Joker akhirnya menunjukkan
dirinya, dan tentu saja Caesar
sudah tak sabar untuk
kembali padanya.
"Joker!!
Segera bereskan orang ini!!"
:
teriaknya.
Sementara, Law masih tetap mencengkram
tubuhnya erat-erat.
"Aku tak
akan menyerahkannya
padamu!! Kau tak menepati
janjimu!!"
: teriak Law.
"Doflamingo!! Kita harus
mengatur ulang kesepakatan
ini!!"
: teriak Law lagi.
"Apa
yang kau bicarakan, sialan!??
Dia sudah melakukannya
sampai sejauh ini!!"
: teriak Caesar.
"Fufufufu, apa begini caramu
bicara dengan boss mu yang
sudah lebih dari sepuluh tahun
tidak kau temui?? Lepaskan
dia, Law, Caesar adalah anak
buahku yang manis.."
: ucap Doflamingo.
"Jo-Joker!!"
: Caesar tampak
begitu terharu.
"Isshou-san, yang bersama
dengan Law itu tak salah lagi
adalah Caesar Clown."
: ucap
salah seorang anggota
angkatan laut.
"Aku tahu. Dia
adalah ilmuan yang terlibat dalam insiden gas beracun."
:
ucap kakek Admiral.
"Tapi,
kalian tahu kan, dia adalah
anak buah Shichibukai.
Jadi,
dia akan mendapat
pengecualian."
: Lanjutnya.
"Fufufu, kau..
kau adalah si
harimau ungu, orang yang
secara khusus ditugaskan
menjadi admiral pada draft
militer dunia.
Aku sudah
mendengar banyak cerita tentangmu."
: ucap Doflamingo.
"Aku dengar kalau kau dan
Green Bull adalah monster
sesungguhnya dalam masalah
kekuatan."
: ucapnya lagi.
"Aku mungkin masih baru di
Angkatan Laut, tapi.. aku tak
mengerti apa yang kau
lakukan di sini."
: ucap kakek
buta.
"Aku tak punya bukti-
bukti yang kuat. Tapi, ku dengar kau telah
mendengar beberapa aturan
sebagai Shichibukai.
Nama
yang terus saja dia gunakan
untuk memanggilmu... Joker,
apa itu julukanmu??"
: Tanya Fujitora.
"Fufufufu, kalau kau ingin
menyelidiku, kau harus
bersiap-siap terlebih dahulu.
Lalu, bagaimana keputusan
Angkatan Laut mengenai
penyelewengan yang dilakukan oleh Law??"
: Tanya Joker.
"Kami sudah mendengar
tentang kelompok Topi
Jerami."
: ucap kakek Admiral.
"Kalau dia mereka benar
membuat suatu aliansi seperti
yang diberitakan di koran, maka Law keluar.
Tapi kalau
Topi Jerami itu anak buahmu,
maka tak apa.
Ini tergantung
jawabanmu."
: ucap kakek
Admiral ke Law.
"Hei!! Kau tak bisa
memutuskannya semudah
itu!! Kalau dia berbohong, ini
semua akan berakhir!!"
: teriak
Caesar.
"Rencanaku benar-benar
berantakan."
: pikir Law.
"Kelihatannya aku telah
menjadi target mereka.
Meskipun aku memindahkan
situasi ini ke Dressrosa, ini hanya akan menjadi semakin
buruk.
Aku harus mengulur
waktu.."
: Law kemudian berteriak
dengan lantang,
"Tak ada
tingkatan khusus antara aku
dan Topi Jerami!! Seperti apa
yang koran katakan, ini
sebuah aliansi!!"
: Law memberitahukannya apa
adanya.
"Fufufu, ternyata kau lelaki
yang payah!!"
: ucap
Doflamingo.
"Kalau begitu, gelarmu secara
terpaksa akan kami ambil."
:
ucap admiral Fujitora.
"Tapi..."
: ia tak
mau hanya mengambil gelar
begitu saja.
Kakek itu
menggunakan senjatanya, dan melakukan suatu
gerakan, semacam menebas
langit. Kemudian secara perlahan,
dari langit jatuhlah sesuatu.
Semakin lama, yang jatuh
semakin jelas.
"I-ini bercanda
kan.."
: Law benar-benar tak
menyangka.
"Sebuah meteor!!!??"
: Bongkahan meteor raksasa
terjatuh dari langit lengkap
dengan api yang membara.
"Hei, ini tidak lucu.."
: ucap
Doflamingo.
"Lar!! Meteornya
jatuh!!!"
: pasukan Angkatan Laut dan Caesar berlari
menjauh.
Tak mau mengambil resiko,
Law menciptakan room di
sekitarnya, dan kemudian
menebas meteor yang jatuh
sebelum mengenainya.
Bongkahan meteor itu juga mengarah ke arah
Doflamingo, bahkan ke
admiral juga. Namun,
Doflamingo bisa
memotongnya kecil-kecil
dengan kekuatannya yang mirip benang dan si kakek
admiral menahannya dengan
pe dangnya.
Pada akhirnya, meteor yang
jatuh itu meninggalkan
sebuah kubah, lubang raksasa.
"A-apa yang terjadi!??"
: Caesar
dan yang lainnya bertanya-
tanya.
"Tadi itu cepat sekali, ada apa ini sebenarnya!??"
"Hanya tanah pijakkan
mereka yang masih tersisa!!!"
: Tercipta lubang raksasa seperti
saat admiral tua itu pertama
kali memperlihatkan diri.
Namun kali ini, tersisa tiga
pijakan yaitu pijakan Law,
Doflamingo, dan si admiral itu sendiri.
"Apa yang sudah Fleet
Admiral ajarkan padamu,
hah!??
anjing nyasar!!"
: bentak
Doflamingo.
"Ini bukan level
yang bisa orang tua lakukan.."
: ucap Law.
"Yah, aku hanya ingin mengetes kekuatanku."
:
ucap si admiral.
Sementara itu di Dressrosa, di
sisi Franky, tampak ia sedang
berkomunikasi dengan Sanji
menggunakan Denden Mushi.
"Taman bunga??
Apa kau mau
piknik!??"
: Sanji tak mengerti.
"kau sendiri sedang buang-
buang waktu di mana? Sanji.."
: tanya franky.
"Aku sedang jatuh cinta.."
:
jawab Sanji.
"Oh, bagus.
Ngomong-ngomong, mungkin
kita akan segera menemukan
pabriknya."
: ucap Franky.
"Benarkah??"
: tanya sanji.
"Yah, tapi kemungkinan kita
tak akan bisa
menghancurkannya langsung
dan kabur. Kurasa pekerjaan
ini jauh lebih besar dari yang
kita bayangkan."
: jelas Franky.
"Kita tak punya banyak
waktu!"
: ucap Sanji,
"Doflamingo.."
: Sanji hendak
menjelaskannya, namun
Franky sudah tahu duluan.
"Yah, aku sudah membaca koran hari ini. Kalau sampai
Caesar juga berhasil didapatkan lagi olehnya,
strategi kita akan benar-benar
hancur.
Kita harus
mendahuluinya dan menghancurkan pabriknya."
: Franky keliling Dressrosa di
mode tank, membuat orang-
orang di sekitarnya jadi
sangat kagum padanya.
Terlebih, kota itu termasuk
kota yang gila mainan.
Jadi, tak heran sampai ada orang
yang mengejar-ngejar Franky
dan berniat untuk
menangkapnya.
"Tangkap
mainan itu!!"
"Ngomong-ngomong, kau
juga harus segera pergi ke
sana, taman bunga."
: ucap
Franky sambil menambah
kecepatan supaya tidak
terkejar.
"Memangnya ada apa dengan lokasi dongeng itu??
Tapi yah, kelihatannya
memang mustahil bagiku
untuk segera pergi ke tempat
Nami-san, jadi tak ada
salahnya."
: Ucap sanji.
"Maksudmu tempat Sunny??"
: tanya Franky.
"Aku harap Nami-san baik-
baik saja."
: ucap Sanji.
"Apa kau masih berpikir kalau
Nami itu lemah?? Dia pasti
baik-baik saja, apalagi dia
bersama dengan Brook dan si
monster Chopper."
: ucap
Franky.
Sanji tiba-tiba saja diam dan
tak menyahut.
"Hei, ada
apa??"
: tanya Franky. Di
tempatnya, Sanji sedang
terdiam.
Ia kaget saat melihat
suatu tayangan di layar raksasa yang ada di tengah
kota.
"Violet-chan, itu apa??"
:
tanya Sanji pada Violet, yang
masih bersamanya.
"Itu adalah tayangan dari
kolesium.."
: jelas Violet.
Tayangan itu sedang
memperlihatkan Lucy, yang
meski menyamar
bagaimanapun tetap saja Sanji kenal kalau itu Luffy,
kaptennya.
"Gladiator misterius itu benar-
benar kuat!! Lucy!! Dia luar
biasa!!"
: teriak pembawa acara.
"Kakek tua itu kuat sekali.."
:
ucap orang-orang yang
menonton.
"Luffy...??? Franky!! Jangan
terkejut, tapi Luffy.."
: Sanji
hendak menyampaikannya,
tapi Franky tentu saja sudah
lebih tahu. Bagaimanapun, ia
juga yang mendaftarkan Luffy untuk ikut.
"Yah, dia
sedang bertarung di turnamen
saat ini."
: ucap Franky.
"Kenapa kau
membiarkannya!?? Harusnya
kau mengawasinya baik-
baik!!"
: pinta Sanji.
"Hah, kaki hitam, mereka
datang.."
: Violet mulai was-
was.
"Anak buahku mulai
berdatangan, kau ingin pergi
ke pabrik, kan? Cepatlah, ini
petanya."
: Violet memberi Sanji sebuah peta.
"Dari depan, kelihatannya itu
adalah rumah mainan, tapi
sebenarnya itulah pabriknya."
:
jelas Violet.
"Hei, jangan. Kalau
kau membantuku lebih dari
ini.."
: Sanji tak mau membawa perempuan yang
membuatnya jatuh cinta itu
semakin dalam bahaya.
"Kau ini aneh, pemimpin
mungkin saja sudah tahu
tentang pengkhianatanku.."
:
ucap Violet.
"Violet-chan!!
Pergilah ke pelabuhan sebelah
barat, kita akan bertemu lagi di sana!!"
: ucap Sanji.
"Sembunyikan dirimu dan
tunggu aku di sana. Di sana
adalah titik di mana aku dan
teman-temanku akan
berkumpul.
Aku pasti akan membiarkanmu keluar
dengan selamat dari sini!!"
: Ajak sanji.
"Kau memang benar-benar..
payah.."
: ucap Violet sambil
tersenyum, membuat Sanji
semakin jatuh cinta padanya.
"Hei payah!! Maaf sudah
mengganggu!!"
: tiba-tiba saja Kinemon muncul di depannya.
"Eeh!?? Darimana kau
munculnya, hah!?? Violet-
chan!!"
: Tanya sanji. Dan Violet sudah pergi.
Dan
kini, di sana hanya ada Sanji
dan Kinemon. Sanji bingung,
dan Kinemon tak sempat menjelaskannya.
Tampak
beberapa orang masih
mengejarnya.
"Pertama-tama,
bisakah kau membereskan
mereka??"
: Kinemon
menunjuk orang-orang itu.
Tak perlu waktu lama, Sanji
bisa membereskan semuanya.
"Harusnya kau bisa mengurus
mangsa-mangsa kecil seperti
ini sendirian.."
: bentak Sanji.
"Mereka menggunakan
Kanjuuro sebagai sandera, jadi
aku tak bisa."
: ucap Kinemon.
"Sanji-dono!! Ikutlah
bersamaku menuju tempat
yang disebut Rumah Mainan!!
Kanjuuro dikurung di sana!!
Tapi aku tak tahu kemana
jalannya!!"
: Kebetulan sekali, rumah
mainan itulah yang menjadi
tujuan Sanji sekarang, tempat
yang sebenarnya tak lain
a dalah pabrik yang dimaksud.
Kembali ke Green Bit, di
bawah hutan, di sisi Usopp dan
Robin, tepatnya kerajaan
Tontatta, getaran akibat
meteor tadi nampaknya
terasa sampai disana.
"Itu pasti Law dan mereka.."
: pikir
Robin.
"Getaran apa itu tadi!? Gyaa!!
Aku tak mau mati di tempat
ini!!"
: Usopp ketakutan.
"Eeh!??
Pahlawan ketakutan??"
: para
penduduk kaget.
"Ehm, tentu saja tidak.."
: ucap
Usopp dengan penuh
kebohongan.
"Tadi itu adalah
kekuatan hakiku."
: jelasnya,
masih penuh dengan
kebohongan. Namun, anak- anak yang sangat mudah
ditipu itu tetap percaya.
"Haki!?? Jadi itu kemampuan
yang kau gunakan untuk
mengalahkan lima puluh ribu
penjahat saat di Pulau Manusia
Ikan!?? Pahlawan memang
hebat!!"
: ucap penduduk kerdil kerajaan Tontatta.
"Energinya sampai bisa
mengguncang kerajaan!!"
"Silahkan, makan saja
sepuasnya!!"
: Usopp dan Robin
dijamu habis-habisan.
"Ini adalah daging ikan
petarung, mereka masih
berkerabat dengan ikan emas
raksasa."
: jelas salah seorang
penduduk.
"Enak sekali!! Mirip
daging monster!!"
: ucap Usopp.
"Jadi, yang mengambil ikan
petarung itu mahluk-mahluk
ini..
kekuatan macam apa
yang mereka miliki?? Apa
orang-orang kerdil itu
memang kuat-kuat??"
: ucap Usopp dalam hati.
"Karena ukurannya sangat
besar, kami bisa hidup
dengannya untuk beberapa
bulan."
: jelas salah seorang
penduduk.
Yah, ikan sebesar
itu memang tak mungkin bisa dihabiskan satu hari oleh
mahluk-mahluk sekecil
mereka.
"Usoland adalah manusia
besar, jadi ini pasti cocok
dengan perutmu."
: ucap
penduduk lainnya.
"Ehm,
kalian tahu, di antara
pasukanku, yang disebut sebagai Usolanders, terdapat
seorang pemuda berama
Luffyland, dia bisa memakan
makanan sebesar ini dengan
sekali lahap."
: Ucap Ussop.
"Usoland??"
: Robin bertanya-
tanya.
"Stt, lihat itu, Robin,
bukankah itu
mengingatkanmu pada
sesuatu??"
: bisik Usopp ke
Robin sambil melirik ke arah patung yang sudah tidak
asing lagi, yaitu patung
Norland.
"Itu...
dari buku
bergarmbar yang kita lihat di
Jaya, kan?"
"Patung itu...
apa itu patung
Montblanc Norland??"
: tanya
Robin.
"Benar sekali!! Tentu
saja kau tahu."
: ucap
penduduk.
Yah, intinya Usopp
menggunakan nama usoland, menggunakan nama dengan
akhiran land, dan mengaku-
ngaku sebagai keturunan
Norland.
"Dia adalah ahli tumbuhan
yang pernah mengunjungi
kerajaan kami lebih dari
empat ratus tahun yang lalu.
Dia datang ketika kerajaan
kami sedang berada di bawah penjajahan manusia jahat.
Dia
lalu bertarung bersama kami,
membawa kami pada
kemenangan, dan akhirnya
kami menganggapnya sebagai
Pahlawan Tontta!!"
: jelas penduduk Tontta.
"ketika Usoland menyebutkan
namanya, dan bilang kalau dia
adalah keturunan Norland,
aku benar-benar tersentuh."
:
ucap penduduk.
"Usopp, kau nakal.."
: bisik
Robin.
"Tapi berkat ini kita
selamat, kan?
Ayo kita
makan, dapatkan beberapa
barang dan kemudian
kembali."
: bisik Usopp.
"Ini benar-benar merupakan
takdir."
: ucap raja kerajaan
Tontatta.
"Benar!!"
: ucap
penduduk.
"Pahlawan
legendaris datang empat ratus
tahun setelahnya, tepat di saat kami merencanakan untuk
melawan Doflamingo!!"
: Ucap penduduk.
"Hmm???"
: Usopp kaget.
"Usoland!! Kalau kau sudah
menyelesaikan makanmu,
kita akan langsung menuju
taman bunga melalui jalan
bawah tanah.
Di sana, pasukan kerajaan, kapten kami dan
teman-teman kami telah
menunggu!!"
: Ajak penduduk.
"Hmm??????"
: Usopp masih
tak mengerti.
"Kami mohon!! Berdirilah di
depan kami dan pimpin kami!!
Kita akan menjatuhkan
keluarga Doflamingo!! Kalau
kami bersama denganmu,
kami tak akan terkalahkan!!"
"Usoland!! Usoland!!"
: para
penduduk mulai
menyorakkan nama Usoland.
Sementara, Usopp memasang
wajah yang seolah berkata,
"Kampret.."
Versi Teks Oleh : www.beelzeta.com
dirinya, dan tentu saja Caesar
sudah tak sabar untuk
kembali padanya.
"Joker!!
Segera bereskan orang ini!!"
:
teriaknya.
Sementara, Law masih tetap mencengkram
tubuhnya erat-erat.
"Aku tak
akan menyerahkannya
padamu!! Kau tak menepati
janjimu!!"
: teriak Law.
"Doflamingo!! Kita harus
mengatur ulang kesepakatan
ini!!"
: teriak Law lagi.
"Apa
yang kau bicarakan, sialan!??
Dia sudah melakukannya
sampai sejauh ini!!"
: teriak Caesar.
"Fufufufu, apa begini caramu
bicara dengan boss mu yang
sudah lebih dari sepuluh tahun
tidak kau temui?? Lepaskan
dia, Law, Caesar adalah anak
buahku yang manis.."
: ucap Doflamingo.
"Jo-Joker!!"
: Caesar tampak
begitu terharu.
"Isshou-san, yang bersama
dengan Law itu tak salah lagi
adalah Caesar Clown."
: ucap
salah seorang anggota
angkatan laut.
"Aku tahu. Dia
adalah ilmuan yang terlibat dalam insiden gas beracun."
:
ucap kakek Admiral.
"Tapi,
kalian tahu kan, dia adalah
anak buah Shichibukai.
Jadi,
dia akan mendapat
pengecualian."
: Lanjutnya.
"Fufufu, kau..
kau adalah si
harimau ungu, orang yang
secara khusus ditugaskan
menjadi admiral pada draft
militer dunia.
Aku sudah
mendengar banyak cerita tentangmu."
: ucap Doflamingo.
"Aku dengar kalau kau dan
Green Bull adalah monster
sesungguhnya dalam masalah
kekuatan."
: ucapnya lagi.
"Aku mungkin masih baru di
Angkatan Laut, tapi.. aku tak
mengerti apa yang kau
lakukan di sini."
: ucap kakek
buta.
"Aku tak punya bukti-
bukti yang kuat. Tapi, ku dengar kau telah
mendengar beberapa aturan
sebagai Shichibukai.
Nama
yang terus saja dia gunakan
untuk memanggilmu... Joker,
apa itu julukanmu??"
: Tanya Fujitora.
"Fufufufu, kalau kau ingin
menyelidiku, kau harus
bersiap-siap terlebih dahulu.
Lalu, bagaimana keputusan
Angkatan Laut mengenai
penyelewengan yang dilakukan oleh Law??"
: Tanya Joker.
"Kami sudah mendengar
tentang kelompok Topi
Jerami."
: ucap kakek Admiral.
"Kalau dia mereka benar
membuat suatu aliansi seperti
yang diberitakan di koran, maka Law keluar.
Tapi kalau
Topi Jerami itu anak buahmu,
maka tak apa.
Ini tergantung
jawabanmu."
: ucap kakek
Admiral ke Law.
"Hei!! Kau tak bisa
memutuskannya semudah
itu!! Kalau dia berbohong, ini
semua akan berakhir!!"
: teriak
Caesar.
"Rencanaku benar-benar
berantakan."
: pikir Law.
"Kelihatannya aku telah
menjadi target mereka.
Meskipun aku memindahkan
situasi ini ke Dressrosa, ini hanya akan menjadi semakin
buruk.
Aku harus mengulur
waktu.."
: Law kemudian berteriak
dengan lantang,
"Tak ada
tingkatan khusus antara aku
dan Topi Jerami!! Seperti apa
yang koran katakan, ini
sebuah aliansi!!"
: Law memberitahukannya apa
adanya.
"Fufufu, ternyata kau lelaki
yang payah!!"
: ucap
Doflamingo.
"Kalau begitu, gelarmu secara
terpaksa akan kami ambil."
:
ucap admiral Fujitora.
"Tapi..."
: ia tak
mau hanya mengambil gelar
begitu saja.
Kakek itu
menggunakan senjatanya, dan melakukan suatu
gerakan, semacam menebas
langit. Kemudian secara perlahan,
dari langit jatuhlah sesuatu.
Semakin lama, yang jatuh
semakin jelas.
"I-ini bercanda
kan.."
: Law benar-benar tak
menyangka.
"Sebuah meteor!!!??"
: Bongkahan meteor raksasa
terjatuh dari langit lengkap
dengan api yang membara.
"Hei, ini tidak lucu.."
: ucap
Doflamingo.
"Lar!! Meteornya
jatuh!!!"
: pasukan Angkatan Laut dan Caesar berlari
menjauh.
Tak mau mengambil resiko,
Law menciptakan room di
sekitarnya, dan kemudian
menebas meteor yang jatuh
sebelum mengenainya.
Bongkahan meteor itu juga mengarah ke arah
Doflamingo, bahkan ke
admiral juga. Namun,
Doflamingo bisa
memotongnya kecil-kecil
dengan kekuatannya yang mirip benang dan si kakek
admiral menahannya dengan
pe dangnya.
Pada akhirnya, meteor yang
jatuh itu meninggalkan
sebuah kubah, lubang raksasa.
"A-apa yang terjadi!??"
: Caesar
dan yang lainnya bertanya-
tanya.
"Tadi itu cepat sekali, ada apa ini sebenarnya!??"
"Hanya tanah pijakkan
mereka yang masih tersisa!!!"
: Tercipta lubang raksasa seperti
saat admiral tua itu pertama
kali memperlihatkan diri.
Namun kali ini, tersisa tiga
pijakan yaitu pijakan Law,
Doflamingo, dan si admiral itu sendiri.
"Apa yang sudah Fleet
Admiral ajarkan padamu,
hah!??
anjing nyasar!!"
: bentak
Doflamingo.
"Ini bukan level
yang bisa orang tua lakukan.."
: ucap Law.
"Yah, aku hanya ingin mengetes kekuatanku."
:
ucap si admiral.
Sementara itu di Dressrosa, di
sisi Franky, tampak ia sedang
berkomunikasi dengan Sanji
menggunakan Denden Mushi.
"Taman bunga??
Apa kau mau
piknik!??"
: Sanji tak mengerti.
"kau sendiri sedang buang-
buang waktu di mana? Sanji.."
: tanya franky.
"Aku sedang jatuh cinta.."
:
jawab Sanji.
"Oh, bagus.
Ngomong-ngomong, mungkin
kita akan segera menemukan
pabriknya."
: ucap Franky.
"Benarkah??"
: tanya sanji.
"Yah, tapi kemungkinan kita
tak akan bisa
menghancurkannya langsung
dan kabur. Kurasa pekerjaan
ini jauh lebih besar dari yang
kita bayangkan."
: jelas Franky.
"Kita tak punya banyak
waktu!"
: ucap Sanji,
"Doflamingo.."
: Sanji hendak
menjelaskannya, namun
Franky sudah tahu duluan.
"Yah, aku sudah membaca koran hari ini. Kalau sampai
Caesar juga berhasil didapatkan lagi olehnya,
strategi kita akan benar-benar
hancur.
Kita harus
mendahuluinya dan menghancurkan pabriknya."
: Franky keliling Dressrosa di
mode tank, membuat orang-
orang di sekitarnya jadi
sangat kagum padanya.
Terlebih, kota itu termasuk
kota yang gila mainan.
Jadi, tak heran sampai ada orang
yang mengejar-ngejar Franky
dan berniat untuk
menangkapnya.
"Tangkap
mainan itu!!"
"Ngomong-ngomong, kau
juga harus segera pergi ke
sana, taman bunga."
: ucap
Franky sambil menambah
kecepatan supaya tidak
terkejar.
"Memangnya ada apa dengan lokasi dongeng itu??
Tapi yah, kelihatannya
memang mustahil bagiku
untuk segera pergi ke tempat
Nami-san, jadi tak ada
salahnya."
: Ucap sanji.
"Maksudmu tempat Sunny??"
: tanya Franky.
"Aku harap Nami-san baik-
baik saja."
: ucap Sanji.
"Apa kau masih berpikir kalau
Nami itu lemah?? Dia pasti
baik-baik saja, apalagi dia
bersama dengan Brook dan si
monster Chopper."
: ucap
Franky.
Sanji tiba-tiba saja diam dan
tak menyahut.
"Hei, ada
apa??"
: tanya Franky. Di
tempatnya, Sanji sedang
terdiam.
Ia kaget saat melihat
suatu tayangan di layar raksasa yang ada di tengah
kota.
"Violet-chan, itu apa??"
:
tanya Sanji pada Violet, yang
masih bersamanya.
"Itu adalah tayangan dari
kolesium.."
: jelas Violet.
Tayangan itu sedang
memperlihatkan Lucy, yang
meski menyamar
bagaimanapun tetap saja Sanji kenal kalau itu Luffy,
kaptennya.
"Gladiator misterius itu benar-
benar kuat!! Lucy!! Dia luar
biasa!!"
: teriak pembawa acara.
"Kakek tua itu kuat sekali.."
:
ucap orang-orang yang
menonton.
"Luffy...??? Franky!! Jangan
terkejut, tapi Luffy.."
: Sanji
hendak menyampaikannya,
tapi Franky tentu saja sudah
lebih tahu. Bagaimanapun, ia
juga yang mendaftarkan Luffy untuk ikut.
"Yah, dia
sedang bertarung di turnamen
saat ini."
: ucap Franky.
"Kenapa kau
membiarkannya!?? Harusnya
kau mengawasinya baik-
baik!!"
: pinta Sanji.
"Hah, kaki hitam, mereka
datang.."
: Violet mulai was-
was.
"Anak buahku mulai
berdatangan, kau ingin pergi
ke pabrik, kan? Cepatlah, ini
petanya."
: Violet memberi Sanji sebuah peta.
"Dari depan, kelihatannya itu
adalah rumah mainan, tapi
sebenarnya itulah pabriknya."
:
jelas Violet.
"Hei, jangan. Kalau
kau membantuku lebih dari
ini.."
: Sanji tak mau membawa perempuan yang
membuatnya jatuh cinta itu
semakin dalam bahaya.
"Kau ini aneh, pemimpin
mungkin saja sudah tahu
tentang pengkhianatanku.."
:
ucap Violet.
"Violet-chan!!
Pergilah ke pelabuhan sebelah
barat, kita akan bertemu lagi di sana!!"
: ucap Sanji.
"Sembunyikan dirimu dan
tunggu aku di sana. Di sana
adalah titik di mana aku dan
teman-temanku akan
berkumpul.
Aku pasti akan membiarkanmu keluar
dengan selamat dari sini!!"
: Ajak sanji.
"Kau memang benar-benar..
payah.."
: ucap Violet sambil
tersenyum, membuat Sanji
semakin jatuh cinta padanya.
"Hei payah!! Maaf sudah
mengganggu!!"
: tiba-tiba saja Kinemon muncul di depannya.
"Eeh!?? Darimana kau
munculnya, hah!?? Violet-
chan!!"
: Tanya sanji. Dan Violet sudah pergi.
Dan
kini, di sana hanya ada Sanji
dan Kinemon. Sanji bingung,
dan Kinemon tak sempat menjelaskannya.
Tampak
beberapa orang masih
mengejarnya.
"Pertama-tama,
bisakah kau membereskan
mereka??"
: Kinemon
menunjuk orang-orang itu.
Tak perlu waktu lama, Sanji
bisa membereskan semuanya.
"Harusnya kau bisa mengurus
mangsa-mangsa kecil seperti
ini sendirian.."
: bentak Sanji.
"Mereka menggunakan
Kanjuuro sebagai sandera, jadi
aku tak bisa."
: ucap Kinemon.
"Sanji-dono!! Ikutlah
bersamaku menuju tempat
yang disebut Rumah Mainan!!
Kanjuuro dikurung di sana!!
Tapi aku tak tahu kemana
jalannya!!"
: Kebetulan sekali, rumah
mainan itulah yang menjadi
tujuan Sanji sekarang, tempat
yang sebenarnya tak lain
a dalah pabrik yang dimaksud.
Kembali ke Green Bit, di
bawah hutan, di sisi Usopp dan
Robin, tepatnya kerajaan
Tontatta, getaran akibat
meteor tadi nampaknya
terasa sampai disana.
"Itu pasti Law dan mereka.."
: pikir
Robin.
"Getaran apa itu tadi!? Gyaa!!
Aku tak mau mati di tempat
ini!!"
: Usopp ketakutan.
"Eeh!??
Pahlawan ketakutan??"
: para
penduduk kaget.
"Ehm, tentu saja tidak.."
: ucap
Usopp dengan penuh
kebohongan.
"Tadi itu adalah
kekuatan hakiku."
: jelasnya,
masih penuh dengan
kebohongan. Namun, anak- anak yang sangat mudah
ditipu itu tetap percaya.
"Haki!?? Jadi itu kemampuan
yang kau gunakan untuk
mengalahkan lima puluh ribu
penjahat saat di Pulau Manusia
Ikan!?? Pahlawan memang
hebat!!"
: ucap penduduk kerdil kerajaan Tontatta.
"Energinya sampai bisa
mengguncang kerajaan!!"
"Silahkan, makan saja
sepuasnya!!"
: Usopp dan Robin
dijamu habis-habisan.
"Ini adalah daging ikan
petarung, mereka masih
berkerabat dengan ikan emas
raksasa."
: jelas salah seorang
penduduk.
"Enak sekali!! Mirip
daging monster!!"
: ucap Usopp.
"Jadi, yang mengambil ikan
petarung itu mahluk-mahluk
ini..
kekuatan macam apa
yang mereka miliki?? Apa
orang-orang kerdil itu
memang kuat-kuat??"
: ucap Usopp dalam hati.
"Karena ukurannya sangat
besar, kami bisa hidup
dengannya untuk beberapa
bulan."
: jelas salah seorang
penduduk.
Yah, ikan sebesar
itu memang tak mungkin bisa dihabiskan satu hari oleh
mahluk-mahluk sekecil
mereka.
"Usoland adalah manusia
besar, jadi ini pasti cocok
dengan perutmu."
: ucap
penduduk lainnya.
"Ehm,
kalian tahu, di antara
pasukanku, yang disebut sebagai Usolanders, terdapat
seorang pemuda berama
Luffyland, dia bisa memakan
makanan sebesar ini dengan
sekali lahap."
: Ucap Ussop.
"Usoland??"
: Robin bertanya-
tanya.
"Stt, lihat itu, Robin,
bukankah itu
mengingatkanmu pada
sesuatu??"
: bisik Usopp ke
Robin sambil melirik ke arah patung yang sudah tidak
asing lagi, yaitu patung
Norland.
"Itu...
dari buku
bergarmbar yang kita lihat di
Jaya, kan?"
"Patung itu...
apa itu patung
Montblanc Norland??"
: tanya
Robin.
"Benar sekali!! Tentu
saja kau tahu."
: ucap
penduduk.
Yah, intinya Usopp
menggunakan nama usoland, menggunakan nama dengan
akhiran land, dan mengaku-
ngaku sebagai keturunan
Norland.
"Dia adalah ahli tumbuhan
yang pernah mengunjungi
kerajaan kami lebih dari
empat ratus tahun yang lalu.
Dia datang ketika kerajaan
kami sedang berada di bawah penjajahan manusia jahat.
Dia
lalu bertarung bersama kami,
membawa kami pada
kemenangan, dan akhirnya
kami menganggapnya sebagai
Pahlawan Tontta!!"
: jelas penduduk Tontta.
"ketika Usoland menyebutkan
namanya, dan bilang kalau dia
adalah keturunan Norland,
aku benar-benar tersentuh."
:
ucap penduduk.
"Usopp, kau nakal.."
: bisik
Robin.
"Tapi berkat ini kita
selamat, kan?
Ayo kita
makan, dapatkan beberapa
barang dan kemudian
kembali."
: bisik Usopp.
"Ini benar-benar merupakan
takdir."
: ucap raja kerajaan
Tontatta.
"Benar!!"
: ucap
penduduk.
"Pahlawan
legendaris datang empat ratus
tahun setelahnya, tepat di saat kami merencanakan untuk
melawan Doflamingo!!"
: Ucap penduduk.
"Hmm???"
: Usopp kaget.
"Usoland!! Kalau kau sudah
menyelesaikan makanmu,
kita akan langsung menuju
taman bunga melalui jalan
bawah tanah.
Di sana, pasukan kerajaan, kapten kami dan
teman-teman kami telah
menunggu!!"
: Ajak penduduk.
"Hmm??????"
: Usopp masih
tak mengerti.
"Kami mohon!! Berdirilah di
depan kami dan pimpin kami!!
Kita akan menjatuhkan
keluarga Doflamingo!! Kalau
kami bersama denganmu,
kami tak akan terkalahkan!!"
"Usoland!! Usoland!!"
: para
penduduk mulai
menyorakkan nama Usoland.
Sementara, Usopp memasang
wajah yang seolah berkata,
"Kampret.."
Versi Teks Oleh : www.beelzeta.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar