan terjadi ketakutan
dan kepanikan di negeri ini!!!"
"Lalu, dimana pengguna buah Hobi Hobi itu
sekarang berada? Apa dia kuat??" tanya
Usopp.
"Berdasarkan informasi dari pasukan intel
Tontatta, dia berada di pelabuhan di bawah
tanah. Squad Keluarga Donquixote, Trebol,
agen khusus, Sugar.. dia bisa mengubah
siapapun yang disentuhnya menjadi boneka.."
"Penampilannya seperti anak-anak, namun..
dikatakan kalau tubuh pengguna buah itu
memang akan berhenti tumbuh setelah
memakannya. Dia adalah anak buah
Doflamingo yang sangat penting, karenanya
dia dijaga secara langsung oleh salah satu
petinggi, Trebol.."
"Jadi selama kita bisa membuat anak itu
kehilangan kesadaran.."
"Kalau kita berhasil menakut-nakutin ya
sampai pingsan, maka rencana SOP akan
sukses!!" ucap boneka tentara.
"Karena musuhnya hanya gadis kecil,
semuanya, ikuti aku!!" semangat Usopp
membara.
"Bagus, darahku sudah mendidih, mode
rambut kombat Franky!!" Franky mengubah
gaya rambutnya dan kemudian berpose.
"Yah! Selama ada kami di sini, tak ada
pertarungan yang tak akan bisa kita
menangkan!!" teriak Usopp. "Kalau begitu
bawa kami menuju terowongan bawah tanah
itu, pasukan kecil!!" teriak Usopp.
"Yeahhh!! Ini dia pasukan Ussoland!!!" teriak
para pasukan Tontatta.
----- One Piece Chapter 731 -----
Di dalam kolesium, Luffy masih berlari,
berusaha untuk mencari jalan keluar. "Aneh,
tak ada jalan keluar sama sekali!!" ucap Luffy.
"Aku bahkan tak tahu aku ada di mana.."
Luffy membuka semua pintu yang dilihatnya,
"Ah, ternyata cuma toilet.."
"Hei, jangan membuka pintu toilet seenaknya
begitu!!" bentak orang yang ada di dalam.
Tak jauh dari Luffy, tampak Bartolomeo yang
memapah tubuh Bellamy. "Aku harus menjadi
pengikut Luffy senpai!! Itulah mimpiku.."
ucapnya. "Hmm??" mereka kemudian
berpapasan.
"Hei!! Kita bertemu lagi, ini bagus!!!" teriak
Luffy.
"Uwaaahhh!!! L-Luffy-senpai! !!!" Bartolomeo
kaget.
"Sial!!" mulut Bartolomeo tiba-tiba saja
berbusa. Dalam hati, "Tahan dirimu,
Bartholomeo!! Apa kau ingin kehilangan
kesempatan langka untuk bicara dengan Raja
Bajak Laut!?"
"Ah! Bellamy!!" Luffy melihat Bellamy.
"Haa.." Bartolomeo memalingkan wajahnya,
"Luffy senpai, apa kau sudah.. bertemu Zoro
senpai.."
Bartolomeo tak berani menatap langsung
mata Luffy, "Sial, aura ini.. aku bahkan tak
berani menatap matanya.." pikir Bartolomeo.
"Yah, aku sudah melihatnya, terimakasih!"
ucap Luffy.
"Dia berterimakasih padaku!!" dalam hati
Bartolomeo senang.
"Tapi saat ini, aku ada urusan yang sangat
mendesak, dan aku tak bisa menemukan
pintu keluarnya ada di mana.." ucap Luffy.
"Tak ada jalan keluar di kolesium ini.." ucap
Bellamy. "Eh?? Kelihatannya lukamu lebih
parah dari yang sebelumnya??"
"Sekali kau masuk ke kolesium ini, jangan
berpikir untuk bisa keluar!! Percuma saja
kalau kau mencari pintu keluar.." jelas Bellamy.
"Apa!? Tak ada jalan keluar!??" Luffy kaget.
"Bellamy, kau adalah anak buah Doflamingo,
kan!? Harusnya kau tahu bagaimana cara
untuk keluar dari sini, kumohon beritahu aku,
teman-temanku dalam bahaya!!"
Dalam hati, Doflamingo, "Anak buahnya? Aku
bahkan belum menjadi anak buahnya.."
"Aku akan keluar.." ucap Bellamy. "Kalau kau
mengikutiku, mungkin kau akan bisa keluar.."
jelasnya, masih dalam kondisi penuh luka.
"Begitukah, terimakasih banyak!!" ucap Luffy.
"Seperti yang kukatakan, kau hanya perlu
mengikutiku, kalau kau bisa keluar, berarti
kau beruntung!! Apa kau ingin aku
mengkhianati bossku!? Aku tak akan pernah
mengkhianati Doflamingo.. di lubuk hatiku
yang paling dalam, aku masih
menghormatinya. ."
"Hei bocah, bukankah dia baru saja telah..."
"Diam!! Aku punya prinsipku sendiri!!"
Bellamy membentak Bartolomeo.
"Aku mengerti, kalau begitu aku akan
mengikutimu!!" ucap Luffy.
"Tapi Luffy senpai, buah Mera Meranya.."
"Aku tak ingin si sialan itu mendapatkan
buahnya, tapi mau bagaimana lagi, nyawa
temanku jauh lebih penting.." ucap Luffy.
"Senpai, jangan khawatir!!" teriak
Bartolomeo. "Serahkan saja buah Mera
Meranya padaku!! Aku sudah berencana
untuk memberi harta Ace secara langsung
padamu saat kau menginginkannya !!"
"Eh!? Benarkah!?? Memberikannya padaku!??"
"Tentu saja, harusnya itu memang ada di
tanganmu!!!"
"Aksenmu jadi semakin kental.." ucap Luffy.
"Apa tak apa terus membalikan badan
begitu?" ucap Bellamy.
"Aku pasti akan mendapatkan buah itu!!"
ucap Bellamy lagi. "Jangan menhgkhawatirka
nnya, pergi saja!!" lanjutnya. "Sungguh, kau
benar-benar membantu!!" ucap Luffy.
Tap.. seseorang tiba-tiba saja melangkah
mendekat. "Buah Mera Mera itu tak boleh
diberikan kepadamu, Topi Jerami Luffy.."
ucapnya.
"Eeh!??? Kau pikir kau siapa, hah!??"
Bartolomeo kesal dan menghampirinya.
"Berbicara dengan Luffy senpai seperti itu, dia
adalah adik dari bajak laut legendaris, Ace si
tinju api, kau tahu!! Dan dialah yang akan
menjadi Raja Bajak Laut, bodoh!!"
Lelaki misterius tadi mendorong tubuh
Bartolomeo dan terus berjalan, "Aku sudah
tahu itu.." ucapnya. "Hei.." Bartolomeo
terdorong.
Di arena, tampak Rebecca masih terus
bertarung. Dan kali ini, ia tak bertarung
sendirian, ia dibantu oleh peserta lain,
perempuan bertubuh besar bernama Acilia.
"Acilia bekerja sama dengan Rebecca, dan
mereka tak bisa dihentikan!!" teriak
pembawa acara.
"Terus maju, Rebecca!!!"
"Acilia!!"
"Kau harus bisa sampai ke final!!!" ucap Acilia.
"Yeah!!!" Rebecca terus berjuang.
Kembali ke sisi Luffy, ia bercakap-cakap
dengan lelaki misterius yang muncul itu.
Sementara Bartolomeo, ia hanya bisa melihat
dari kejauhan. "Bikin kesal saja, siapa dia sok
kenal baik dengan Luffy senpai.." gerutu
Bartolomeo. "Lihat kan, Luffy senpai jadi
gelisah.."
Semakin lama Luffy berbicara dengan orang
itu, memang tampak Luffy semakin tak kuasa
menahan air matanya.
Akhirnya Luffy berhasil keluar. Di luar, tampak
Zoro dan Kinemon sudah menunggu.
"Akhirnya kau keluar juga, tapi kenapa kau
tak berhenti-berhen ti menangis, hah!!???"
bentak Zoro. "Uwaaaaaahhh!!! !" Luffy terus
menangis.
Luffy, Zoro, dan Kinemon berlari dengan
memakai kostum mirip binatang, sehingga
orang-orang termasuk Angkatan Laut
menyangka mereka adalah maninan.
"Angkatan Laut pasti mengira kita adalah
mainan!!" ucap Kinemon.
"Kita hampir saja ketahuan!!" ucap Zoro, "Ini
semua gara-gara selera kostum binatangmu
yang benar-benar payah!!" bentaknya. "Eh?
Bukannya ini binatang yang wajar ya?
Terutama kostum Luffy.."
"Uwaaaahhh!!" Luffy masih terus menangis.
Di balik kostum berbentuk ikannya, Luffy
terus meneteskan air mata. "Apa kau belum
cukup menangisnya, Luffy!? Kau ingin pergi
menyelamatkan Law, kan!?" bentak Zoro.
"Harus menyelamatkan Law!! Dan
mengalahkan Doflamingo!! Tak perlu
mengkhawatirkan buah Mera Meranya lagi!!"
ucap Luffy dengan wajah yang masih penuh
air mata.
"Hei, sebenarnya ada apa denganmu, hah?"
Di sisi lain kota, tampak seorang perempuan
sedang duduk di atas tumpukan orang-orang
besar yang sudah tak berdaya. Dia sedang
berkomunikasi dengan seseorang, lelaki
misterius yang Luffy temui di kolesium lewat
denden mushi, "Kelihatannya Robin juga ada
di negeri ini.. sudah lama ya, aku benar-benar
ingin melihatnya.. Eh? Kau sudah bertemu
dengan laki-laki itu? Baguslah.."
"Yah, kupikir dia akan langsung memukulku
saat melihatku..." ucap lelaki itu.
"Hmm?? Kau menangis, ya??" tanya
perempuan itu. Dia tak lain adalah Koala,
anggota pasukan Revolusioner, guru
pengganti Fishman Karate.
"Mana mungkin aku menangis!!" bentak lelaki
misterius lewat denden mushi.
"Walaupun kau ada 'di sana', memangnya apa
yang bisa kau ubah? Tak ada jawaban untuk
pertanyaan seperti itu.." ucap Koala.
"Beritahu aku kalau kau mendapat informasi
terbaru mengenai situasi di bawah tanah..
Aku harus pergi mengambil buah Mera Mera
milik ACe.."
"Aku mengerti.." ucap Koala. Sementara Luffy
pergi meninggalkan kolesium, lelaki misterius
itu menggantikan posisinya sebagai Lucy.
"Tekad orang itu.. kita harus terus
melanjutkannya. ."
Kembali ke sisi Luffy, "Aku tak pernah
menyangka kalau dia masih hidup..." ucapnya.
"Apa yang kau bicarakan, hah??" Zoro masih
tak mengerti. "Aku... aku selalu berpikir... kalau
dia sudah mati!!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar