Penyerangan akan segera dilancarkan, orang-
orang kerdil Tontatta telah siap dengan
pasukannya. "Kabu!! Bian!!" seru Leo, salah
seorang pasukan Tontatta. "Leo, kau telat!"
ucap Kabu. "Kami semua sudah siap untuk
berangkat!!" ucap Bian.
Kabu adalah kapten squad kuning, pemakan
buah Bug Bug model kumbang tanduk. Bian
adalah kapten squad Pink Bi, pemakan buah
Bug Bug model Lebah. Ya, mereka adalah
warga Tontatta pemakan buah Zoan. "Aku
mengandalkan kalian, teman-teman!!" ucap
Leo.
"Wow, aku belum pernah melihat spesies
seperti ini sebelumnya.." ucap Usopp sambil
melihat ke arah serangga bersayap yang
nanti akan pasukan Tontatta gunakan
sebagai kendaraan mereka. "Aku jadi ingin
menunjukkannya pada Luffy juga.." ucap
Usopp.
One Piece Chapter 718 - Pasukan Kerajaan di Taman Bunga, Riku
Teks Version by Beelzeta
"Usoland, Robiland, karena ukuran kalian
terlalu besar, kalian naik saja kendaraan unuk
dua puluh orang.." saran Kabu dan Bian.
"Uwooh!! Pasukan serangga!!" ucap kagum
saat melihat serangga-serangga dalam jumlah
yang lebih banyak lagi. "Oh, manis sekali.."
ucap Robin.
"Baiklah semuanya, bersiap untuk maju!!"
seru Leo yang saat ini sudah duduk
mengendarai serangga bersayap, TT-Airforce
K-01. "Dengan Usoland yang agung di sisi
kita, kita pasti akan bisa menyelamatkan lima
ratus rekan kita yang ditahan!! Uwooo!!!"
Merekapun maju, Usopp dan Robin sendiri
menunggangi rubah khusus bernama Rubah
kereta peluru, yang harusnya merupakan
kendaraan untuk dua puluh pasukan. "Wow,
rasanya hebat sekali!! seperti sengaja
disiapkan untuk raja!!" Usopp merasa
nyaman. "Sekali mereka mulai berlari, rubah-
rubah ini benar-benar cepat!" ucap Leo.
"Bulunya juga cantik.." ucap Robin.
----- One Piece Chapter 718 -----
Di sisi lain Dressrosa, terdapat sebuah
hamparan bunga yang sangat luas, taman
bunga. Dan di bawah lautan bunga yang
menghadap ke arah yang sama, di tempat
yang tak diketahui oleh siapapun, terdapat
jalan rahasia menuju bawah tanah. Kalau kau
terus turun.. kau akan mendengar tangisan
keberanian dari para peri..
"Baiklah, biarkan aku menjelaskannya sedikit."
ucap si boneka tentara. Ia dan Franky telah
sampai di taman bunga, dan di hadapan
mereka kini terdapat begitu banyak orang-
orang Tontatta. "Komandan!!" teriak mereka.
Ternyata boneka tentara itu adalah
komandan mereka.
"Komandan!! mainan yang bersamamu itu
kelihatannya benar-benar kuat!! Manusia
besar level apa dia sebelumnya!??" tanya
salah seorang Tontatta.
"Mereka ini adalah saudara-saudara
seperjuanganku, orang-orang kerdil kerajaan
Tontatta.." jelas boneka tentara ke Franky.
Kembali ke sisi Usoland dan pasukannya, tiba-
tiba saja ia mendengar suatu suara. "Ada
sesuatu yang harus aku beritahukan pada
kalian berdua.." ucap suara misterius itu.
Usopp melihat kanan kiri, namun tak ada
siapa-siapa. Dan ternyata, suara itu berasal
dari mayor Tontatta, si kakek Gancho, yang
muncul dari celah dada Robin.
"Hei!! kau ini muncul dari mana hah kakek tua
kotor!!" bentak Usopp.
"Tuan Gancho??" Robin biasa saja.
"Ya, ini aku, mayor kerajaan Tontatta, Gancho.
Tak tahu bagaimana caraku untuk
menyampaikan rasa bahagiaku kalian mau
membantu kami dalam masalah ini. Kalian
berdua bersedia meresikokan hidup kalian di
perang ini.. ada sesuatu yang harus
kusampaikan.."
"Yah, sebenarnya rencana kami tak sejauh
itu.." ucap Usopp dalam hati.
"Si keluarga penindas Doflamingo dan
kerajaan kami, Tontatta memiliki cerita yang
tak sekedar terjadi beberapa puluh tahun
yang lalu, melainkan sudah sejak sembilan
ratus tahun yang lalu.." jelas kakek Gancho.
"Eeh!???"
----- One Piece Chapter 718 -----
Kembali ke taman bunga, Franky dan si
boneka tentara pergi ke suatu ruang bawah
tanah. Dan di sana, terdapat semacam layar
yang menampilkan pertarungan Luffy dan
Don Qinjao. Dan yang lebih mengejutkan,
ternyata di sana ada Zoro, yang nampaknya
sampai lebih dulu dengan bantuan orang
kerdil yang mencuri pedangnya itu. "Hei!! apa
yang kau lakukan, Luffy!??" bentak Zoro
sambil menonton.
"Permisi, tuan, kau menghalangi pandangan
kami.." orang-orang Tontatta lainnya juga
mau menonton. "Zoro??" Franky kaget.
"Sial, si bodoh itu, jadi ada turnamen seperti
ini juga ya di luar sana.." Zoro kesal. "Kenapa
dia tidak mengajakku bersamanya!??
Pedangku sudah lapar ingin bertarung.."
ucapnya.
"Ah, komandan??" ucap orang kerdil yang
bersama Zoro saat melihat si boneka tentara
datang. "Oh, Dranky??" ucap Zoro saat melihat
Franky datang.
"Komandan!! kami baru saja mendapatkan
info dari kelompok pengintai!!" lapor salah
seorang Tontatta yang ada di sana.
"Pergerakan musuh dan gula putih telah
teridentifikasi.. Dan lagi, jangan terkejut ya,
tapi sebelum kita akan melakukan
pertarungan hari ini.. sungguh kejadian yang
sangat kebetulan, kita mempunyai dia!!"
Ruangan itu adalah tempat berkumpulnya
para pasukan kerajaan anti Doflamingo,
pasukan Riku.
"Orang-orang kecil??" Franky kaget karena
pasukannya juga orang-orang kecil. "Jangan
salah, kekuatan mereka tak kalah darimu.."
ucap boneka tentara. "Dan dengan kecepatan
dan ukuran mereka yang sulit dilihat, mereka
jadi dikenal sebagai peri.."
"Ah!! jadi yang mencuri pedang Zoro waktu
itu.."
----- One Piece Chapter 718 -----
Di sisi Nami dan yang lainnya, di lautan,
keadaan mereka masih parah. Nami dan yang
lainnya, termasuk kapal mereka telah diubah
menjadi karya seni. "Percuma saja!! seni tak
bisa dihentikan!! seni penghancur!!" lagi-lagi
musuh, si wanita gemuk itu menggunakan
tembakkan asapnya.
"Asap sialan apa ini sebenarnya?? Uhk, aku
harus melakukan sesuatu!!" Nami pun
mencoba untuk melawan dengan tongkat
pengatur cuaca miliknya.
Kembali ke sisi pasukan Riku, sambil
menangis terharu, salah seorang pasukan
membacakan beritanya. "Benar sekali.. hiks..
sang legenda kerajaan Tontatta telah
muncul!! Nama mereka adalah Usoland dan
Robiland!! Menurut laporan, mereka sedang
menuju kemari!! Mereka juga punya teman-
teman lainnya bernama Luffyland, Zoroland,
Namiland, Sanland, Chopperland, Fraland,
Bonesland.."
Dalam hati Zoro langsung sadar, "Tidak salah
lagi ini pasti ulah Usopp.. ya ampun.. apa yang
membuatnya sampai mengatakan
kebohongan sebesar itu.."
"Umm.. tentang itu.." Zoro pun mengangkat
tangan.
"Mungkin yang dimaksud Zoroland itu aku.."
"Aku Fraland, senang bertemu kalian.." ucap
Franky.
"Uwoooooooo!!!! Ini benar-benar hebat!!!!!"
orang-orang Tontatta benar-benar shock.
"Ah!! Sekarang bukan waktunya untuk ini!!"
Zoro baru ingat. "Aku harus kembali ke
kapal!! Nami dan yang lainnya sedang dalam
masalah!!" lanjutnya. "Tadi kan sudah aku
ingatkan!!" ucap orang Tontatta yang
bersama dengan Zoro.
Di sisi Nami, tampak Chopper, Momonosuke,
dan Brook juga sudah diubah menjadi karya
seni. "Sial! bahkan Nami pun terkena,
sekarang tanduk dan kukuku jadi tidak
berguna.."
"Tuan tengkorak, yang ingin mereka tangkap
itu aku!!" ucap Momonosuke.
"Ya, aku tahu, dan kami tak akan
menyerahkanmu begitu saja!! tapi seperti
yang kau lihat, bahkan roh ku pun diubahnya
jadi seperti ini.."
Di sisi Nami, tongkat yang hendak ia gunakan
untuk melawan pun kini sudah berubah
menjadi karya seni. "Gyaa!!! menjijikan,
bahkan Climatact ku juga diubah jadi mainan
seperti ini!??"
"Oh hohoho!! lancang sekali!!!" ucap si
wanita gemuk.
"Siapa yang kau panggil model, hah!??"
"Nggak ada yang bilang woi!!" teriak Nami.
"Lancang sekali kau menyebut karya seniku
sebagai mainan!!" ucap si wanita gemuk.
"Jangan menyamakan karya seniku dengan
mainan, dasar perempuan buta!! Pengguna
buah setan yang mengubah manusia menjadi
mainan memang ada di keluarga kami.. tapi
yang kumakan adalah buah Art Art!! Aku
adalah manusia seni!! Banyak darimu telah
kuubah menjadi karya seni dengan
kekuatanku!!"
----- One Piece Chapter 718 -----
Di sisi Law, pertarungannya dengan
Doflamingo masih terus berlanjut. "Langsung
pergi tanpa ragu untuk umpan yang telah
kupersiapkan, teman kecilmu, si topi jerami
telah jatuh ke dalam perangkapku.." ucap
Doflamingo. "Dia pasti sedang bersenang-
senang sekarang di turnamen.. itu adalah
pertarungan sampai mati antara yang terkuat
dari semua lautan, di mana yang kalah akan
langsung menuju neraka!! Bocah itu tak akan
pernah bisa melewati turnamen itu!! Aliansi
kecil kalian telah berakhir!! Sebaiknya kau
menyerah saja, Law!!"
Di sisi Chopper, setelah mengatakan sesuatu
lewat denden mushi Law langsung
mengakhiri panggilannya. "Eeh!?? dia
langsung menutupnya setelah mengatakan
itu!??"
"Bukankah Caesar harusnya ditahan!!??"
"Ada apa dengan lelaki itu!?? dia tak
mendengar apapun yang kita katakan!!
Melakukan sesuatu seenaknya.. lama-lama dia
jadi seperti Luffy!!" ucap Nami.
Kembali ke pertarungan, "Sudah cukup
berjuangnya, Law!!!" Doflamingo membelah
pepohonan dan semuanya dengan
kemampuannya. "Siapa yang baru saja kau
hubungi, hah?? Fufufu, sebaiknya kau cepat
mengembalikan jantung Caesar!! Percuma
saja kau mengulur waktu.."
----- One Piece Chapter 718 -----
Di sisi Sanji dan Kinemon, "Maju, Luffy-dono!!"
teriak Kinemon, mendukung Luffy. "Kenapa
kau malah ikut memberi dukungan!??" Sanji
menggeplak Kinemon. Bagaimanapun mereka
sedang dalam penyamaran.
"Tapi, Sanji-dono!! Sekali seorang lelaki masuk
kompetisi, tujuannya hanyalah satu yaitu
untuk menjadi yang teratas!! Hanya dengan
begitu dia bisa disebut sebagai lelaki sejati!!"
Di tempat penonton, di sisi Cavendish dan si
nyentrik Bhartolomeo, Burges tiba-tiba
muncul dan ikut menonton. "Wei! Hahahaha!!
Kelihatannya blok ini benar-benar menarik!!
Siapa tikus kecil itu!??" ucapnya. "Burges!??"
"Gomu Gomu no!!!"
"Uwoooo!!! Lucy bersiap untuk
menyerang!!!"
"Hawk Rifle!!!" Lucy pada akhirnya
melancarkan pukulan manusia karet berlapis
Haki, dan serangan itu tepat menghantam
tubuh Qinjao. "Uwoooohhhh!!!" teriak Luffy.
Versi Teks Oleh : Versi Teks Manga Bahasa Indonesia
orang kerdil Tontatta telah siap dengan
pasukannya. "Kabu!! Bian!!" seru Leo, salah
seorang pasukan Tontatta. "Leo, kau telat!"
ucap Kabu. "Kami semua sudah siap untuk
berangkat!!" ucap Bian.
Kabu adalah kapten squad kuning, pemakan
buah Bug Bug model kumbang tanduk. Bian
adalah kapten squad Pink Bi, pemakan buah
Bug Bug model Lebah. Ya, mereka adalah
warga Tontatta pemakan buah Zoan. "Aku
mengandalkan kalian, teman-teman!!" ucap
Leo.
"Wow, aku belum pernah melihat spesies
seperti ini sebelumnya.." ucap Usopp sambil
melihat ke arah serangga bersayap yang
nanti akan pasukan Tontatta gunakan
sebagai kendaraan mereka. "Aku jadi ingin
menunjukkannya pada Luffy juga.." ucap
Usopp.
One Piece Chapter 718 - Pasukan Kerajaan di Taman Bunga, Riku
Teks Version by Beelzeta
"Usoland, Robiland, karena ukuran kalian
terlalu besar, kalian naik saja kendaraan unuk
dua puluh orang.." saran Kabu dan Bian.
"Uwooh!! Pasukan serangga!!" ucap kagum
saat melihat serangga-serangga dalam jumlah
yang lebih banyak lagi. "Oh, manis sekali.."
ucap Robin.
"Baiklah semuanya, bersiap untuk maju!!"
seru Leo yang saat ini sudah duduk
mengendarai serangga bersayap, TT-Airforce
K-01. "Dengan Usoland yang agung di sisi
kita, kita pasti akan bisa menyelamatkan lima
ratus rekan kita yang ditahan!! Uwooo!!!"
Merekapun maju, Usopp dan Robin sendiri
menunggangi rubah khusus bernama Rubah
kereta peluru, yang harusnya merupakan
kendaraan untuk dua puluh pasukan. "Wow,
rasanya hebat sekali!! seperti sengaja
disiapkan untuk raja!!" Usopp merasa
nyaman. "Sekali mereka mulai berlari, rubah-
rubah ini benar-benar cepat!" ucap Leo.
"Bulunya juga cantik.." ucap Robin.
----- One Piece Chapter 718 -----
Di sisi lain Dressrosa, terdapat sebuah
hamparan bunga yang sangat luas, taman
bunga. Dan di bawah lautan bunga yang
menghadap ke arah yang sama, di tempat
yang tak diketahui oleh siapapun, terdapat
jalan rahasia menuju bawah tanah. Kalau kau
terus turun.. kau akan mendengar tangisan
keberanian dari para peri..
"Baiklah, biarkan aku menjelaskannya sedikit."
ucap si boneka tentara. Ia dan Franky telah
sampai di taman bunga, dan di hadapan
mereka kini terdapat begitu banyak orang-
orang Tontatta. "Komandan!!" teriak mereka.
Ternyata boneka tentara itu adalah
komandan mereka.
"Komandan!! mainan yang bersamamu itu
kelihatannya benar-benar kuat!! Manusia
besar level apa dia sebelumnya!??" tanya
salah seorang Tontatta.
"Mereka ini adalah saudara-saudara
seperjuanganku, orang-orang kerdil kerajaan
Tontatta.." jelas boneka tentara ke Franky.
Kembali ke sisi Usoland dan pasukannya, tiba-
tiba saja ia mendengar suatu suara. "Ada
sesuatu yang harus aku beritahukan pada
kalian berdua.." ucap suara misterius itu.
Usopp melihat kanan kiri, namun tak ada
siapa-siapa. Dan ternyata, suara itu berasal
dari mayor Tontatta, si kakek Gancho, yang
muncul dari celah dada Robin.
"Hei!! kau ini muncul dari mana hah kakek tua
kotor!!" bentak Usopp.
"Tuan Gancho??" Robin biasa saja.
"Ya, ini aku, mayor kerajaan Tontatta, Gancho.
Tak tahu bagaimana caraku untuk
menyampaikan rasa bahagiaku kalian mau
membantu kami dalam masalah ini. Kalian
berdua bersedia meresikokan hidup kalian di
perang ini.. ada sesuatu yang harus
kusampaikan.."
"Yah, sebenarnya rencana kami tak sejauh
itu.." ucap Usopp dalam hati.
"Si keluarga penindas Doflamingo dan
kerajaan kami, Tontatta memiliki cerita yang
tak sekedar terjadi beberapa puluh tahun
yang lalu, melainkan sudah sejak sembilan
ratus tahun yang lalu.." jelas kakek Gancho.
"Eeh!???"
----- One Piece Chapter 718 -----
Kembali ke taman bunga, Franky dan si
boneka tentara pergi ke suatu ruang bawah
tanah. Dan di sana, terdapat semacam layar
yang menampilkan pertarungan Luffy dan
Don Qinjao. Dan yang lebih mengejutkan,
ternyata di sana ada Zoro, yang nampaknya
sampai lebih dulu dengan bantuan orang
kerdil yang mencuri pedangnya itu. "Hei!! apa
yang kau lakukan, Luffy!??" bentak Zoro
sambil menonton.
"Permisi, tuan, kau menghalangi pandangan
kami.." orang-orang Tontatta lainnya juga
mau menonton. "Zoro??" Franky kaget.
"Sial, si bodoh itu, jadi ada turnamen seperti
ini juga ya di luar sana.." Zoro kesal. "Kenapa
dia tidak mengajakku bersamanya!??
Pedangku sudah lapar ingin bertarung.."
ucapnya.
"Ah, komandan??" ucap orang kerdil yang
bersama Zoro saat melihat si boneka tentara
datang. "Oh, Dranky??" ucap Zoro saat melihat
Franky datang.
"Komandan!! kami baru saja mendapatkan
info dari kelompok pengintai!!" lapor salah
seorang Tontatta yang ada di sana.
"Pergerakan musuh dan gula putih telah
teridentifikasi.. Dan lagi, jangan terkejut ya,
tapi sebelum kita akan melakukan
pertarungan hari ini.. sungguh kejadian yang
sangat kebetulan, kita mempunyai dia!!"
Ruangan itu adalah tempat berkumpulnya
para pasukan kerajaan anti Doflamingo,
pasukan Riku.
"Orang-orang kecil??" Franky kaget karena
pasukannya juga orang-orang kecil. "Jangan
salah, kekuatan mereka tak kalah darimu.."
ucap boneka tentara. "Dan dengan kecepatan
dan ukuran mereka yang sulit dilihat, mereka
jadi dikenal sebagai peri.."
"Ah!! jadi yang mencuri pedang Zoro waktu
itu.."
----- One Piece Chapter 718 -----
Di sisi Nami dan yang lainnya, di lautan,
keadaan mereka masih parah. Nami dan yang
lainnya, termasuk kapal mereka telah diubah
menjadi karya seni. "Percuma saja!! seni tak
bisa dihentikan!! seni penghancur!!" lagi-lagi
musuh, si wanita gemuk itu menggunakan
tembakkan asapnya.
"Asap sialan apa ini sebenarnya?? Uhk, aku
harus melakukan sesuatu!!" Nami pun
mencoba untuk melawan dengan tongkat
pengatur cuaca miliknya.
Kembali ke sisi pasukan Riku, sambil
menangis terharu, salah seorang pasukan
membacakan beritanya. "Benar sekali.. hiks..
sang legenda kerajaan Tontatta telah
muncul!! Nama mereka adalah Usoland dan
Robiland!! Menurut laporan, mereka sedang
menuju kemari!! Mereka juga punya teman-
teman lainnya bernama Luffyland, Zoroland,
Namiland, Sanland, Chopperland, Fraland,
Bonesland.."
Dalam hati Zoro langsung sadar, "Tidak salah
lagi ini pasti ulah Usopp.. ya ampun.. apa yang
membuatnya sampai mengatakan
kebohongan sebesar itu.."
"Umm.. tentang itu.." Zoro pun mengangkat
tangan.
"Mungkin yang dimaksud Zoroland itu aku.."
"Aku Fraland, senang bertemu kalian.." ucap
Franky.
"Uwoooooooo!!!! Ini benar-benar hebat!!!!!"
orang-orang Tontatta benar-benar shock.
"Ah!! Sekarang bukan waktunya untuk ini!!"
Zoro baru ingat. "Aku harus kembali ke
kapal!! Nami dan yang lainnya sedang dalam
masalah!!" lanjutnya. "Tadi kan sudah aku
ingatkan!!" ucap orang Tontatta yang
bersama dengan Zoro.
Di sisi Nami, tampak Chopper, Momonosuke,
dan Brook juga sudah diubah menjadi karya
seni. "Sial! bahkan Nami pun terkena,
sekarang tanduk dan kukuku jadi tidak
berguna.."
"Tuan tengkorak, yang ingin mereka tangkap
itu aku!!" ucap Momonosuke.
"Ya, aku tahu, dan kami tak akan
menyerahkanmu begitu saja!! tapi seperti
yang kau lihat, bahkan roh ku pun diubahnya
jadi seperti ini.."
Di sisi Nami, tongkat yang hendak ia gunakan
untuk melawan pun kini sudah berubah
menjadi karya seni. "Gyaa!!! menjijikan,
bahkan Climatact ku juga diubah jadi mainan
seperti ini!??"
"Oh hohoho!! lancang sekali!!!" ucap si
wanita gemuk.
"Siapa yang kau panggil model, hah!??"
"Nggak ada yang bilang woi!!" teriak Nami.
"Lancang sekali kau menyebut karya seniku
sebagai mainan!!" ucap si wanita gemuk.
"Jangan menyamakan karya seniku dengan
mainan, dasar perempuan buta!! Pengguna
buah setan yang mengubah manusia menjadi
mainan memang ada di keluarga kami.. tapi
yang kumakan adalah buah Art Art!! Aku
adalah manusia seni!! Banyak darimu telah
kuubah menjadi karya seni dengan
kekuatanku!!"
----- One Piece Chapter 718 -----
Di sisi Law, pertarungannya dengan
Doflamingo masih terus berlanjut. "Langsung
pergi tanpa ragu untuk umpan yang telah
kupersiapkan, teman kecilmu, si topi jerami
telah jatuh ke dalam perangkapku.." ucap
Doflamingo. "Dia pasti sedang bersenang-
senang sekarang di turnamen.. itu adalah
pertarungan sampai mati antara yang terkuat
dari semua lautan, di mana yang kalah akan
langsung menuju neraka!! Bocah itu tak akan
pernah bisa melewati turnamen itu!! Aliansi
kecil kalian telah berakhir!! Sebaiknya kau
menyerah saja, Law!!"
Di sisi Chopper, setelah mengatakan sesuatu
lewat denden mushi Law langsung
mengakhiri panggilannya. "Eeh!?? dia
langsung menutupnya setelah mengatakan
itu!??"
"Bukankah Caesar harusnya ditahan!!??"
"Ada apa dengan lelaki itu!?? dia tak
mendengar apapun yang kita katakan!!
Melakukan sesuatu seenaknya.. lama-lama dia
jadi seperti Luffy!!" ucap Nami.
Kembali ke pertarungan, "Sudah cukup
berjuangnya, Law!!!" Doflamingo membelah
pepohonan dan semuanya dengan
kemampuannya. "Siapa yang baru saja kau
hubungi, hah?? Fufufu, sebaiknya kau cepat
mengembalikan jantung Caesar!! Percuma
saja kau mengulur waktu.."
----- One Piece Chapter 718 -----
Di sisi Sanji dan Kinemon, "Maju, Luffy-dono!!"
teriak Kinemon, mendukung Luffy. "Kenapa
kau malah ikut memberi dukungan!??" Sanji
menggeplak Kinemon. Bagaimanapun mereka
sedang dalam penyamaran.
"Tapi, Sanji-dono!! Sekali seorang lelaki masuk
kompetisi, tujuannya hanyalah satu yaitu
untuk menjadi yang teratas!! Hanya dengan
begitu dia bisa disebut sebagai lelaki sejati!!"
Di tempat penonton, di sisi Cavendish dan si
nyentrik Bhartolomeo, Burges tiba-tiba
muncul dan ikut menonton. "Wei! Hahahaha!!
Kelihatannya blok ini benar-benar menarik!!
Siapa tikus kecil itu!??" ucapnya. "Burges!??"
"Gomu Gomu no!!!"
"Uwoooo!!! Lucy bersiap untuk
menyerang!!!"
"Hawk Rifle!!!" Lucy pada akhirnya
melancarkan pukulan manusia karet berlapis
Haki, dan serangan itu tepat menghantam
tubuh Qinjao. "Uwoooohhhh!!!" teriak Luffy.
Versi Teks Oleh : Versi Teks Manga Bahasa Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar