Versi text one piece chapter 752 Palm

Versi text one piece chapter 752 Palm


VERSI TEKS ONE PIECE CHAPTER 752 : "Palm"


• Scene masih diawali didalam
gua dimana tiba-tiba Dofla
datang menghampiri Luffy &
Law
“Lihatlah sekumpulan orang-orang lemah ini”
: Ucap Dofla
“Doflamingo”
: ucap kesal Law
“fufufu.. Sepertinya kau
kehilangan kunci untuk
membuka borgol itu, ya Law ”
: Ucap Dofla dgn senyumnya
• Luffy yg masih menggunakan Ucy sebagai tumpuan tak bisa berbuat
banyak dan hanya bisa
menyerang Dofla dengan 1 tangan
“Apa yg kau lakukan disini!”
: teriak luffy Namun dengan mudah Dofla pun dapat menangkisnya
“fufufu aku datang untuk
"menyelamatkanmu"
gampang sekali kau jatuh
dalam perangkap seperti ini
"Jalan Pintas" huh?”
: Dofla pun langsung membalasnya
dengan serangan miliknya
namun yg menjadi sasaran bukanlah Luffy tetapi Ucy
“moo?”
: gumam Ucy
• !!.."TAMAITO".. !!
: Sebuah tembakan dari benang namun efeknya lebih dahsyat
dibanding tembakan peluru
“mooo!”
: Ucy kesakitan dan
mulai kehilangan kesadaran
“Ucy!!”
: Teriak Luffy
“Abaikan banteng itu,
Mugiwara-ya”
: Teriak Law yg
menyuruh luffy untuk lebih
mengkhawatirkan kondisi mereka saat ini
• Ucy telah kehilangan
kesadaran dan terjatuh ke air
namun tidak sampai
tenggelam.
Luffy pun ikut terjatuh untungnya dia berpegangan pada Tubuh Ucy sehingga dia pun tidak
tenggelam tetapi namanya
juga seorang DFU Jika
tubuhnya terendam air maka
dia akan lemas tak berdaya.
Law sendiri entah bagaimana dia bisa bertahan di punggung
Ucy dan tdk terjatuh ke air
namun tetap saja Law yg
masih diborgol kondisinya tak
beda jauh dgn Luffy yg ada di air
“mengapa semua perasaan ini
terasa seperti kebiasaan sehari-hari,ya? . Sungguh menyedihkan, dalam kondisi seperti ini, siapapun bisa
membunuh kalian!!”
: sambung Dofla
“Be~bertahanlah .. ucy...”
: Ucap Luffy lemas
• Sementara disisi Petarung
koloseum, mereka masih terus
menghajar anak buah dofla
untuk sampai ke istana
“Kudengar diluar sana banyak
kelompok yang
mengingankan kepalaku”
: Ucap Dofla
“aku terkesan
kepadamu, dgn keadaan
dibawah tekanan seperti ini kau masih bisa mengumpulkan
aliansi bagi dirimu.
Aku benar-benar salut dgn
kemampuanmu itu semenjak
dari perang besar itu, tetapi
tak kuhabis pikir orang tersebut ternyata sungguh
idiot seperti ini.
Kenapa kau memilih orang ini, Law?
Kurasa kau itu lebih pintar dari
ini... Bahkan ketika kecil dulu,
kau itu sangatlah kejam dan licik. Namun apa yg terjadi
padamu??
Siapa orang didunia ini yang membuatmu jadi
pengecut yg penakut seperti ini”
“Tutup mulutmu! Aku tidak
tertarik untuk menjadi
sepertimu. Aku telah
diselamatkan!”
: Bantah Law
“fufu, Oleh saudaraku
"Corazon"? Hah! Jika saja kau
bukan pengecut...
Lalu mengapa kau memilih mati
menjadi seorang pengecut
seperti ini?”
: Ucap Dofla yang bersiap untuk menghabisi mereka
• Namun sebelum Dofla
menyerang, dari belakang
muncul Jet yang langsung
membelah tubuh Dofla dengan
pedangnya dan Abdullah
menusuk dada Dofla dgn Garpu nya
“Cukup sampai disitu!
Jangan sentuhkan jarimu pada
tuan Mugiwara”
: Teriak mereka
sambil menyerang Dofla
“K~kalian berdua”
: Ucap Luffy yg tak bisa berbuat apa-apa
“Apa kau baik-baik saja tuan
mugiwara?”
: Tanya mereka
dgn air mata gembira
• dan lagi, Kejadian seperti
dulu terulang kembali.
Dofla yg sudah ditebas mulutnya
masih tersenyum
“fufufu”dan
yah ternyata itu hanyalah
Tiruan Dofla dari benang.
Hal ini lantas mengejutkan Abdullah
& Jet yg memang baru tau
“apaaaa?”
“Jadi itu juga merupakan
bunshin, ya sebuah "Boneka
Benang"”
: Ucap Law yg
sebelumnya juga melihat
Bunshin dofla saat di Istana
• Bunshin dofla sudah tak
berdaya hanya menyisakan
bagian bawahnya saja dan Jet
Abdullah pun langsung
menolong Luffy, Law, dan Ucy
“Aku tak tau apa yg sedang terjadi, tapi untuk sekarang
ayo kita tarik mereka keluar”
: Ucap Jet
“Phew... Aku Tertolong..
Arigatou na”
: Ucap Luffy yg masih lemas
“Tidak tidak, tidak usah, tidak
perlu berterima kasih”
: Ucap malu Jet
“tapi lihatlah bagian bawah
tubuhnya yg mengerikan itu”
: Ucap Abdullah sambil menengok kearah Bunshin Dofla
“apa yang terjadi, apa
mungkin kita berhasil
membunuh si penjahat besar
itu”
“Bodoh... Itu hanyalah tiruan”
: Selang Law
“kemungkinan dia
mengirimnya kesini hanya
untuk mengejek kita?”
: ucap Law
“Ah, itu mengingatkanku.
Si brengsek Kelly funk itu, dia
telah menipu kita”
: Ucap Jet

• flashback saat Abdullah dan
Jet kejedot tembok xD
“Dasar bodoh, mereka jatuh begitu
saja!”
: Ucap Kelly
“setelah kami menyadarinya,
kami mencoba menghentikannya tapi tiba-tiba..
Doflamingo datang! Si
Assasin kelly langsung
ambruk dgn cepatnnya.
Jika Kita tak berhati-hati.
mungkin kitalah yg akan terkena
serangan musuh”
: Jelas jet & Abdullah
“Jadi! Pada dasarnya dia
memang menyelamatkan kita!”
: Sela Luffy
“apa yg terjadi diluar sana? Bagaimana dgn si Cabbage dan yg
lainnya?”
“mereka telah menyusul. Dan
saat ini mereka telah sampai di
Lantai 2”
: jawab Abdullah
“eh, dan aku malah terjebak
disini”
: Ucap Luffy
• Sementara itu, Kyros telah
tiba dilantai 1
“huh~huh~ Ini...”
: Kyros melihat para keroco yg sudah
tergeletak dibasmi oleh
pasukan koloseum namun
tiba-tiba kyros mendengar
teriakan seseorang dari jauh
“huh?”
: gumamnya
“Gomu gomu no....”

• Sementara di lantai 2,
Pasukan koloseum terus
membasmi para keroco tanpa
ampun, dan para opsir
doflamingo hanya
menyaksikannya dari lantai 4
“astaga! Di lantai 1 ini masih
belum ada yg gugur”
: Ucap Dellinger
“sepertinya rekan rekan kita
memang bukan lawan mereka~~ in!!”
: Ucap Machvice
“Mugiwara juga belum tiba”
: Ucap Baby 5
“kita akan mengalahkan
mereka satu persatu”
: Ucap Lao G, sementara Gladius tak
berkata apa apa
• Setelah sebelumnya
terdengar suara Gomu Gomu
no... Sekarang suaranya
berlanjut ke lantai 2 tempat
para pasukan koloseum
• !!..."ELEPHANT GUN"...!!
: Pukulan dari mode Gear Third
Luffy datang dari bawah
tanah dan menghempaskan
para keroco yg berada disana
“Apa yang terjadi?”
: Ucap Caven yg masih gagah dgn
kudanya
“Yosh!”
: Ucap luffy dari bawah
sumur yg merupakan dalang
atas insiden ini
“Kalian, jaga ucy untukku”
: Pinta Luffy pada
Abdullah & Jet
“Woah, benar benar jadi jalan
pintas”
: kaget mereka
• Gladius terlihat
mengkomandoi para keroco
“apa itu tadi? Apa mereka
datang lagi?”
: Ucap para keroco
“sial! Kekacauan ini disebabkan
oleh orang orang tak penting
itu! Kalian! jangan sampai
kehilangan jejak musuh ”
: perintah Gladius
• memanfaatkan kekacauan
yg dibuat luffy, Chinjao pun
langsung bergerak maju
didepan
“Hyahohoho ini baru
yang namanya kekacauan”
: Ucapnya sambil terus menerobos menuju lantai selanjutnya
“Chinjao dan Gengnya
bergerak menuju lantai 3,
hentikan mereka!”
: Ucap Para Keroco Sementara itu keroco yg penasaran pergi melihat lubang yg telah dibuat Luffy
“Lubang ini..”
: ucap mereka, namun tiba"
ada sesuatu yg muncul dari
bawah sana
“apa?”
• BAAM! Luffy dgn memikul
Law, meloncat dari lantai 1 ke
lantai 2 sambil menghajar para
keroco dgn 1 pukulan
“Yeaahhhh!”
“Mingo! Kami sudah datang
brengsek!”
: Teriak Luffy
“Itu mugiwara dan Law!!”

• scene beralìh ke plato
kerajaan yg lama, Robin cs
sedang membicarkan
bagaimana caranya untuk
sampai ketempat luffy dgn
menggunakan atap seperti yg leo bilang kemarin namun tiba-tiba saja Rebecca, Robin, Barto
terkejut secara bersamaan
dengan ekspresi yg gimana
gitu xD
“Kau bercanda, kan?”
: Ucap Rebecca
“huh?”
: Gumam barto
Sementara Robin hanya
terkejut saja
“Tidak!!”
: Teriak Leo ?
Rencana Leo adalah
menggunakan Tontatta yg
bisa terbang yg diberi nama
"Maskapai Tontatta, taksi
kuning"
: untuk mengangkut
Robin cs dgn cara setiap orang diberikan beberapa Tontatta
tersebut yang sudah diikat tali
secara melingkar.
Jadi mereka cukup memegang saja tali itu,
ya layaknya memegang baling
baling lah
“mana mungkin kumbang-kumbang itu bisa terbang sambil dinaiki orang?”
: Tanya Rebecca
“Kita lari saja melewati kota”
: Usul Robin
“Ya! Ya! Kita lari saja”
: Setuju barto
“biarkan kujelaskan dulu!”
: Ucap Leo
“kami sudah mendengar itu
dari tadi, kerdil”
: bentak barto
“Ini adalah maskapai Tontatta
layanan "Lompat"! Mereka tak
bisa terbang karena manusia
itu berat!”
“Tepat sekali!!”
: Bentak Barto lagi
“Ditambah lagi kita sedang
buru-buru! Sudahlah, terbang
saja!”
: Ucap Leo yg tiba-tiba
menyuruh mereka terbang
“Kyaaa!!”
: gumam rebecca
“Tapi tadi kau bilang mereka
tak bisa terbang!”
: Bentak Barto lagi
“Leo?”
: cemas Viola
• Barto, Robin, Rebecca pun
dipaksa melompat dari
ketinggian yg sgt tinggi
“Dasar kurcaci, kalian akan
menyesalinyaaa~ ~~~~”
: teriak barto
“Itu gila”
: ucap viola yg tak
mengikuti mereka
“oi, apa kalian baik baik saja?”
: Tanya Riku
• Dan mereka benar-benar
melayang diudara, kedua
tangan mereka masing"
memegang Tontatta yg sudah
dirangkai menyerupai baling-baling itu,
meskipun begitu mereka masih agak ketakutan
“kau... Kau.. Huh?”
: gumam barto yg dari tadi paling
ketakutan xD
“woahh!”
: gumam rebecca
“mereka tak bisa terbang tapi
mereka bisa memperlambat
terjun kalian”
: Ucap leo yg
berada di pundak rebecca
“pastikan kalian bisa meluncur
melewati atap dengan baik.
Jika kalian menggunakan atap
sebagai batu loncatan dan
melompat itu bisa
membantumu melayang
diuadara”
“Woaahh!”
: mereka seakan tak
percaya jika mereka dapat
melayang diudara
“Rasanya seperti balon!
Oooohyeah”
: Barto yg tadi
ketakutan pun mulai terlihat senang
“Tapi berhati-hatilah dengan serangan yang datang dari
bawah.
Tujuan kita adalah
bukit bunga matahari yg ada
di lantai 4”
: Ucap leo
“mengerti!”
: Ucap Robin & Rebecca

• Scene beralìh ke sisi franky
yg masih bertarung dgn Senor
pink, Inhel dan tontatta
lainnya pun sudah sampai
untuk membantu franky
“fraland, kami sudah
menemukan cara untuk
membuka pabrik!!”
: teriak Inhel dari atap rumah
“kau yakin, Tontatta?”
: teriak franky pula
“Hentikan senor telebih dahulu!”
: sambung Inhel
“baiklah, serahkan saja
padaku!”
: Ucap franky yg
meskipun bicara begitu,
nyatanya dia masih saja terkena teknik german suplex pink

• Scene beralih lagi, kali ini ke
sisi Zoro yg masih bertarung
dengan Pica diatas patungnya...
"CLANG"
: 2 pedang Zoro
kembali beradu dgn pedang
super besar Pica.
Zoro tersenyum tampak menikmati
pertarungan tersebut

• Begitupun dgn pertarungan
Sabo vs Fujitora yang
menimbulkan kerusakan
disekelilingnya akibat kobaran api Sabo

• Scene kembali pada Luffy yg
telah sampai dilantai 2 dan
menyusul para petarung
koloseum
“oi, mugiwara”
: ucap Caven
“Cabbage! Berhentilah
mengganggu dan
menyingkirlah dari sana”
: ujar Luffy
“aku punya ide, dengarkan!”
: Ucap Caven

• Scene beralih lagi, kali ini ke
istana dimana Dofla asli berada
juga ada Trebol dan Diamante
disana
“ne, Doffy! Saat ini tiruanmu
ada diluar sana, kan?
Disini ada yg dia butuhkan tapi
sepertinya sekarang sudah
tidak lagi, huh?”
: ucap trebol
“kalian ingat hari pertama kita
bertemu Law?”
: tanya Dofla
“Uhahaha! Matanya terlihat
seperti orang gila”
: Ucap Diamante
“Dia sangat mirip denganku
saat masih kecil”
: Ucap Dofla sambil memegang sebuah
kunci
“Dan aku punya firasat
dia akan jadi tangan kananku
10 tahun yg lalu..
Sayang sekali aku harus menghambisinya
dengan tanganku sendiri”

• flashback masa lalu Law dan
Dofla
“Penyusup!”
: Teriak anak buah Dofla
“Jangan sentuh dia, ada
bom disekujur tubuhnya”

eh?”
“Ijinkan aku bergabung
dengan kru mu?”
: Pinta Law
“Hey, siapa yg telah
membiarkan bocah ingusan ini
masuk ke markas”
: Ucap Dofla
“Aku ingin menghancurkan
apapun yg kulihat...”
: Ucap Law
“huh?”
“Kota! Rumah! Bahkan orang-orang! Aku ingin
menghancurkan semuanya karna aku tumbuh dewasa di
"kota kosong" dan... Tak
punya alasan untuk hidup
lama”
: Jelasnya
• Apa yg sebenarnya terjadi
pada Law kecil dan bagaimana
kelanjutan ceritanya bersama
keluarga Donquixote?
Tunggu di chapter selanjutnya ?
Dan tambahan, di halaman
terakhir ini sebenarnya terlihat
ada 2 Dofla
1. Dofla dgn rambut runcing
dan wajah serem
2. Dofla yg kalem dan berparas wajah seperti Dofla yg
sekarang... Apakah salah
satunya adalah Corazon??
Sepertinya ya Tapi yg mana?
Kemungkinan yg berambut
runcing...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar