Versi text one piece chapter 770 Tombak Elbaf

Versi text one piece chapter 770 Tombak Elbaf


VERSI TEKS ONE PIECE CHAPTER 770 : “Tombak Elbaf"
Diposting oleh Miun Sylvester Stonez • Di: One Piece

ALUR CERITA ONE PIECE CHAPTER 770 :
“Tombak Elbaf"
==================
===============

=====================
Copyright New Naruto
Shippuden & One Piece Lovers
=======================
Baca Sebelumnya di :
Komik One Piece Chapter 769
=======================

Cover : Sebelumnya Jinbei
melihat sesosok bayangan
dibawah air dan dengan
segera dia menyelam dan
melesat mengejar bayangan
itu namun dia juga cepat sehingga Jinbei tak bisa
langsung menjangkau dan
mematiskannya, terus
mengejar Jinbei malah
dikejutkan dgn penemuan
tumpukan persembahan yg hilang dari Kota pelabuhan
yang ternyata berada didasar laut.

• Scene di awali dari
pertarungan Bellamy vs Luffy.
Dengan Bane Bane no mi nya
Bellamy melontar lontarkan
tubuhnya ke dinding dgn
cepatnya sementara Luffy berdiam diri ditengah tengah
suara lontaran kaki dari
Bellamy itu.
Mengingatkan pada kejadian waktu di Pulau Jaya dulu.
Namun emosi Luffy
saat ini berbeda dgn dulu, Luffy tak berniat untuk bertarung dgn Bellamy dan berusaha untuk
menghentikannya
“Yamero, Bellamy! Mingo telah
mengkhianatimu! Aku tak punya alasan untuk bertarung denganmu!”
: teriak Luffy
“Jika kau tak bisa menemukan alasan, maka tak apa!”
: balas Bellamy .
Setelah membuat pergerakan
yg membingungkan Luffy,
Bellamy pun bersiap
melancarkan serangan utamanya.
Memegaskan kakinya kedinding..
“Kau cukup diamlah disana..”
: Kemudian melontarkan
tubuhnya
“Jika menurutmu keputusanku bisa mudah tergoyahkan”
BAM!
lesatan Bellamy sampai
pada Luffy, pukulan keras
mengenai perutnya dan juga
pukulan tersebut telah dilapisi
Buso koka sehingga tubuh
karet luffy akan terluka tapi beruntung Luffy pun sempat
melapisi tubuhnya dgn buso
koka sehingga dampaknya
berkurang .

• Scene beralih ke pertempuran lainnya, Zoro vs Pica.
Zoro dibuat kewalahan
lagi karna Pica yg mulai
berasimilasi lagi dgn tanah &
patungnya
“Sial! Pijakanku”
: Zoro kehilangan
keseimbangan dan terjatuh
karna tanah yg berguncang,
dgn cepat Pica pun
menyambarnya dgn pukulan
super dari patung raksasanya
BOOM!
Zoro & Semua yg ada
disana hancur terhantam
tangan raksasa ini
“Pica-sama”
: ucap para keroco
yang menyaksikan .
Tapi tiba tiba dari tangan yang
menancap ketanah itu
terdengar suara retakan,
Krak!
Dari tangan sampai kepala
patung Pica tiba-tiba terbelah
menjadi dua.
Siapa lagi yg nebas kalau bukan Zoro! Dia berhasil selamat dgn membuat serangan balasan yg brutal
“Kono Iwa Yaro tidak tau
kapan untuk menyerah!”
: ucap Zoro
“Ahh! Itu "Kaizoku gari"
tembak dia!”
: teriak para Keroco
“Meskipun kau telah tau
bagaimana kekuatanku..
Kau masih berpikiran bisa
mengalahkanku? Sungguh naif”
: Zoro diserbu para keroco dan
ditembaki tak henti henti
“Tunggu, woah!”
: gumam Zoro.
Kemudian Orlumbus tiba tiba
muncul, dia yang memang
hanya bertarung melawan
para Keroco kini berpapasan
dgn Zoro
(Zoro sudah tdk berada di atas patung, sekarang dia berada disekitar area pertarungan Pasukan
Coloseum vs Officer Donquixote)
“Harga diri Admiral!”
: ucap Orlumbus
“Berbaris!!”
: Mendengar ucapan itu para
Keroco yg mengincar Zoro tiba
tiba serentak baris berbaris
“hm?”
: gumam Zoro.
Orlumbus mengambil seorang
Keroco dari barisan itu
“Kumohon.. Hentikan!”
: jerit si Keroco .
Kemudian Orlumbus berpose
seperti mau bermain Bowling,
dgn si Keroco sebagai bolanya
dan para keroco yg sdg
berbaris sebagai Pin nya
“Admiraaaal...”
: ucap Orlumbus
“Hentikan!”
: Jerit si Keroco
“eh? Kenapa kita berbaris”
: ucap para Keroco yang baru
sadar
“Killer Bowling!”
: Lanjut Orlumbus sambil
melemparkan si Keroco dgn
kencangnya hingga
menghantam Keroco lainnya
dan Strike semuanya terlempar dgn tubuh yg kaku
layaknya Pin beneran saja
“Woaah”
: Sementara para Pin
berjatuhan, Orlumbus dan
Zoro berlari menjauh
“Terimakasih bantuannya”
: Ucap Zoro
“apa kau orang dari Koloseum?”
“Namaku Orlumbus.
Seandainya ini di lautan, aku
pasti akan memimpin Armada
Yonta maria untuk membantumu.
Tapi sekarang tak ada cukup orang disini jadi bisakah kuserahkan Monster Batu itu padamu sementara
aku akan mengurus yg disini”
“Ah, serahkan saja padaku,
lagi pula benda itu sudah mulai
kacau”
: ucap Zoro sambil
berlari Namun tiba tiba ada yg
bergerak di dinding dekat Zoro
“Hm?”
: gumamnya
Dan Ciluk Ba xD Wajah
monster Pica muncul disana
“sebuah wajah muncul di dinding”
: ucap Zoro
“Ah.. Pica-sama telah
mengambil alih Plateu!”
: ucap Keroco .
Zoro berhenti, Pica
menatapnya. Kemudian dia
tertawa..
“Pikyapikyapiky arara... Kau pikir kau bisa kabur~”
“Apa-apaan dgn tertawamu
itu~~? Apa kau memang
selalu tertawa seperti itu?”
: Bentak Zoro .
Mendengar itu, Pica mulai
terlihat marah
“apa kau ada masa~”
: ucap Pica
tapi di salip lagi oleh Zoro
“itu adalah tawa yg benar
benar bodoh. membuatku kaget saja!”
“Kau lah yang bodoh, Kaizoku
gari!!”
: teriak para Keroco
“Beraninya kau membuat Pica-sama marah”
: Pica yg memang tak tahan
dgn Ejekan terhadap
suaranya, langsung marah tak
tertolong
“Charlstone”
: Dia menyerang membabi buta,
tak hanya pada Zoro tapi
seluruh area tersebut jadi
sasaran amarahnya
“Heh!.. Lebih besar lebih baik...
aku tak sabar untuk
menebaskan pedangku padamu”
: ucap Zoro dgn senyum Intimidasinya .
Di tengah Duel itu, Dellinger
datang dan marah pada Pica
karna Pica juga mengganggu
pertarungan dia juga Opsir
yang lainnya
“Hey Pica! Perhatikan
sekitarmu! Kami juga sedang
bertarung disini, tau!!”
Memanfaatkan kelengahan
itu, Ideo menyerang Dellinger
dgn jurus andalannya
“Hakaiho!”
“Kyaaa~!”
: teriak Dell, tapi
sepertinya tak terluka parah “Jangan arahkan
pandanganmu ke tempat lain,
Bocah!”
: ucap Ideo .

Sementara itu Sai dan Baby 5
masih beradu mulut.
five salah mengartikan ucapan Sai “Hah.. hanya karna kita
musuh? Hah..”
: ucap Five terengah engah
“haah?”
: heran Sai
“Kenapa kau tidak bilang hal
ini sebelumnya?”
: teriak five sambil memejamkan mata, Sementara Sai makin tambah
bingung
“Apa yang kau bicarakan?”
“Jangan pura pura bodoh!”
: teriak five lagi
*ingatan Five tentang ucapan
Sai Saat sai mencoba menyerang..
“Akan kuambil jantungmu”
: Komentar five
“berkata tentang 'mencuri hatiku'” Saat sai menahan tangan five
yg diubah menjadi senjata
“Kakaka.. Aku takkan
melepaskan tanganmu!”
: Komentar five
“bahwa kau akan terus 'menggenggam
tanganku'”
: Saat sai melakukan teknik
tipuan
“Kau pikir kau bisa mengikutiku?” (maksudnya kecepatan) Komentar five
“Atau tentang
'Ikut bersamaku'”
: Begitulah, Ucapan ucapan
garang Sai malah diartikan
Five sebagai pernyataan cinta
“Kalau kau sangat
menginginkanku. . Hal kecil seperti berada di pihak yang
berbeda tidaklah jadi masalah!
Datte.. Kau membutuhkanku,
desu yo?”
: Ucap five dgn pipi
memerah
“hahh??”
: Sementara Sai hanya melongo
? Scene terkocak xD
Baby 5 kyaaa~waii

Scene beralih lagi, sorotan kali
ini tertuju pada Machvise yang
sebelumnya menumbangkan
raksasa Elbaf Hajrudin.
Saat ini dia sedang naik ke tempat yg tinggi dgn memanfaatkan bentuk tanah yang dibuat
Pica.
Ok disini bisa kita
simpulkan jika Vise tidak
terbang atau dpt melompat
tinggi untuk memaksimalkan
tekniknya.
Tetapi dia akan pergi ke tempat tinggi dulu kemudian terjun bebas
menghantam musuhnya.
Dgn Ekor yg dimilikinya dia jadi
hampir menyerupai seekor
Tupai terbang yang tentunya ahli mendaki puncak pohon
untuk bisa terjun ke pohon yg
lebih pendek.
Begitu pula dgn Vise yg harus menjangkau tempat tinggi untuk
memaksimalkan tekniknya, apa dia setengah tupai
“Whoa-iin! Aku menemukan
sebuah pijakan! Aku telah
selesai mengurus si raksasa,
Hajrudin! Targetku berikutnya
akan jadi-in..”
: Vise melihat lihat dari atas
sana dan kebetulan Zoro
tengah melintas di bawahnya
“ah! Itu.. Roronoa Zoro!”
: Sementara itu, Hajrudin masih
terkapar karna Tertimpa Vise
sebelumnya.
Para Keroco berkerumun disana
menyaksikan sang Raksasa yg
tak berdaya itu
“Bahkan pejuang Elbaf pun
tak sanggup untuk
menghadapi Machvise-sama”
: ucap mereka .
Hajrudin sendiri ternyata
masih belum hilang
kesadarannya, dia kembali
membayangkan apa yang
telah menimpa dirinya
“Impianku adalah menjadi
Raja para Raksasa.. Tapi
lihatlah diriku sekarang!
Aku kalah di Koloseum, aku diubah
menjadi mainin, aku telah
diselamatkan tapi aku bahkan tak bisa membalas budinya.
Sungguh menyedihkan!
Jika aku telah siap untuk
membayar jasanya dgn
nyawaku.. Mengapa sampai
saat ini aku masih hidup?
Apa hanya ini yang bisa kuberikan
sebagai rasa terimakasihku?”
: Sementara Vise sudah
berancang ancang
“Niiiin ton ton”
Dan melompat..
“Aku datang, Roronoa! 1000T
Destruction Vise” .
Zoro menyadarinya dan
melihat ke atas
“Ano Yaro!”
ucapnya Namun tiba tiba setelah
membayangkan tentang Balas
budi pada God Usopp Hajrudin
pun bangkit kembali
dihadapan Zoro
“Maafkan aku, tapi.. Serahkan
saja dia padaku!”
“Hajrudiiiiin! Oi Oiiiin, kau
masih belum mati? Kurasa aku
harus membuatnya lebih berat
lagi-iiin..”
“10.000-Ton Hell Vise”
: Vise terus meluncur ke arah
Hajrudin
“Sepertinya kau masih punya
tulang yang tersisa untuk kurusak”
: Jarak mereka sudah semakin
dekat, tapi Hajrudin masih
belum bersiap, reaksi dalam
batinnya dia berkata
“Ini mungkin harus dibayar
dengan satu tanganku.
Tapi selama aku masih punya satu
tangan tersisa aku masih bisa
bertarung”
: Hajrudin bermaksud melawan
10.000T Vise dgn pukulan
tangannya yg dia sendiri sadar
akan berdampak buruk bagi
tangannya
“Terima ini! Kekuatan hidupku”
“GUNGNIR (Tombak Odin)”
BAM!
Mereka saling beradu,
kekuatan Ton Machvise
membuat tulang dalam
Tangan Hajrudin retak retak,
namun dia tetap bertahan
“Terbanglah, terbanglah jauh
ke negri para Dewa”
: batinnya
“Niiin , percuma saja-iin! Aku
berbobot 10 ribu Ton! Nih
hihihi”
: Pijakan tanah milik Hajrudin
amblas saking dahsyatnya
benturan ini, Zoro dan para
Keroco menyaksikan
bentrokan hebat itu
“Hancurlah, Hajrudin”
: ucap para Keroco .
Sementara Hajrudin masih
belum menyerah, dgn segala
upaya dia terus berusaha
untuk menerbangkan 10 ribu
ton itu
“Raaaargh”
: Akhirnya dgn tekad yang
kuat Hajrudin pun
menerbangkan Vise ke angkasa
“Apaaa~”
: Kaget para keroco
“Vise-sama! Oh celaka, di
atasmu! Dia akan menabrak
Bird cage. Vise-sama berhenti!!”
: Vise pun menghantam
Birdcage yg tajam
“Gyaaahiin”
: Dan terjatuh lagi dgn keadaan
yg mengenaskan.
Hajrudin sendiri menyaksikan jatuhnya Vise
“Sepertinya dia tidak bisa
terbang kemanapun dan
kapanpun dalam waktu dekat
ini. ma, lagi pula dia bukanlah
burung atau semacamnya”
“Vise-sama”
Bruk!
Mengetahui musuhnya
sudah tak berdaya lagi
Hajrudin pun bisa beristirahat
dgn tenang
“Tidurlah yang nyenyak, dan
saat kau bangun nanti
Sangkar ini akan menghilang”
: Ucap Zoro yang mengakhiri
Chapter ini .
Machvise tumbang begitu pula
Hajrudin yg sudah kehabisan
tenaga.
Namun ini bukanlah
akhir karna pertarungan
pertarungan lainnya masih
terus berlangsung.
Tapi dgn ini setidaknya membuktikan jika Para Petarung Koloseum pun
sanggup menumbangkan
seorang Opsir dalam duel 1
lawan 1 .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar